Dampak karhutla, 3.937 warga Dumai kena ISPA
Elshinta
Kamis, 05 September 2019 - 18:49 WIB |
Dampak karhutla, 3.937 warga Dumai kena ISPA
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2kwdMi3

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau, menyebut 3.937 warganya mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kualitas udara tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Dumai, Hafidz Permana di Dumai, Kamis (5/9). 

Hafidz mengatakan pendataan jumlah warga dewasa dan anak terserang sakit akibat asap berdasarkan kunjungan di semua fasilitas kesehatan atau Puskesmas yang tersebar di tujuh kecamatan daerah ini selama Agustus 2019.

Dijelaskannya, memasuki September ini, jumlah kunjungan pasien ISPA sudah mencapai 813 orang, dengan rata-rata 150 hingga 200 orang berobat guna mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini, Dinkes Dumai sudah membagikan 100 ribu masker ke 10 Puskesmas untuk mengantisipasi dampak lebih buruk atau makin banyak orang terganggu kesehatannya.

"Seluruh Puskesmas di tujuh kecamatan sudah diarahkan segera menyebar masker karena kita lihat udara diselimuti asap dan bisa membahayakan kesehatan," katanya, seperti dikutip Antara.

Lanjut Hafidz, kualitas udara Kota Dumai dalam sebulan terakhir terus dicemari kabut asap atau jerebu sisa pembakaran lahan, terutama di kawasan pinggir dan rawan, seperti di Kecamatan Bukit Kapur dan Medang Kampai, sedang di perkotaan tampak tipis.

Dinkes juga merekomendasikan kondisi tidak baik kualitas udara ini ke Dinas Pendidikan setempat agar sekolah menyesuaikan proses belajar mengajar anak didik dan tidak terpapar asap. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sudah ada hujan, kabut asap masih selimuti Palembang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 06:47 WIB
Elshinta.com - Meski sudah turun hujan namun kondisi tersebut belum terlalu berpengaruh te...
Gempa M 5,6 guncang wilayah Melonguane Sulut
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gemba...
Lahan perkebunan 10 hektare di Wongsorejo terbakar
Rabu, 16 Oktober 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Lahan perkebunan Randu Mas seluas 10 hektare di kawasan Kecamatan Wongsorejo Ban...
Bencana megathrust ancam 10 kecamatan di Lumajang
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Ka...
Lahan di Subang terbakar akibat puntung rokok
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Diduga akibat ada yang membuang puntung rokok sembarangan, lahan seluas lim...
Gempa M 5,9 guncang Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, belum ada laporan kerusakan
Selasa, 15 Oktober 2019 - 09:08 WIB
Elshinta.com - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik, mag...
Jumlah titik panas masih fluktuatif, masyarakat diimbau tetap waspada kabut asap
Selasa, 15 Oktober 2019 - 08:57 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat u...
Gempa M 5,9 guncang Enggano Bengkulu, tidak berpotensi tsunami
Selasa, 15 Oktober 2019 - 06:06 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo 5,9 terjadi di sekitar wilayah Enggano Bengkulu, Selasa (...
Polres bersama BEM Univet bantu air bersih untuk warga Sukoharjo
Senin, 14 Oktober 2019 - 18:25 WIB
Elshinta.com - Berbagai pihak masih berupaya mengatasi krisis air bersih akibat kemarau di...
Makin banyak warga Kulon Progo kesulitan air bersih
Minggu, 13 Oktober 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV