Ancaman resesi ekonomi global, Pengamat: Pertumbuhan ekonomi RI 2019 sekitar 4,5-4,8 persen
Elshinta
Kamis, 05 September 2019 - 17:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Dewi Rusiana
Ancaman resesi ekonomi global, Pengamat: Pertumbuhan ekonomi RI 2019 sekitar 4,5-4,8 persen
Analis ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra. Foto: https://bit.ly/2k4nE2w/Elshinta.com.

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri dan pejabat ekonomi, kemarin Rabu (4/9/2019). Agenda dalam rapat terbatas (ratas) adalah mengantisipasi perkembangan perekonomian dunia.

Saat membuka ratas di Kantor Presiden, Jakarta Pusat,  Jokowi mengatakan Indonesia harus sedia payung sebelum hujan, yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya resesi.

Sebagaimana diketahui, ancaman resesi ekonomi global saat ini menghantui seluruh dunia. Benarkah akan terjadi resesi? Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Analis ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra berpendapat, gejala resesi dunia semakin tampak saat mulai banyak negara, terutama di Eropa, yang memasang suku bunga negatif. Dengan demikian, yield surat utangnya banyak yang negatif juga.

Sederhananya, kata Gede, kalau kita beli surat utang mereka, termasuk Jepang (yang sudah lebih awal menerapkan negative interest rate), maka investasi kita malah rugi termakan bunga negatif.

Agresivitas Trump dalam meningkatkan eskalasi perang dagang dengan Tiongkok mengkhawatirkan banyak investor, karena kekuatan ekonomi perdagangan AS dan Tiongkok adalah yang terbesar pertama dan kedua di dunia.

Menurut Gede, dunia industri Tiongkok pun terpukul, growth diramalkan akan jatuh ke kisaran 5 persen. Permintaan bahan baku dan energi untuk industri Tiongkok pun ikut berkurang- akibatkan harga komoditi semakin anjlok.

“Akibatnya, negara yang masih gantungkan devisanya pada ekspor komoditi mentah, seperti Indonesia, akan terpukul pada sisi ekspor. Percepatan deindustrialisasi juga terus terjadi. Pendapatan pajak pun semakin berkurang,” kata Gede Sandra dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (5/9).

Growth Indonesia, sambung Gede, kemungkinan akan jatuh ke kisaran 4,5-4,8 di akhir tahun 2019. Tentu dengan catatan: Bila tidak ada langkah terobosan untuk memacu perekonomian.

Defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini yang ukurannya melebihi tahun 1997, adalah yang terburuk di kawasan Asia Tenggara. Jadi mata uang Rupiah rentan terhadap spekulasi dari pemain pasar uang, relatif dari mata-mata uang sekawasan.

Separuh utang swasta nasional dalam valas, jadi kondisinya sangat rentan terhadap pelemahan Rupiah. Sehingga berkontribusi mengurangi growth juga.

“Hanya awan gelap yang terlihat di atas perekonomian Indonesia. Akibatnya para investor bukannya datang ke Indonesia, tapi memilih datang ke negara-negara yang growth nya lebih tinggi, seperti Vietnam,” papar Gede.

Akibatnya para investor bukannya datang ke Indonesia, tapi memilih datang ke negara-negara yang growth nya lebih tinggi, seperti Vietnam.

Masalah ekonomi yang ada saat ini, kata Gede, terlalu pelik dan berlarut-larut. Ini bukan tahun 2007-2008 yaitu saat harga komoditi masih sangat tinggi. Tidak berlaku di tahun 2019 ini.

Sementara itu, demi menjaga ketertiban pengembalian bunga dan pokok utang kepada kreditor, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Darmin Nasution mengorbankan subsidi untuk konsumen listrik 900kva dan subsidi BPJS.  “Akan banyak warga hampir miskin menjadi warga miskin,” paparnya.

“Sudah kita kira sejak jauh hari, pasti jalan austerity policy yang diambil SMI dan Darmin. Bukannya memompa ekonomi, dengan mengalirkan sumber daya ke masyarakat, rumus kebijakan SMI dan Darmin malah membuat masyarakat kelas bawah tercekik akibat naiknya harga listrik dan iuran BPJS.”

Anehnya, lanjut Gede, di tengah resesi, pemerintah malah memilih mengorbankan rakyat. “Kita belum lagi melihat kemarahan rakyat korban austerity policy,” tandas Gede Sandra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkominfo sebut aturan IMEI berpotensi tambah kas negara Rp2 triliun
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut aturan registrasi nomor Intern...
Rupiah akhir pekan diperkirakan akan menguat
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pe...
UKM Pangan Award 2019: Mendag dorong UKM Indonesia mendunia
Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan Usaha Kecil Menengah (UK...
Kemendag dan Kementan teken nota kesepahaman pengembangan ekspor produk organik
Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian menandatangani nota kesep...
IHSG naik tipis pada awal perdagangan hari ini 
Jumat, 18 Oktober 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan, Jumat (18...
Transaksi capai Rp3,5 miliar, pelabuhan perikanan di Aceh butuh ATM
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyebutkan perputaran uan...
Rupiah menguat ke Rp 14.143 per dolar AS pada Jumat pagi 
Jumat, 18 Oktober 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan yang terjadi kemarin. Jumat (18/10) puk...
Pakar ITB: Solar ber-CN tinggi tingkatkan performa mesin
Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:26 WIB
Elshinta.com - Masyarakat konsumen pengguna kendaraan mesin diesel diharapkan memakai Baha...
Menkeu sebut banyak negara alami penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi
Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini banyak negara yang me...
Rupiah Kamis sore menguat seiring penantian pasar terhadap susunan kabinet baru 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (1...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV