Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad gelar donor darah di perbatasan RI-PNG
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 15:24 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad gelar donor darah di perbatasan RI-PNG
Istimewa. Foto: Redaksi Elshinta

Elshinta.com - Dalam rangka memperingati hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-74 pada 17 September, Satgas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Pamtas RI-PNG) Yonif Mekanis Raider411/Pandawa Kostrad menggelar aksi kemanusiaan donor darah.

Kegiatan yang bertujuan untuk membantu mencukupi kebutuhan stok darah di PMI Kabupaten Merauke, di Lapangan Futsal ACP 1, Distrik Ulilin, Merauke, Selasa (17/9), bekerjasama dengan PMI Kabupaten Merauke, PT ACP-APM, dan Bank Mandiri KCP Merauke dengan tema "Setetes Darahmu Selamatkan Sejuta Jiwa."

Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad dalam sambutannya menyampaikan bahwa mendonorkan darah merupakan satu tindakan yang sangat mulia. "Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi kelangsungan hidup seseorang yang membutuhkannya," ucap Dansatgas sebagaimana rilis yang diterima Redaksi Elshinta di Jakarta, Rabu (18/9).

Selanjutnya, Dansatgas mengatakan bahwa di samping tugas pokok menjaga perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411/Pandawa Kostrad akan selalu berinovasi untuk mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat serta dapat membantu kesulitan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMI Merauke, Milka Betaubun saat menyebutkan dalam kegiatan ini telah terkumpul 149 kantong darah dari jumlah pendonor 200 orang.

"Kami ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh peserta donor darah, semoga dengan dukungan dan kerja sama ini akan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang nantinya membutuhkan," imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Enni Pasaribu: Lestarikan ulos lewat nilai seni dan budaya
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan RI telah menetapkan ulos sebagai warisan b...
Kecanduan game HP, dua remaja di Bekasi alami gangguan jiwa
Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Akibat kecanduan game di telepon seluler, dua remaja di Kabupaten Bekasi me...
Sambut Hari Santri, PBNU instruksikan ziarah kubur 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 15:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menginstruksikan wa...
Pemprov DKI alokasikan Rp1 triliun untuk subsidi pangan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 08:18 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 tril...
Pemuda Desa Adat Tuban ikuti tradisi Perang Api
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:38 WIB
Elshinta.com - Sejumlah pemuda warga Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, m...
Mendikbud: Museum simbol kemajuan suatu bangsa
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ketika menye...
Tingkatkan kesiapsiagaan, BNPB prioritaskan Program Katana di daerah rawan
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penerapan Prog...
KKP ingin stereotipe negatif nelayan dapat diubah
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 14:40 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menginginkan berbagai stereotipe n...
Penyakit masyarakat marak, sosiolog nilai ada `shock culture` di masyarakat
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 12:14 WIB
Elshinta.com - Fenomena penyakit masyarakat, seperti perjudian, premanisme hingga prostitusi kini ki...
Kemensos bekali penyelenggara SLRT dan Puskesos di Langkat
Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Langk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)