Waspada, ini penyakit yang sering menyerang wanita
Elshinta
Senin, 26 Agustus 2019 - 11:10 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Administrator
Waspada, ini penyakit yang sering menyerang wanita
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZlInxi

Elshinta.com - Wanita dan pria memiliki kondisi biologis dan fisiologis yang berbeda. Akibatnya ada beberapa kondisi kesehatan yang lebih mempengaruhi wanita dibanding pria.

Hal ini bisa disebabkan oleh faktor perubahan hormonal, komposisi tubuh, dan gangguan pola makan pada wanita. Dihimpun dari bebagai sumber, berikut ini penyakit yang lebih sering menyerang wanita:
 
Kanker payudara
Walau kanker payudara juga bisa dialami oleh pria, wanita lebih rentan mengalaminya. Karena faktor hormon estrogen dan progesteron yang ada di dalam tubuh wanita, serta jaringan payudara pria yang tidak setebal wanita.
 
Kanker rahim atau ovarium
Gejalanya kembung, nyei perut, gangguan pencernaan yang parah, mual, muntah dan siklus haid tidak rutin. Namun bila merasakan pendarahan yang tidak biasa, nyeri pada saat berkencing atau melakukan hubungan intim. Nyeri panggul sebaiknya segera periksa untuk melihat kejelasan penyebabnya.
 
Infeksi menular seksual
Data menyebutkan jika wanita lebih sering terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) dibandingkan pria. Ini karena lapisan vagina lebih lembut sehingga memudahkan bakteri dan virus untuk masuk ke dalamnya.
 Jenis IMS yang lebih sering dialami oleh wanita di antaranya adalah herpes kelamin, gonore, hepatitis C, dan HIV/AIDS.

Sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome)
Rasa lelah merupakan hal yang wajar dimiliki, terlebih setelah banyak melakukan aktivitas fisik. Tapi, pada pengidap sindrom kelelahan kronis, rasa lelah bisa muncul meskipun tanpa melakukan aktivitas apapun dan tidak hilang setelah beristirahat.
 
Melakukan kegiatan ringan sehari-hari seperti berpakaian, mandi, atau sekedar berpikir bisa menyebabkan seseorang yang mengalami sindrom ini sangat kelelahan.
 
Pada kondisi ini, rasa lelah juga disertai dengan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, kehilangan konsentrasi, berkurangnya daya ingat, dan insomnia. Kondisi ini lebih banyak dialami wanita, karena wanita dianggap lebih mudah mengalami stres.
 
Faktor lain yang menyebabkan terjadinya sindrom ini adalah ketidakseimbangan hormonal, faktor psikologis, infeksi, kekebalan tubuh, serta kelainan saraf.
 
Lupus
Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri, atau dikenal dengan penyakit autoimun.
 
Sekitar 9 dari 10 yang terkena penyakit ini adalah kaum wanita. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti mengapa penyakit lupus lebih banyak dialami oleh 90 persen wanita dibandingkan pria. Namun, beberapa studi menduga bahwa penyakit lupus bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
 
Gejala lupus di antaranya adalah mudah lelah, sakit kepala, rambut rontok, sakit pada persendian, demam tanpa sebab, dan bercak merah yang sensitif pada sinar matahari.
 
Multiple sclerosis
Multiple Sclerosis (MS) atau sklerosis ganda adalah penyakit autoimun yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang.
Sebagian besar pengidap adalah wanita, dan kebanyakan orang mengalami gejala MS pertama saat berusia 20 hingga 40 tahun.
 
Gejala MS umumnya berupa mati rasa pada otot, kelumpuhan, dan kehilangan penglihatan. Pengobatan yang ada hanya mengurangi gejala yang timbul karena belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
 
Celiac disease
Sekitar 60 sampai 70 persen penderita celiac disease adalah wanita. Celiac disease adalah reaksi negatif yang diberikan tubuh, karena tidak bisa mencerna gluten, protein yang terdapat dalam tepung atau gandum.
 
Umumnya celiac disease dianggap masalah pencernaan biasa. Namun ternyata bisa memengaruhi siklus menstruasi dan ketidaksuburan.
Wanita dengan celiac disease baru didiagnosa pada usia 45 tahun. Diagnosa celiac disease memerlukan waktu 10 tahun, yang berarti wanita sudah mengalami gangguan reproduksi beberapa tahun sebelumnya.
 
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZzLVAo 
 
Depresi
Beberapa studi menyebutkan jika wanita lebih rentan depresi dibandingkan pria. Para ahli yakin depresi menyerang wanita dua kali lebih banyak dianding pria.
 
Alasan biologis mungkin menjadi penyebab utama karena wanita lebih banyak mengalami fluktuasi hormon yang dapat memengaruhi suasana hati, seperti saat masa pubertas, menstruasi, melahirkan, dan menopause.
 
Irritable Bowel Syndrome (IBS)
IBS adalah gangguan pada usus besar yang mempengaruhi usus secara keseluruhan. IBS menyebabkan perut sakit, kembung, diare, dan konstipasi sedikitnya selama 3 bulan.
 
Sebanyak 65 persen penderitanya adalah wanita. Penyebabnya masih belum diketahui. Namun, gejala ini semakin parah bila sedang dalam periode menstruasi.
 
Osteoarthritis
Meskipun osteoarthritis bisa menyerang semua jenis kelamin, tapi perempuan memiliki risiko sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan pria. Tubuh wanita tersusun oleh sendi yang lebih fleksibel dan tendon yang lebih elastis daripada pria.
 
Tujuannya untuk mempermudah selama masa kehamilan dan kelahiran, yang di sisi lain juga bisa meningkatkan risiko cedera yang lebih tinggi. Akhirnya, berkembang menjadi penyakit osteoarthritis.
 
Wanita yang berusia di atas 50 tahun lebih berisiko untuk mengalami osteoarthritis, karena kadar estrogen yang semakin menurun. Estrogen tersebut untuk melindungi tulang rawan dan sendi dari peradangan.
 
Infeksi saluran kemih
Perbedaan anatomi tubuh wanita dan pria merupakan salah satu alasan mengapa ada beberapa penyakit lebih sering menyerang wanita, misalnya infeksi saluran kemih.
 
Karena letak saluran kencing wanita dekat dengan vagina dan rektum, di mana banyak bakteri hidup pada bagian tersebut. Itu sebabnya, wanita berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih.

Oleh karenanya, penting untuk selalu mencukupi konsumsi cairan dalam tubuh demi menghindari munculnya infeksi saluran kemih.
 
Radang panggul
Penyakit ini berpengaruh pada rahim, saluran telur, indung telur, dan leher rahim. Dan, penyakit tersebut bisa berkembang menjadi penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia.
 
Penyebabnya adalah bakteri, apabila diketahui lebih awal, penanganan dengan makan obat antibiotik mungkin bisa secepatnya teratasi. Cuma saja seringkali penyakit ini tidak menonjolkan gejala dan diketahui sudah dalam keadaan terlambat, sementara pada keadaan parah bisa menyebabkan kemandulan.
 
Fibromyalgia
Penyakit ini juga umum menyerang perempuan, penderitanya bisa mengalami sakit pada tubuh. Gejalanya adalah nyeri pada siku, dada, lutut, leher, punggung bawah, bahu, dan paha.
 
Biasanya pada saat terjangkit penyakit ini, penderita bisa mengalami kelelahan, sulit tidur, sakit kepala, depresi, sampai rasa cemas. Nyeri yang dirasakan bisa menetap hingga tiga bulan lebih.
 

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/33XDQon
 
Penyakit yang menyerang wanita lainnya adalah gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia. Para ahli meyakini bahwa kemungkinan adanya kombinasi antara biologi dan pengalaman sosial yang lebih berdampak pada wanita.
 
Selain ganguan makan ada pula Polymyositis dimana penderitanya mengalami radang otot yang lumayan langka. Akibatnya penderita mengalami kelemahan, nyeri, pembengkakan dan kerusakan jaringan otot.
 
Penyakit lainnya adalah tiroid. Menurut American Thyroid Association, wanita memiliki risiko hingga lima sampai delapan kali lebih besar untuk mengalami masalah tiroid daripada pria. Salah satu penyakit tiroid yang paling umum adalah hipotiroid, ketidakmampuan tiroid menghasilkan kadar hormon yang cukup untuk mengatur metabolisme.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Makanan yang bisa percepat terjadinya kehamilan
Senin, 17 Februari 2020 - 13:28 WIB
Sebagian besar perempuan ingin segera mendapatkan momongan setelah menikah, tapi tahukah Anda bahwa ...
Apa itu kutil kelamin? Kenali penyebab dan gejalanya
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:48 WIB
Kutil kelamin adalah infeksi menular seksual (IMS) yang ditandai dengan timbulnya beberapa kutil den...
Apa saja hormon yang berpengaruh pada penuaan wanita?
Rabu, 05 Februari 2020 - 10:57 WIB
Berdasarkan hasil penelitian dari para ilmuwan, ada hormon yang sangat penting untuk kecantikan para...
 Penyebab keputihan abnormal yang sering tidak disadari wanita
Senin, 27 Januari 2020 - 12:35 WIB
Wanita mungkin langsung takut kalau mengalami keputihan dan bertanya-tanya mengapa bisa terjadi. Seb...
Benarkah perempuan menopause akan berisiko osteoporosis?
Kamis, 16 Januari 2020 - 11:39 WIB
Mengalami masa menopause, berarti risiko terkena beberapa penyakit tulang seperti osteoporosis dan o...
Gangguan kesehatan yang menyerang wanita menopause
Kamis, 09 Januari 2020 - 12:28 WIB
Sama seperti ketika pertama kali mengalami datang bulan, beberapa hal akan terjadi pada tubuh setela...
Benarkah warna darah haid bisa menentukan kondisi kesehatan wanita?
Selasa, 31 Desember 2019 - 10:27 WIB
Untuk mengetahui kondisi kesehatan rahim bisa dicek dengan memastikan siklus datang bulan yang tepat...
Cara menghadapi menopause dengan nyaman
Senin, 16 Desember 2019 - 12:07 WIB
Cepat atau lambat menopause akan datang. Menurut ahli, masa menopause seharusnya dipahami sebagai pe...
Ini penyebab menopause dini pada wanita di usia muda
Senin, 09 Desember 2019 - 11:40 WIB
Pada dasarnya, cepat atau lambat semua wanita pasti akan mengalami fase menopause. Masa menopause ju...
Akibat yang ditimbulkan dari hormon yang tidak seimbang bagi wanita
Selasa, 03 Desember 2019 - 10:51 WIB
Ketidakseimbangan hormon menjadi masalah utama pada kalangan perempuan karena dapat memberikan banya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)