Pemprov Jabar akan latih anak desa jadi Youtubers seperti Atta Halilintar
Elshinta
Kamis, 05 September 2019 - 13:16 WIB |
Pemprov Jabar akan latih anak desa jadi Youtubers seperti Atta Halilintar
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil. Sumber Foto: https://bit.ly/2lzxwlj

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melatih kreativitas anak di pedesaan dengan ilmu teknologi informasi terkini agar bisa menguasai ekonomi kreatif seperti seorang influencer contohnya Atta Halilintar.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil seusai menjadi narasumber pada Indonesia Creative Cities Festival di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (5/9).

"Sekarang itu ada ekonomi kreatif yang namanya konten (di media sosial). Itu ada yang namanya Youtubers seperti Atta Hallintar dan Youtubers lainnya. Itu adalah contoh anak muda yang meraih kesejahteraan, kemakmuran dari kreativitas," kata Gubernur yang biasa disapa Emil.

Ia menyontohkan dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi informasi ada tiga anak desa asal Jawa Tengah (Jateng) yang berhasil membuat konten di sosial media hingga dibuatkan sebuah program acara di salah satu televisi swasta nasional.

"Itu kan luar biasa, tinggal dilatih di semua desa-desa. Kemudian dengan teknologi desa digital bisa upload sehingga disukai dan jumlah konten banyak dan variatif sehingga ada poin income. Ujung-ujung kalau berhasil seperti Atta Hallintar," ujarnya.

Poin utama melatih anak-anak di pedesaan seperti Atta Halilintar, kata dia, ialah membangun kreativitas generasi muda dengan memanfaatkan konten di media sosial hingga menghasilkan pendapatan luar biasa.

"(Yang melatih anak-anak desa) sudah ada, kita ada kerja sama dengan Hello Motion. Itu sekolah animasi dan film, nanti kalau sudah launching saya kabarin ya," tandasnya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
MPR: Pancasila wajib masuk kurikulum semua jenjang pendidikan
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyebut P...
Kemdikbud siapkan ekosistem pendidikan berbasis digital
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan ekosistem pend...
Perkuat ekonomi di era 4.O, UP berkolaborasi dengan 6 perguruan tinggi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Universitas Pancasila (UP) berkolaborasi dengan enam perguruan tinggi nasio...
Penanaman Pancasila perlu dimulai sejak PAUD
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com - Pembinaan Pancasila, kebangsaan, dan keagamaan perlu dilakukan sejak anak-a...
Lembaga Administrasi Negara gelar uji publik sekolah kader
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:18 WIB
Elshinta.com - Plt Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajeri...
Rektor UINSU: Dari pesantren kampung menuju kelas internasional
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Menyongsong HUT ke-46 IAIN/UINSU terus berbenah dari sisi kuantitas maupun ...
Dies Natalis Unas ke-70, berkarya dan berprestasi
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Memasuki usia genap 70 tahun, Universitas Nasional (Unas) secara sungguh-sungguh...
PTNBH motor perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia
Senin, 14 Oktober 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Rektor UI Prof. Anis mengatakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)...
Kutuk penusukan Wiranto, UNMA tolak dikaitkan dengan radikalisme
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Jend TNI (Purn) Wiranto menunjukkan b...
Universitas Trisakti wisuda 2.325 lulusan terbaiknya
Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Universitas Trisakti (Usakti) menggelar wisuda Doktor, Magister, Spesialis,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV