Temet dan kawin adat Dayak masuk warisan budaya Indonesia
Elshinta
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 12:57 WIB |
Temet dan kawin adat Dayak masuk warisan budaya Indonesia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZkoO8x

Elshinta.com - Kerupuk basah (temet) dan kawin adat istiadat Suku Dayak Tamambaloh yaitu `Kawen adat samagat Dayak Tamambaloh` telah masuk sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Di Kalimantan Barat itu ada sembilan karya budaya yang masuk sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, dua diantaranya dari Kapuas Hulu," kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Itoni kepada Antara di Putussibau, Sabtu (24/8).

Itoni mengatakan penetapan dua karya budaya asal Kapuas Hulu menjadi warisan budaya tak benda Indonesia sudah melewati berbagai tahapan panjang terutama kajian narasi ilmiah sehingga dapat diterima oleh Tim Ahli Kebudayaan RI.

Menurut dia, dari berbagai usulan budaya dari Kapuas Hulu baru dua karya budaya itu yang dapat diterima oleh tim kebudayaan, selain usulan itu di sampaikan melalui Dinas Kebudayaan Provinsi juga akan dilihat narasi ilmiahnya. "Jadi untuk mendapatkan penetapan dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan memang tidaklah mudah," jelas Itoni.

Itoni menjelaskan penerimaan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda Indonesia itu akan diserahkan kepada pemerintah daerah yang akan diterima oleh kepala daerah pada 13 hingga 17 Oktober 2019 saat pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta.

"Jadi nanti saat penyerahan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda Indonesia itu akan diterima oleh kepala daerah di Jakarta," pungkasnya. (FAN)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini kisah pilu warga Kudus yang lolos dari kerusuhan Wamena
Jumat, 18 Oktober 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Selama empat tahun pasangan suami istri Zaenal Fitri dan Karni merantau di ...
Satgas TMMD ajak warga jaga keutuhan NKRI
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 106 Kodim 0619/Purwakarta mengajak warga Desa Cisaat, ...
Pemkot Semarang tutup kompleks lokalisasi Sunan Kuning
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi menutup kompleks resosialisasi Argorejo atau ...
Sambut pelantikan Presiden, pedagang Pasar Ir Soekarno gelar doa bersama
Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:49 WIB
Elshinta.com - Pedagang Pasar Ir Soekarno di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar doa bersama ...
Kain ulos 500 meter meriahkan Hari Ulos 2019
Jumat, 18 Oktober 2019 - 06:06 WIB
Elshinta.com - Peringatan Hari Ulos Nasional 2019 yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Sumat...
Enni Pasaribu: Lestarikan ulos lewat nilai seni dan budaya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI telah menetapkan ulos sebagai warisan b...
Kecanduan game HP, dua remaja di Bekasi alami gangguan jiwa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Akibat kecanduan game di telepon seluler, dua remaja di Kabupaten Bekasi me...
Sambut Hari Santri, PBNU instruksikan ziarah kubur 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menginstruksikan wa...
Pemprov DKI alokasikan Rp1 triliun untuk subsidi pangan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 08:18 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 tril...
Pemuda Desa Adat Tuban ikuti tradisi Perang Api
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:38 WIB
Elshinta.com - Sejumlah pemuda warga Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV