Penembakan terjadi di Texas Barat, lima orang tewas
Elshinta
Minggu, 01 September 2019 - 16:14 WIB |
Penembakan terjadi di Texas Barat, lima orang tewas
Sumber foto: https://bit.ly/34g3PaD

Elshinta.com - Seorang pria berusia sekitar 30 tahun membunuh empat orang dan melukai 21 lainnya pada Sabtu (31/8) dalam penembakan membabi buta antara Kota Midland dan Odessa di Texas Barat, Amerika Serikat.

Penembakan massal itu, kata pihak berwenang, dimulai dari pemberhentian lampu merah dan berakhir saat si penembak tewas ditembak oleh petugas keamanan.

Menurut polisi, tersangka penembak membajak sebuah mobil pengirim surat dan melepaskan tembakan ke arah para polisi, pengendara motor dan orang-orang yang sedang berbelanja pada akhir pekan Hari Buruh. Setelah itu, ia ditembak hingga tewas di luar kompleks bioskop di Odessa.

Pihak berwenang sebelumnya menyangka ada dua penembak yang mengendarai dua mobil. Namun, Kepala Kepolisian Odessa, Michael Gerke mengatakan dalam acara jumpa pers pada Sabtu (31/8) petang bahwa ia yakin hanya ada satu pelaku.

Penembak tersebut mencuri sebuah mobil pengirim surat dan membuang mobil yang ia kendarai sebelumnya, kata Gerke, dan kemudian mengendarai mobil itu kembali ke arah timur, di antara kejaran polisi.

Mobil penembak lalu menabrak sebuah mobil pembawa peralatan di belakang kompleks bioskop Odessa Cinergy. Di sana, terjadi baku tembak antara dia dengan polisi dan tertembak hingga tewas, menurut Gerke, dilansir dari Antara.

"Medical Center Hospital di Odessa menangani 13 korban, termasuk salah satu di antaranya yang meninggal," kata direktur rumah sakit tersebut, Russel Tippin, kepada para wartawan. (DAL)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pangeran Harry dan Meghan dorong warga Amerika untuk ikut pemilu
Rabu, 23 September 2020 - 20:25 WIB
Pangeran Inggris Harry dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Meghan, telah meminta warga Amerika ...
AS larang TikTok dan WeChat ada di toko aplikasi mulai akhir pekan ini
Sabtu, 19 September 2020 - 11:14 WIB
Pemerintahan Donald Trump pada Jumat waktu setempat mengumumkan bahwa mereka melarang TikTok dan WeC...
Wall Street dibuka merosot, terseret saham teknologi
Jumat, 04 September 2020 - 06:46 WIB
Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, dibuka lebih rendah pada perdagangan hari Kamis pag...
CDC AS: Uji corona tak perlu bagi yang terpapar tanpa gejala
Kamis, 27 Agustus 2020 - 08:48 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan pekan ini bahwa orang-or...
Amerika Latin catat jumlah kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia
Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:25 WIB
Kawasan Amerika Latin pada Selasa (4/8) telah melampaui Eropa sebagai wilayah dengan jumlah kematian...
AS umumkan total 4.649.102 kasus positif COVID-19
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:39 WIB
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) pada Senin (3/8) mengumumkan d...
Gedung Putih pastikan pilpres AS berlangsung 3 November 2020
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:05 WIB
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows pada Minggu (2/8) memastikan pemilihan presiden (pilpres) Amer...
Total COVID-19 AS: 4.601.526 kasus dan 154.002 kematian
Senin, 03 Agustus 2020 - 08:49 WIB
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) pada Minggu (2/8) kembali memu...
Satu orang meninggal setiap satu menit karena COVID-19 di AS
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:58 WIB
Setidaknya satu orang meninggal dunia setiap satu menit akibat COVID-19 di Amerika Serikat pada Rabu...
1.000 kematian akibat COVID-19 terjadi empat hari berturut-turut di AS
Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:25 WIB
Amerika Serikat mencatatkan lebih dari 1.000 kasus kematian akibat COVID-19 selama empat hari bertur...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV