Palembang mulai dikepung kabut asap
Elshinta
Rabu, 04 September 2019 - 14:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Palembang mulai dikepung kabut asap
Palembang mulai dikepung kabut asap. Foto: Adi Asmara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan sejak beberapa bulan terakhir mulai terasa dampaknya, tidak hanya menyebabkan kekeringan, namun juga terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Sumsel hingga menyebabkan kabut asap.

Pantauan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Rabu (4/9) kabut asap tebal mulai mengepung wilayah Sumsel terutama sangat terasa di kota Palembang, hal itu diperkirakan karena dampak kebakaran lahan karena kondisi kekeringan yang terjadi belakangan ini.

Akibat kabut asap yang terjadi tersebut, selain berpengaruh terhadap jarak pandang, juga berdampak terhadap kesehatan karena kabut asap menyebabkan bau menyengat.

Di seputaran Jembatan Ampera, pengguna kendaraan roda dua terlihat menggunakan masker untuk menghindari bau menyengat dari kabut asap tersebut, begitu pula di sejumlah sekolah terlihat anak-anak sekolah dan orangtua  yang mengantarkan anaknya ke sekolah juga menggunakan masker.

Selain itu, kabut asap yang tebal juga membuat jarak pandang mulai terbatas, terutama untuk arus lalulintas di atas perairan sungai musi. Untuk itu diimbau untuk tetap berhati-hati dan jaga jarak pandang serta jarak kendaraan.

Sebagai catatan, beberapa wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan di Sumsel setiap musim kemarau adalah, Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nelayan di Gunung Kidul diimbau tidak melaut karena gelombang tinggi
Selasa, 26 Mei 2020 - 10:19 WIB
Tim pencarian dan penyelamatan Satuan Perlindungan Masyarakat Wilayah II Kabupaten Gunung Kidul, Dae...
Pemkot Samarinda tetapkan status tanggap darurat banjir
Selasa, 26 Mei 2020 - 09:45 WIB
Pemerintah Kota Samarinda telah menerbitkan surat keputusan penetapan status keadaan tanggap darurat...
30.894 warga Samarinda terdampak banjir
Senin, 25 Mei 2020 - 15:25 WIB
Sebanyak 30.894 jiwa (warga) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga Lebaran kedua ini masih terdam...
Warga terdampak banjir di Samarinda mulai mengungsi
Senin, 25 Mei 2020 - 12:50 WIB
Para korban banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman, ak...
Gempa tektonik magnitudo 5,5 melanda Maluku Barat Daya
Sabtu, 23 Mei 2020 - 11:10 WIB
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,5  melanda kawasan Maluku Barat Daya, Maluku, Sabtu (23/5) p...
Pengungsi Balekambang pulang ke rumah setelah banjir surut
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:29 WIB
Ratusan pengungsi di Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai kembali ke rumah merek...
128 warga Balekambang mengungsi dengan protokol PSBB akibat banjir
Selasa, 19 Mei 2020 - 08:26 WIB
Sebanyak 128 jiwa warga Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungsi denga...
Selasa pagi, banjir rendam 17 RW di Jaktim dan sebagian Jaksel
Selasa, 19 Mei 2020 - 06:53 WIB
Sebanyak 17 wilayah rukun warga (RW) di Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Selatan terendam banjir a...
Banjir bandang terjang Kabupaten Aceh Tengah
Kamis, 14 Mei 2020 - 06:23 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, telah terjadi bencana alam banjir bandang di De...
Jembatan ruas penghubung Banten-Jawa Barat kembali terputus
Rabu, 13 Mei 2020 - 16:13 WIB
Jembatan ruas jalan penghubung Provinsi Banten dan Jawa Barat yang melintasi kawasan hutan konservas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV