Apresiasi Top Finance 2019: Perlu edukasi ke UMKM dalam mengelola keuangan
Elshinta
Kamis, 29 Agustus 2019 - 10:15 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Sigit Kurniawan
Apresiasi Top Finance 2019: Perlu edukasi ke UMKM dalam mengelola keuangan
Top Finance 2019 digelar di Balai Kartini, Jakarta. Foto: Elshinta.com/Reza

Elshinta.com - Penghargaan Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019 kembali digelar. Sejumlah nama besar perusahaan keuangan (bank, asuransi, dan pembiayaan) muncul sebagai pemenang di tahun ini. Kegiatan Top Bank 2019, Top Insurance 2019 Top Bank 2019, Top Multifinance 2019 menjadi satu rangkaian kegiatan Top Finance 2019.

Ketua Dewan Juri, Suryo Danisworo, menjelaskan latar diangkatnya tema “Percepatan  Pertumbuhan Sektor Ekonomi dan Keuangan Pasca-Pilpres”. Setelah Pilpres 2019 dilewati Indonesia dengan cukup baik, menjadi momen yang tepat bagi sektor ekonomi dan keuangan, untuk memercepat pertumbuhannya. Hal tersebut sangat dipentingkan karena dapat dikatakan bahwa, bagaimana pun, banyak pelaku bisnis yang bersikap wait and see terkait Pilpres 2019.

Suryo mengatakan, penghargaan Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019 menjadi satu cara untuk  turut memperkuat kinerja industri keuangan. “Serta mendukung terciptanya stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Stabilitas perekonomian dan sistem keuangan nasional ini, akan dapat tercapai jika industri keuangan, terutama perbankan, asuransi, dan multifinance, memiliki kinerja yang sehat dan layanan yang baik,” kata dia.

Visi Indonesia Maju 2019-2024 yang sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi, mutlak harus didukung oleh semua pihak. Industri di sektor keuangan, terutama pebankan, asuransi, dan multifinance, memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung visi Indonesia Maju.

Sementara, dalam sambutannya saat menjadi keynote speaker di acara puncak penghargaan tersebut, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan sejumlah hal penting. Antara lain, bahwa bagi seluruh pelaku sektor keuangan, tahun 2019 ini atau tahun depan, penuh tantangan. “Hal ini terkait perlambatan ekonomi global,”  sebutnya.

Terkait perlambatan ekonomi global, kata Destry, sebenarnya Indonesia pun bisa mendapatkan peluang dari hal tersebut. Belum lama ini, tingkat suku  bunga acuan BI Rate, kembali diturunkan. BI pun selalu meneruskan implementasi bauran kebijakan makro prudensial, dan lain-lain. “Hal ini bisa memercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, sektor keuangan bisa lebih baik lagi,” tukasnya.

Diharapkan, perlambatan ekonomi global tidak mengganggu ekonomi domestik. Dan penurunan BI Rate merupakan satu cara untuk mendorong ekonomi domestik. “Industri keuangan Indonesia harus menjaga momentum ini. Oleh sebab, tidak banyak negara di dunia saat ini, yang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5%-an seperti Indonesia,” imbuhnya.

Ketua Penyelanggara Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019, M. Lutfi Handayani, mengatakan bahwa  tahapan dan proses penilaian serta penentuan pemenang penghargaan itu, melibatkan sekitar 350 perusahaan keuangan di Indonesia.

Yang menarik di penilaian itu adalah  desk analyisis/research dengan menggunakan metode laba ekonomi plus atau EVA (economic value added). Metode ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana manajemen perusahaan keuangan  berupaya dalam meningkatkan value perusahaannya. Data laporan keuangan 2018, menjadi dasar perhitungan nilai laba ekonomi.

Ada juga penilaian produk bank, asuransi, multifinance yang menggunakan  market research ke publik, di enam kota besar, yakni di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makasar.

“Dengan demikian, semua itu menunjukkan bahwa proses penilaian dan penentuan pemenang dilakukan secara obyektif,” ujar Lutfi.

Dalam proses tersebut, ditemukan sejumlah hal menarik. Salah satunya adalah perlu adanya upaya bersama dari semua pihak, agar seluruh UMKM dapat diedukasi dan dilatih dalam mengelola keuangan usahanya dan dalam mendapatkan pembiayaan.

Tidak sedikit program pembiayaan UMKM yang tidak dapat dimaksimalkan, karena ketidaksiapan UMKM dalam mengajukan atau memenuhi persyaratan pinjaman. Oleh karena itu, sebagian UMKM beralih melakukan pinjaman usaha melalui pinjaman online, dengan bunga yang relatif tidak murah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini cara sederhana untuk atasi kelesuan bisnis
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:54 WIB
Elshinta.com - Untuk menyiasati kelesuhan, Anda harus memperhatikan kompetitor Anda bisnis...
Dear UKM! Jangan terlalu bernafsu buka outlet baru ya…
Kamis, 10 Oktober 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Permodalan itu urusan klasik dan nafsu sebagai pebisnis akan selalu ingin c...
Mengenal risiko bisnis kuliner. Apa saja?
Jumat, 04 Oktober 2019 - 11:44 WIB
Elshinta.com - Bisnis apapun pasti memiliki risiko. Termasuk bisnis kuliner yang umumnya d...
Tingkatkan kualitas, produk cangkul didorong terapkan SNI
Kamis, 03 Oktober 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Guna meningkatan kualitas produk cangkul, Direktorat Jenderal Industri Keci...
Anda boleh membuka cabang, apabila…
Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:49 WIB
Elshinta.com - Gagasan membuka cabang hanya bisa terjadi apabila terlihat pertumbuhan yang...
Salah pilih bisnis, bagaimana solusinya?
Senin, 30 September 2019 - 12:43 WIB
Elshinta.com - Salah memilih bisnis mungkin saja terjadi. Salahnya bisa berupa, misalnya, ...
Persaingan usaha semakin ketat? Ini trik untuk menghadapinya!
Jumat, 27 September 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Secara praktis sebetulnya persaingan usaha itu tidak dapat dihindari. Keung...
Mengenal penyebab gagalnya bisnis online, apa saja?
Selasa, 24 September 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Membangun bisnis secara online harus diapreasiasi sebagai langkah yang tepat. Tampa...
Jika modal usaha habis, ini solusi yang bisa dilakukan
Selasa, 17 September 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Bisnis kadang tak sesuai dengan harapan. Salah strategi, bisa-bisa modal usaha mala...
Manajemen keuangan UKM, kapan sebaiknya diterapkan?
Jumat, 13 September 2019 - 10:38 WIB
Elshinta.com - Salah satu kelemahan UKM adalah terkait manajemen keuangan. Umumnya seringkali para...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)