KPK minta Pansel pertimbangkan rekam jejak laporan kekayaan dan kepatuhan pajak
Elshinta
Jumat, 23 Agustus 2019 - 13:05 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Dewi Rusiana
KPK minta Pansel pertimbangkan rekam jejak laporan kekayaan dan kepatuhan pajak
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK meminta Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Jilid V untuk mempertimbangkan rekam jejak integritas kandidat seperti kepatuhan melaporkan harta kekayaan, gratifikasi atau yang terkait dengan pelanggaran etik dan kepatuhan pajak para kandidat.

"Kami juga sebenarnya berharap dalam beberapa diskusi aspek integritas calon untuk menjadi perhatian yang paling utama bagi panitia seleksi selain indikator yang saya sebutkan tadi, misalnya kepatuhan pajak itu juga penting sekali diperhatikan," papar Febri, di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

KPK belum mengetahui apakah Pansel Capim KPK telah meminta informasi kepada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terkait data kepatuhan pajak para kandidat, karena  merupakan kewenangan Pansel. 

"Kalau data ini kepatuhan pajak didapatkan tentu akan sangat bagus," kata dia. 

Ia yakin Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan mendukung dan memberikan data mengenai kepatuhan pajak calon Komisioner KPK jika diminta oleh Pansel. Aspek kepatuhan pajak seharusnya menjadi salah satu pertimbangan karena KPK mensyaratkan pimpinan KPK tidak pernah melakukan perbuatan tercela.

"Jangan sampai ada calon pimpinan KPK yang kemudian ternyata memiliki masalah terkait dengan kewajiban membayar pajak itu," tandasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
51 kasus hoaks COVID-19 terungkap, alasan pelaku...
Senin, 30 Maret 2020 - 12:10 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan alasan pelaku pen...
Tiga mobil mewah perkara korupsi mantan Walkot Madiun dilelang
Sabtu, 28 Maret 2020 - 15:16 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoa...
Sembilan saksi berstatus ODP, sidang Dzulmi Eldin ditunda
Kamis, 26 Maret 2020 - 19:57 WIB
Sembilan saksi yang seyogya memberikan keterangan dalam persidangan perkara OTT pemberian dugaan sua...
Densus 88 tembak mati terduga teroris di Batang Jateng
Kamis, 26 Maret 2020 - 06:46 WIB
Mabes Polri membenarkan informasi bahwa tim Densus 88 Antiteror Polri telah menembak mati seorang te...
Mantan Hakim MK Patrialis lunasi denda Rp300 juta
Selasa, 24 Maret 2020 - 18:36 WIB
Terpidana mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar telah melunasi pembayaran denda sebe...
Anak nongkrong di sejumlah cafe di Bondowoso dibubarkan polisi
Selasa, 24 Maret 2020 - 07:57 WIB
Mencegah virus corona baru COVID-19, Kepolisian Resort Bondowoso, Jawa Timur, bersama TNI Kodim 0822...
Polres Jakbar ajukan 24 pertanyaan pada artis Bebby Feey terkait senjata api ilegal
Selasa, 24 Maret 2020 - 06:39 WIB
Polres Metro Jakarta Barat memanggil artis Bebby Fay, Senin (23/3). Disc Jockey (DJ) Bebby Fay yang ...
KPK tetap lakukan pencarian Nurhadi dan Harun Masiku
Senin, 23 Maret 2020 - 18:36 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan pencarian terhadap dua tersangka yang telah dimas...
Wabup Malra: Pelantikan pejabat JPT Pratama tak mengacu rekomendasi ASN
Senin, 23 Maret 2020 - 14:25 WIB
Wakil Bupati Maluku Tenggara (Maltra) Petrus Beruatwarin mengatakan, uji kompetensi pejabat administ...
PN Medan siap sidangkan tiga pelaku pembunuh hakim Jamaluddin
Jumat, 20 Maret 2020 - 20:49 WIB
Pengadilan Negeri Medan menerima pelimpahan berkas kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dari Kejari Med...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)