Cegah karhutla, BPPT tawarkan inovasi BioPeat
Elshinta
Selasa, 17 September 2019 - 11:37 WIB |
Cegah karhutla, BPPT tawarkan inovasi BioPeat
Pupuk hayati BioPeat. Sumber foto: https://bit.ly/2kEA9SP

Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi BioPeat untuk menyuburkan lahan gambut sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan agar dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"BPPT ingin petani untuk berhenti membakar lahan. Dengan adanya inovasi BioPeat kami harap mampu menggantikan budaya membakar lahan," ujar Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (17/9).

BPPT masih melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menciptakan hujan buatan dalam penanganan karhutla di sejumlah provinsi di Indonesia, seperti Riau dan Kalimantan Barat.

BioPeat merupakan pupuk hayati yang dapat dimanfaatkan pada lahan gambut, tanpa dibakar, untuk pertanian dan perkebunan. Lahan gambut tropis mengandung asam organik yang tinggi dan memiliki unsur pH rendah, sehingga dengan aplikasi pupuk hayati BioPeat itu, maka unsur pH dapat ditingkatkan.

Diketahui, aplikasi pupuk hayati BioPeat pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah dari semula rata-rata pH 3,9 menjadi sekitar pH 5. Dengan meningkatnya pH tanah gambut, maka peluang mikroba penyubur tanah lainnya yang dapat bertahan hidup di lingkungan tanah gambut juga ikut meningkat sehingga tanah gambut menjadi lebih subur. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengintip teknologi yang dibenamkan didalam KTP-el
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Hingar-bingar kasus KTP-el yang melibatkan para petinggi negara dan unsur swasta...
Pemerintah ajak masyarakat bijak gunakan medsos
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlin...
Kemendikbud nilai teknologi hanya alat capai tujuan pendidikan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa teknologi hanya ...
Palapa Ring diprediksi tumbuhkan unicorn baru
Selasa, 15 Oktober 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Asisten Deputi Telematika dan Utilitas Kementerian Koordinator Perekonomian Eddy...
Palapa Ring bukan untuk ujaran kebencian dan hoaks
Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian proyek infrastruktur jaringan...
Resmikan Palapa Ring, Presiden: Dunia telah berubah dari analog ke digital
Senin, 14 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) Senin (14/10) hari ini meresmikan Palapa Ring di Istana...
Kapak corong perunggu ditemukan di Situs Bobu Uriyeng di Papua
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:18 WIB
Elshinta.com - Kapak corong yang terbuat dari perunggu ditemukan di Situs Bobu Uriyeng, Ka...
Ekskavasi Balai Arkeologi Papua temukan Obsidian di Situs Yomokho Jayapura
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Ekskavasi dari Balai Arkeologi Papua di Situs Yomokho, Kampung Dondai, Dist...
Riset LIPI: Rumput laut hijau kuatkan imun tubuh balita
Senin, 14 Oktober 2019 - 12:49 WIB
Elshinta.com - Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa-masa penting pertumbuhan anak....
30 perguruan tinggi se-Indonesia ikuti KKCTBN 2019 
Jumat, 11 Oktober 2019 - 19:55 WIB
Elshinta.com - Sekitar 63 tim dari 30 perguruan tinggi mengikuti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV