Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Elshinta
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB |
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ZwCj5m

Elshinta.com - Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger menyebutkan bahwa kehadiran robot-robot asmara yang dibekali kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) berpotensi membunuh sang pemiliknya.

"Itu membuat saya takut sampai mati. Itu adalah mesin dan itu akan selalu menjadi mesin. Jika Anda melihat film-film, seperti `Ex-Machina`, karena saya sejujurnya percaya sintetis akan tampak sangat mirip seperti pada film itu," ujar Dollbanger seperti dikutip Antara dari The Daily Star, Senin (26/8).

Dollbanger percaya robot-robot asmara yang tercemar dengan kode program eror punya kerentanan untuk melakukan perilaku kekerasan, termasuk mencekik si pemilik robot itu.

"Itu bukan menjadi sesuatu yang dapat Anda pukul dengan pipa dan itu akan terjatuh. Saya selalu mengatakan, ketika sebuah sintetis dapat menunjang dirinya sendiri, benda sintetis itu akan menjadi lebih kuat dibanding manusia normal," ungkapnya.

Dollbanger meyakini sebuah kode eror yang mudah dapat mengubah `pacar kecerdasan buatan` memerangi pemiliknya jika kehadiran mereka tidak diatur. `Kode eror` dalam pemrograman robot asmara itu juga berarti si boneka telah dilengkapi dengan kemampuan kehendak bebas.

"Pembaruan itu untuk melakukan berbagai pekerjaan pada diri AI itu. Itu (robot) dapat meletakkan tangannya di sekitar leher Anda dan menghentikan nafas Anda. Semudah itu Anda tidak dapat menghindarinya. Sebuah pelukan ringan juga dapat menyesakkan Anda karena dapat menekan dada dan saluran pernafasan sehingga Anda berhenti bernafas," pungkasnya. (Fan/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
LAPAN luncurkan Dadali, drone pengangkut manusia
Selasa, 24 September 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meresm...
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger men...
Berteknologi AI, robot asmara ini ancam hubungan intim manusia 
Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Sebuah perusahaan teknologi lokal di Shenzhen, China, mengklaim robot boneka asmara ...
Robot sepak bola ITS juara di Robocup 2019
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Hasil memuaskan dan membanggakan berhasil diraih oleh tim robot sepak bola ...
Berprestasi di kontes robot internasional, tiga mahasiswa UMM bebas dari skripsi
Senin, 22 April 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com - Pihak rektorat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan apresiasi k...
Tiga mahasiswa UMM mewakili Indonesia di ajang robotik internasional 
Senin, 08 April 2019 - 15:26 WIB
Elshinta.com -Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakal berangkat guna menghar...
Robot Gundam setinggi 18 meter siap dipamerkan pada 2020
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:53 WIB
Elshinta.com - Para ilmuwan di Jepang kini berusaha menjembati fiksi ilmiah dan sains, sal...
Siswa SMP ciptakan lengan buatan untuk difabel
Senin, 04 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, Alwan Hanif Ramadhan berhasil mengembangkan...
Menristekdikti harap Indonesia jadi produsen robot
Jumat, 01 Februari 2019 - 19:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nas...
DJI perkenalkan remote kontrol cerdas
Senin, 14 Januari 2019 - 12:02 WIB
Elshinta.com - Produsen pesawat tanpa awak (drone), DJI, memperkenalkan pengendalian jarak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV