Mendag sebut penyelesaian perundingan RCEP positif untuk ASEAN
Elshinta
Selasa, 10 September 2019 - 12:46 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Mendag sebut penyelesaian perundingan RCEP positif untuk ASEAN
Mendag sebut penyelesaian perundingan RCEP positif untuk ASEAN. Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa penyelesaian perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Patnership/RCEP) akan membawa dampak positif bagi peningkatan nilai perdagangan dan investasi di kawasan ASEAN, khususnya bagi Indonesia.

Untuk itu, Mendag seusai menghadiri Pertemuan Menteri RCEP ke-7 di Bangkok, Thailand, menegaskan konklusi perundingan RCEP harus dipastikan tercapai pada November 2019.

“Dengan diselesaikannya perundingan RCEP tahun ini, dapat memberikan sinyal positif terhadap kepastian dan stabilitas perkembangan pasar dunia yang diharapkan akan meningkatkan nilai perdagangan dan investasi di kawasan RCEP, khususnya bagi Indonesia,” ujar Mendag yang bertindak sebagai Koordinator Negara RCEP dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9).

Mendag menggarisbawahi kembali tentang kekuatan perundingan RCEP yang merupakan pakta regional terbesar dunia, sehingga konklusinya akan signifikan bagi perekonomian dunia, dimana RCEP mencakup 47,4 persen populasi dunia, 32,2 persen ekonomi global, 29,1 persen perdagangan global, dan 32,5 persen arus investasi global.

Menurut Mendag, setelah tujuh tahun berunding, perundingan RCEP saat ini berada di titik `point of no return`. Mendag menegaskan penyelesaiannya pada tahun ini sangat mendesak, apabila tidak, perundingan RCEP akan kehilangan momentum penting yang dapat mendorong perubahan dan kemajuan perekonomian dunia. 

Tekanan perdagangan dunia saat ini semakin mengarah pada aksi tidak sehat, yaitu `retaliasi`. Apabila perundingan ini dapat diselesaikan pada tahun ini, maka diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kondisi perlambatan ekonomi, proteksionisme, dan sentimen anti perdagangan.

“Para Menteri RCEP telah membahas langkah dan strategi penyelesaian atas sejumlah isu penting dan fundamental yang harus dicakup dalam Perjanjian RCEP, namun sulit disepakati keenambelas Negara Peserta RCEP. Salah satunya yaitu penemuan solusi menghadapi 1 atau 2 negara yang memiliki posisi yang banyak memiliki perbedaan dengan negara mayoritas (outlier),” tegas Mendag.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Filipina selidiki kasus terduga virus korona pada bocah lima tahun 
Selasa, 21 Januari 2020 - 19:45 WIB
Pemerintah Filipina tengah menjalankan penyelidikan atas dugaan kasus virus korona yang menimpa seor...
Duh! TKI asal Trenggalek terancam hukuman mati di Malaysia
Rabu, 08 Januari 2020 - 19:58 WIB
Seorang tenaga kerja wanita Indonesia asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur tengah terancam hukuman ...
Menhan RI-Filipina tingkatkan kerjasama pertahanan 
Jumat, 27 Desember 2019 - 13:56 WIB
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Filipina untuk bertemu Menteri Pertaha...
Pekerja migran keluhkan sistem kerja kontrak
Kamis, 12 Desember 2019 - 19:35 WIB
Dalam kunjungan kerjanya ke Malaysia, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menemui para pekerja migr...
10 orang tewas akibat Topan Kammuri di Filipina
Rabu, 04 Desember 2019 - 12:59 WIB
Badan bencana setempat menyatakan jumlah korban tewas akibat topan yang melanda provinsi-provinsi di...
Antisipasi badai Kammuri, KBRI minta kontingen Indonesia hindari aktivitas di luar ruangan
Selasa, 03 Desember 2019 - 12:37 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Fililpina di Manila meminta seluruh kontingen Indonesia yan...
Hujan angin paksa panitia turunkan bendera kontingen SEA Games
Selasa, 03 Desember 2019 - 11:13 WIB
Panitia SEA Games 2019 terpaksa menyelamatkan bendera peserta olahraga tersebut menyusul hujan diser...
Menhan tegaskan ASEAN harus jadi penyeimbang kawasan Indo-Pasifik
Minggu, 17 November 2019 - 21:30 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan, ASEAN harus dapat menjadi penyeimbang dan penghubun...
Di KTT, Presiden Jokowi tolak pengiriman limbah bahan berbahaya dan beracun
Selasa, 05 November 2019 - 06:35 WIB
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 Asia Timur atau KTT Eats Asia Summit, Presiden Joko Widodo mem...
Presiden Jokowi: Indonesia siap berkontribusi dalam pencapaian SDGs ASEAN
Selasa, 05 November 2019 - 06:23 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia, yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)