Tolak pulang, usaha Bangladesh kirim pengungsi Rohingya gagal
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 09:45 WIB |
Tolak pulang, usaha Bangladesh kirim pengungsi Rohingya gagal
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZiY4cF

Elshinta.com - Usaha Bangladesh untuk mulai memulangkan ribuan Muslim Rohingya yang tinggal di kamp-kamp pengungsian, Kamis (22/8), gagal karena hampir 300 keluarga pengungsi menolak kembali ke Myanmar, setahun setelah upaya serupa gagal di tengah-tengah protes.

Pekan lalu para pengungsi tersebut mengatakan mereka sudah sepakat pada Kamis (22/8) sebagai permulaan untuk pemulangan 3.450 orang yang dibersihkan oleh Myanmar, dari lebih 730.000 orang yang melarikan diri ke Bangladesh akibat aksi militer di Negara Bagian Rakhine pada 2017, dan sekarang berdiam di berbagai kamp yang tersebar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tindakan keras di negara bagian itu yang terletak di Mynamar Utara dilakukan dengan maksud genosida. Walaupun penguasa Myanmar mengatakan mereka siap menerima siapa saja yang kembali, para pengungsi telah menolak kembali karena takut akan mengalami kekerasan lagi.

Sejak rencana itu diumumkan, staf PBB dan para pejabat Bangladesh telah mewawancarai mereka yang lolos untuk pulang, diseleksi dari daftar lebih 22.000 yang dikirim oleh Bangladesh ke Myanmar untuk menentukan apakah mereka ingin pulang.

Komisaris Pemulangan dan Pertolongan Pengungsi Bangladesh, Mohammad Abul Kalam mengatakan tak seorangpun dari 295 keluarga yang sudah diwawancara sepakat untuk pulang, walaupun bus-bus dan truk-truk sudah disiapkan untuk membawa mereka melintasi perbatasan.

"Ini proses yang terus berlangsung. Kami mewawancarai keluarga-keluarga yang lain yang sudah diperiksa oleh pemerintah Myanmar dan jika siapa saja menyatakan kesediaan untuk pulang kami akan memulangkan mereka. Semua persiapan dan fasilitas sudah disiapkan," kata Kalam saat dihubungi Reuters seperti dikutip Antara. (FAN)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri Malaysia puji rencana penghapusan UN di Indonesia
Sabtu, 14 Desember 2019 - 07:45 WIB
Menteri Pendidikan Malaysia, Dr Mazlee Bin Malik memuji rencana Menteri Pendidikan Indonesia, Nadiem...
Dubes Saudi kunjungi lokasi penembakan di pangkalan militer AS
Jumat, 13 Desember 2019 - 16:45 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat mengunjungi pangkalan udara Angkatan Laut AS di Florida,...
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi jalani sidang hari terakhir genosida
Kamis, 12 Desember 2019 - 20:35 WIB
Penerima Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi kembali ke Mahkamah Internasional pada Kamis untuk membel...
Sejumlah orang cedera akibat letusan gunung berapi White Island
Senin, 09 Desember 2019 - 13:36 WIB
Wali Kota Whakatane, Judy Turner mengungkapkan sejumlah orang cedera di White Island, Selandia Baru,...
Paling tidak 23 tewas dalam serangan di Baghdad
Minggu, 08 Desember 2019 - 07:41 WIB
Jumlah korban tewas dalam serangan oleh sejumlah pria bersenjata di lokasi protes utama di Baghdad p...
Dubes peringatkan Dewan Keamanan PBB tak bahas HAM Korut
Kamis, 05 Desember 2019 - 14:03 WIB
Korea Utara pada Rabu (4/12) waktu setempat memperingatkan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pihaknya ...
Tiongkok tunjuk pejabat baru Makau gantikan kepala ekonomi
Senin, 02 Desember 2019 - 13:59 WIB
Dewan Negara Tiongkok menunjuk sejumlah pejabat baru untuk memimpin pusat perjudian paling terkenal ...
India akan audit WhatsApp setelah kasus Pegasus
Jumat, 29 November 2019 - 14:49 WIB
India berencana mengadakan audit untuk sistem keamanan platform WhatsApp setelah aplikasi berkirim p...
Menlu minta Pemerintah Filipina bantu pembebasan WNI disandera kelompok Abu Sayyaf
Rabu, 27 November 2019 - 17:06 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah meminta Pemerintah Filipina untuk membantu secara intensif d...
Sejumlah orang tewas dan luka-luka akibat tiga ledakan di Baghdad
Rabu, 27 November 2019 - 14:45 WIB
Sedikitnya enam orang tewas dan 15 orang lainnya terluka akibat tiga ledakan bom di Baghdad pada Sel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once