Kiri Kanan
KPK bentuk tim transisi identifikasi dampak pengesahan revisi UU KPK
Elshinta
Rabu, 18 September 2019 - 16:07 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Sigit Kurniawan
KPK bentuk tim transisi identifikasi dampak pengesahan revisi UU KPK
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com.

Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK telah membentuk tim transisi untuk mempelajari dan mengidentifikasi dampak setelah pengesahan revisi UU KPK.

"Untuk tetap memaksimalkan pelaksanaan tugas tersebut, pimpinan telah membentuk tim transisi yang menjalankan tugas-tugas prinsip seperti melakukan analisis terhadap materi-materi di RUU KPK yang telah disahkan di paripurna tersebut," ujarnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

"Mengidentifikasi konsekuensi terhadap kelembagaan, SDM dan pelaksanaan tugas KPK baik di penindakan ataupun pencegahan dan unit lain yang terkait, serta merekomendasikan tindak lanjut yang perlu dilakukan secara bertahap pada pimpinan," ucapnya.

Menurutnya, KPK melihat ada sejumlah perubahan aturan yang berbeda dengan poin-poin yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Untuk mencegah efek yang terlalu buruk ke KPK, kami menyisir setiap pasal dan ayat yang ada di UU tersebut," ucapnya.

Hal itu dilakukan untuk menjaga harapan publik agar pemberantasan korupsi tidak selesai setelah revisi UU KPK disahkan. 

Dikatakannya, KPK tetap berkomitmen menjalankan ikhtiar pemberantasan korupsi.

"KPK juga tidak mau harapan publik terhadap pemberantasan korupsi selesai sampai ketokan palu paripurna DPR kemarin. Karena itu, kami juga harus berkomitmen tetap terus menjalankan ikhtiar pemberantasan korupsi ini," ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cegah tumpahan minyak di laut, KLHK lakukan pengawasan intensif
Minggu, 17 November 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan akan melakukan...
Jaksa Agung sebut putusan First Travel tak sesuai tuntutan
Minggu, 17 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menganggap putusan kasasi Mahkamah Agung (...
Anak Bupati Majalengka jadi tersangka, Polisi: Tersangka kooperatif
Sabtu, 16 November 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Polisi telah menetapkan INA yang merupakan seorang PNS yang juga anak dari Bupati Maj...
Anak Bupati Majalengka terancam 20 tahun penjara
Sabtu, 16 November 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Tersangka IN yang merupakan anak Bupati Majalengka, Jawa Barat Karna Sobahi...
Kasus bom Medan, sembilan orang berpotensi tersangka
Sabtu, 16 November 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan sebanyak sembila...
ICRC New York dukung Jakarta Statement jadi standar internasional
Sabtu, 16 November 2019 - 07:15 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi...
Tiga pencuri spesial saat gempa dituntut 1,5 tahun
Jumat, 15 November 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Risfandi Lestaluhu, Sulva Marwapei, dan Zidan Ohorela, tiga terdakwa pelaku penc...
Kejari Depok bantah pernyataan Teuku Nasrullah di TV yang tak faham kasus First Travel
Jumat, 15 November 2019 - 20:49 WIB
Elshinta.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok Yudi Triadi membantah pernyataa...
Pendiri Kaskus laporkan balik Titi Empel atas pencemaran nama baik
Jumat, 15 November 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Pendiri Kaskus Andrew Darwis yang menjadi terlapor atas kasus pemalsuan dan tind...
Dituduh lakukan pencucian uang, pendiri Kaskus laporkan balik
Jumat, 15 November 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Pendiri Kaskus Andrew Darwis merasa dirugikan setelah dilaporkan ke kepolisian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)