Tahukah Moms, betapa bahayanya jika membiarkan anak pakai `make up`
Elshinta
Minggu, 15 September 2019 - 12:24 WIB |
Tahukah Moms, betapa bahayanya jika membiarkan anak pakai `make up`
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2lR3CZX

Elshinta.com - Dulu, anak-anak perempuan mungkin pernah berpura-pura memakai riasan dengan mainan, atau diam-diam memakai lipstik milik ibu. ​​Namun, kini banyak anak kecil sudah tak asing dengan make up, bahkan pandai berdandan, dan memamerkan keahliannya di media sosial.

Walau beauty vlogger cilik sudah banyak bermunculan, orangtua sebaiknya tidak serta merta membiarkan buah hati bermain-main dengan make up terlalu dini.

Dilansir CNA, ada beberapa alasan medis mengapa make up tidak bagus saat terpapar pada anak kecil.

Menurut dokter Lynn Chiam, pakar kulit dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic, kulit anak lebih tipis sehingga fungsi penghalangnya tidak sebesar kulit orang dewasa.

Fungsi kulit sebagai penghalang merujuk pada kemampuannya menjaga kelembapan dan melindungi tubuh dari elemen yang merusak, sehingga "kulit anak lebih rentan terhadap bahan yang mengiritasi."

Jika terpapar bahan kimia dalam make up yang bisa menyebabkan kulit kering, merah, gatal dan iritasi, kulit anak bisa jadi lebih sensitif pada hal lain, seperti air, sabun, keringat dan panas.

Proses yang penting dalam memakai make up adalah membersihkannya secara menyeluruh sehingga kulit bisa kembali "bernafas". Bila anak tidak membersihkan make up secara optimal, pori-porinya bisa tersumbat dan berujung pada jerawat.

Bagaimana dengan sedikit lip gloss dan pemulas pipi?

Dokter menegaskan riasan bisa berujung pada dermatitis pada kulit dan bibir, menyebabkan merah-merah dan gatal. Anak bisa terkena iritasi meski kuantitasnya sedikit.

Dokter menyarankan agar orangtua menunggu hingga anak berusia 16 tahun sebelum memberinya izin berdandan.

Tapi jika anak punya kegiatan yang mengharuskannya berdandan, misalnya untuk pentas tari, dia merekomendasikan riasan berbabahan dasar bedak yang pada umumnya tidak terlalu mengiritasi kulit seperti riasan liquid.

Hal serupa berlaku pada cat rambut. Jika anak merengek-rengek ingin rambutnya diwarnai, orangtua harus mengingat bahwa kulit kepala anak lebih sensitif dan rambutnya pun lebih halus.

Proses bleaching rambut sebaiknya baru dilakukan setelah anak puber, setidaknya 16 atau 17 tahun, seperti dikutip Antara.

Bila memang terpaksa, pakailah pewarna non-permanen yang mudah luntur dalam bentuk semprotan dan kapur. Pewarna ini tidak meresap seperti cat rambut, tapi hanya ada di permukaan.

Bagaimana dengan cat kuku?

Bahan-bahan kimia dalam cat kuku membuat orangtua harus menahan diri untuk tidak membiarkan buah hati mewarnai kukunya, terutama bila si anak punya kebiasaan menggigit kuku atau makan dengan tangan.

Jika orangtua memberi izin, dokter merekomendasikan untuk tidak berlama-lama membiarkan cat kuku itu ada di tangan anak, setidaknya tidak lebih dari sepekan. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penyebab risiko kena osteoartritis lutut jadi lebih tinggi
Sabtu, 11 Juli 2020 - 12:39 WIB
Sebuah studi baru-baru ini menemukan, beberapa aktivitas tertentu lebih rentan menyebabkan seseorang...
Begini cara memilih alpukat yang sudah matang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:39 WIB
Mengetahui kematangan alpukat hanya dari warna kulitnya itu gampang-gampang susah. Ada kalanya dagin...
Tetap cantik ketika hamil, intip gaya fashion Cella Vanessa
Senin, 06 Juli 2020 - 09:08 WIB
Kehamilan seharusnya tidak menghambat seorang perempuan untuk tetap tampil menawan. Meski berat bada...
Pria berpotensi trauma setelah istri melahirkan
Minggu, 28 Juni 2020 - 12:38 WIB
Proses persalinan dapat menciptakan pengalaman traumatis atau dikenal dengan istilah Post-natal Post...
Tips dokter agar anak terbiasa makan sayur
Rabu, 24 Juni 2020 - 13:26 WIB
Orang tua perlu mengenalkan anak hal baik secara konsisten agar dia terbiasa melakukannya di masa de...
Perlengkapan bayi ini sebaiknya sudah dimiliki sebelum persalinan
Jumat, 19 Juni 2020 - 15:25 WIB
Dalam masa kehamilan khususnya anak pertama, para calon ibu biasanya mencari referensi mengenai bara...
Kesalahan olah bawang putih hingga brokoli
Jumat, 12 Juni 2020 - 11:13 WIB
Ada sederet makanan yang menyehatkan untuk tubuh dan manfaat ini bisa hilang jika Anda salah mengola...
Kembali ke kantor, cara bersihkan dan disinfeksi perangkat elektronik
Minggu, 31 Mei 2020 - 15:26 WIB
Setelah cukup lama memberlakukan bekerja dari rumah (WFH), sebagian perkantoran mulai meminta karyaw...
Puasa Syawal bagus untuk sistem cerna adaptasi usai Ramadan
Selasa, 26 Mei 2020 - 12:10 WIB
Melakukan puasa di bulan Syawal bisa menjadi solusi bagus untuk sistem pencernaan Anda menyesuaikan ...
Lebaran usai, ini tips sehat dari pakar gizi
Senin, 25 Mei 2020 - 13:11 WIB
Ramadan sudah usai dan hari begitu juga Lebaran yang artinya pola makan Anda kembali ke normal, term...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV