Banner imlek 2020 Banner imlek 2020
Tahukah Moms, betapa bahayanya jika membiarkan anak pakai `make up`
Elshinta
Minggu, 15 September 2019 - 12:24 WIB |
Tahukah Moms, betapa bahayanya jika membiarkan anak pakai `make up`
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2lR3CZX

Elshinta.com - Dulu, anak-anak perempuan mungkin pernah berpura-pura memakai riasan dengan mainan, atau diam-diam memakai lipstik milik ibu. ​​Namun, kini banyak anak kecil sudah tak asing dengan make up, bahkan pandai berdandan, dan memamerkan keahliannya di media sosial.

Walau beauty vlogger cilik sudah banyak bermunculan, orangtua sebaiknya tidak serta merta membiarkan buah hati bermain-main dengan make up terlalu dini.

Dilansir CNA, ada beberapa alasan medis mengapa make up tidak bagus saat terpapar pada anak kecil.

Menurut dokter Lynn Chiam, pakar kulit dari Children & Adult Skin Hair Laser Clinic, kulit anak lebih tipis sehingga fungsi penghalangnya tidak sebesar kulit orang dewasa.

Fungsi kulit sebagai penghalang merujuk pada kemampuannya menjaga kelembapan dan melindungi tubuh dari elemen yang merusak, sehingga "kulit anak lebih rentan terhadap bahan yang mengiritasi."

Jika terpapar bahan kimia dalam make up yang bisa menyebabkan kulit kering, merah, gatal dan iritasi, kulit anak bisa jadi lebih sensitif pada hal lain, seperti air, sabun, keringat dan panas.

Proses yang penting dalam memakai make up adalah membersihkannya secara menyeluruh sehingga kulit bisa kembali "bernafas". Bila anak tidak membersihkan make up secara optimal, pori-porinya bisa tersumbat dan berujung pada jerawat.

Bagaimana dengan sedikit lip gloss dan pemulas pipi?

Dokter menegaskan riasan bisa berujung pada dermatitis pada kulit dan bibir, menyebabkan merah-merah dan gatal. Anak bisa terkena iritasi meski kuantitasnya sedikit.

Dokter menyarankan agar orangtua menunggu hingga anak berusia 16 tahun sebelum memberinya izin berdandan.

Tapi jika anak punya kegiatan yang mengharuskannya berdandan, misalnya untuk pentas tari, dia merekomendasikan riasan berbabahan dasar bedak yang pada umumnya tidak terlalu mengiritasi kulit seperti riasan liquid.

Hal serupa berlaku pada cat rambut. Jika anak merengek-rengek ingin rambutnya diwarnai, orangtua harus mengingat bahwa kulit kepala anak lebih sensitif dan rambutnya pun lebih halus.

Proses bleaching rambut sebaiknya baru dilakukan setelah anak puber, setidaknya 16 atau 17 tahun, seperti dikutip Antara.

Bila memang terpaksa, pakailah pewarna non-permanen yang mudah luntur dalam bentuk semprotan dan kapur. Pewarna ini tidak meresap seperti cat rambut, tapi hanya ada di permukaan.

Bagaimana dengan cat kuku?

Bahan-bahan kimia dalam cat kuku membuat orangtua harus menahan diri untuk tidak membiarkan buah hati mewarnai kukunya, terutama bila si anak punya kebiasaan menggigit kuku atau makan dengan tangan.

Jika orangtua memberi izin, dokter merekomendasikan untuk tidak berlama-lama membiarkan cat kuku itu ada di tangan anak, setidaknya tidak lebih dari sepekan. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Benarkah diet ketat bisa membunuh lebih cepat dari obesitas
Minggu, 19 Januari 2020 - 18:12 WIB
Obesitas memang dapat membunuh seseorang seiring meningkatnya dengan risiko terkena penyakit mematik...
Perhatikan tanda anak Anda alami stres
Minggu, 19 Januari 2020 - 15:49 WIB
Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres. Hanya saja, seringkali stres ini tak di...
 Agar mandi jadi menyenangkan untuk anak
Minggu, 12 Januari 2020 - 11:59 WIB
Terkadang, mandi menjadi kegiatan tak disukai sebagian anak, entah karena cuaca agak dingin, malas a...
Malas ganti celana dalam, ini akibatnya
Rabu, 08 Januari 2020 - 16:47 WIB
Waktu luang yang dihabiskan di rumah bisa membuat rasa malas melanda, termasuk malas mandi dan mengg...
PP Pagar Nusa beri penghargaan pemenang lomba foto jurnalistik
Rabu, 08 Januari 2020 - 12:35 WIB
Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengumumkan nama-nama pemenang lomba dan pame...
Jadi tren di Malaysia, minuman boba ini hadir di Indonesia
Minggu, 05 Januari 2020 - 16:01 WIB
Prospek bisnis minuman di Tanah Air terus meroket dan tengah menjadi primadona. Hal ini terlihat den...
I-PLAN Food Design Challenge 2019 untuk bantu tanggulangi stunting dan anemia
Senin, 16 Desember 2019 - 11:57 WIB
I-PLAN Food Design Challenge, kompetisi tingkat nasional dalam bidang inovasi bisnis untuk meningkat...
Ekspedisi Merah Putih akan jajal kejamnya Gunung Hkakabo Razi di Myanmar
Kamis, 12 Desember 2019 - 16:07 WIB
Ekspedisi besar dengan tantangan tingkat tinggi itu berupa pendakian ke Gunung Hkakabo Razi (baca: K...
Polimedia Fashion Festival 2019, mengajak lestarikan lingkungan melalui fashion kreatif
Sabtu, 23 November 2019 - 17:31 WIB
Mahasiswa mengajak melestarikan lingkungan melalui fashion kreatif
Ganjar targetkan Borobudur Marathon jadi event terbaik di Indonesia
Minggu, 17 November 2019 - 19:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menargetkan agar acara Borobudur Marathon menjadi event terbaik ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV