Rencana perombakan direksi BUMN dikhawatirkan pengaruhi perekonomian
Elshinta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:09 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Rencana perombakan direksi BUMN dikhawatirkan pengaruhi perekonomian
Peneliti INDEF Bhima Yudhistira. Sumber foto: https://bit.ly/2TM6Tqd

Elshinta.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan rencana perombakan direksi BUMN atas arahan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) berimplikasi negatif bagi perekonomian nasional.

"Salah satu indikator yang bisa dilihat adalah menurunnya saham perbankan di pasar modal sejak rencana RUPSLB ini diumumkan," ujar Bhima dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (20/8).

Seperti diketahui, atas permintaan Rini Soemarno, lima BUMN akan menggelar RUPSLB pada 28 Agustus-2 September 2019. Kelima BUMN itu adalah empat BUMN perbankan (Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN), dan satu BUMN migas (PGN).

Diketahui, salah satu agenda RUPSLB adalah mengganti pengurus perusahaan, yakni jajaran direksi dan komisaris. Rencana ini sudah diagendakan dan dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Bhima, kasus ini akan semakin menjauhkan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok Presiden Jokowi sebesar 5,3 persen di tahun ini, sebab stabilitas ekonomi yang menjadi prasyarat utama untuk mencapainya terganggu.

"Maka itu, ada baiknya rencana tersebut ditunda sampai terbentuk kabinet baru pada Oktober mendatang," ujar Bhima.

Apalagi, lanjut Bhima, tak ada urgensi untuk melakukan perombakan direksi BUMN, khususnya BUMN perbankan karena relatif berkinerja baik. "Kalau mau melakukan prioritas perombakan direksi mesti di BUMN bermasalah, seperti Garuda Indonesia dan Pertamina," tegas Bhima.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Upah harian nasional naik, daya beli buruh terjaga pada Agustus 2019
Senin, 16 September 2019 - 13:29 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut upah nominal harian buruh t...
Sentimen negatif eksternal bayangi pelemahan rupiah
Senin, 16 September 2019 - 12:16 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin (16/...
Meski dibuka melemah, IHSG berpeluang menguat
Senin, 16 September 2019 - 10:31 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini berpel...
Sandiaga Uno dorong penguatan ekonomi syariah
Minggu, 15 September 2019 - 21:16 WIB
Elshinta.com - Mantan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia Sandiaga Uno, mendorong adanya pengu...
Ekonom: Event Sail Indonesia bisa dorong keunggulan komparatif daerah
Minggu, 15 September 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Ekonom Hisar Sirait menilai bahw penyelenggaraan Sail Indonesia, seperti Sail Nias ...
Sail Nias, ekonom dorong promosi wisata Nias berlanjut
Minggu, 15 September 2019 - 15:40 WIB
Elshinta.com - Ekonom Hisar Sirait mendorong promosi pariwisata Nias tidak hanya berhenti pada pen...
Menko Darmin pastikan pengajuan IMB selesai lewat OSS
Sabtu, 14 September 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memastikan proses pengajuan ...
Harga emas berjangka jatuh
Sabtu, 14 September 2019 - 06:45 WIB
Elshinta.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir ...
Tahun depan Pemerintah naikkan cukai rokok
Jumat, 13 September 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah memutuskan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen, sehingga harga jual ec...
KCN: Pelabuhan Marunda tetap dikembalikan ke negara
Jumat, 13 September 2019 - 16:02 WIB
Elshinta.com - Proyek pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara hingga saat ini masih berpolemik...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)