Kiri Kanan
Ini saran BPOM untuk hindari obar kedaluwarsa
Elshinta
Senin, 02 September 2019 - 11:17 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
Ini saran BPOM untuk hindari obar kedaluwarsa
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zGvmnt

Elshinta.com - Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa (KLIK) adalah kunci dan benteng utama pertahanan konsumen agar terhindar dari obat yang berisiko bagi kesehatan.

Dengan Cek KLIK konsumen mempunyai kendali penuh untuk memperhatikan obat dengan seksama sebelum membeli dan mengonsumsinya. Salah satunya untuk mencegah penggunaan obat kedaluwarsa dan memastikan bahwa obat tersebut aman bagi diri dan keluarganya.

Kasus dikonsumsinya obat kedaluwarsa oleh seorang ibu hamil baru-baru ini memberikan sebuah pelajaran penting.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI, Penny K. Lukito, Minggu (1/9), mengatakan, konsumen tentu dapat menggunakan prinsip Cek KLIK sehingga dapat terhindar dari obat yang berisiko bagi kesehatan, salah satunya obat kedaluwarsa. “Setiap obat yang beredar di Indonesia harus memiliki izin edar dari Badan POM yang menjamin keamanan, khasiat, dan mutu dari obat. Selain itu, pada kemasan obat juga mesti tercantum tanggal kedaluwarsa yang berfungsi untuk menunjukkan batas tanggal kestabilan suatu obat,” kata Penny.

Lanjutnya, jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa dapat terjadi perubahan kandungan obat yang mungkin membuat obat mengalami penurunan kadar sehingga khasiat obat dapat berkurang. Hal lain yang mungkin terjadi adalah terurainya obat menjadi zat lain yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Dilansir dari InfoPublik, Senin (2/9) tugas Badan POM terkait pengelolaan obat di pelayanan kefarmasian tertuang dalam Peraturan Badan POM Nomor 4 Tahun 2018 tentang tata cara pengelolaan obat mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, penyerahan, pengembalian, pemusnahan, dan pelaporan.

Dalam hal ini Badan POM melakukan pemantauan, pemberian bimbingan teknis, dan pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kefarmasian. Pengawasan dilakukan secara rutin menggunakan tools sesuai standar yang telah ditetapkan, termasuk didalamnya pengaturan terkait obat kedaluwarsa.

Di sisi lain, pengaturan mengenai Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan melindungi pasien dari penggunaan obat yang tidak rasional.

Standar ini mengatur ruang lingkup dimulai dari pengelolaan sediaan farmasi hingga pelayanan farmasi klinik, dari sumber daya manusia hingga sarana dan prasarananya. Tenaga kesehatan dalam hal ini apoteker bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di puskesmas sesuai dengan standar tersebut.

“Terkait kasus obat kedaluwarsa ini bukanlah tanggung jawab satu atau dua pihak saja. Masyarakat sebagai konsumen pun dapat berperan untuk mencegah terjadinya kasus terkonsumsinya obat kedaluwarsa dengan cara Cek KLIK,” kata Penny.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nge-gym solusi untuk jaga kebugaran tubuh
Minggu, 01 Desember 2019 - 12:03 WIB
Selama ini olahraga kebugaran dipersepsikan identik dengan harga yang relatif mahal dan repot.
Tangkal radikal bebas, konsumsi enam makanan kaya antioksidan ini
Sabtu, 30 November 2019 - 14:28 WIB
Antioksidan adalah komponen atau substansi yang mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. R...
Lions Ride 2019 akan digelar di BSD
Kamis, 28 November 2019 - 18:02 WIB
Tahun ini akan digelar Lions Ride merupakan program peduli diabetes dengan mengajak masyarakat lomba...
Waspada, rokok bisa picu mata bayi katarak
Kamis, 28 November 2019 - 16:42 WIB
Bagi Anda perokok aktif hendaknya saat ini mulai waspada karena aktivitas menghisap tembakau itu bi...
Waspada! Pencemaran udara tingkatkan risiko terkena glaukoma
Kamis, 28 November 2019 - 10:16 WIB
Sebuah studi dari UCL di Inggris menyatakan bahwa orang yang tinggal di kawasan dengan pencemaran ud...
Pascawabah Hepatitia A Dinkes Depok masih berlakukan Status KLB
Selasa, 26 November 2019 - 19:37 WIB
Pascawabah Hepatitis A di SMPN 20 Kota Depok, Jawa Barat, sekolah terpaksa meliburkan selama tiga ha...
Tim gabungan Dinkes Magelang renovasi rumah penderita TB
Selasa, 26 November 2019 - 16:15 WIB
Tim gabungan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Magelang, Jawa Tengah mendatangi rumah seorang pasien Tuber...
2019, tercatat 138 orang menderita HIV/AIDS di Bojonegoro
Selasa, 26 November 2019 - 14:08 WIB
Tahun 2019 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tercatat ada 138 penderita HIV/AIDS. Jumlah tersebut ...
Vaksinasi, cara hindari gangguan influenza selama musim liburan
Selasa, 26 November 2019 - 11:09 WIB
Ketua Indonesia Influenza Foundation Cissy B. Kartasasmita di acara Media Briefing World Flu Day 201...
 Hari Kesehatan Nasional, pelajar di Banjarmasin cuci tangan massal
Senin, 25 November 2019 - 07:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan  Ptovinsi Kalimantan Selatan Muslim, mengatakan sebanyak lima ratus siswa-s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)