Ternyata ini yang jadi alasan `vape` berbahaya
Elshinta
Jumat, 20 September 2019 - 10:33 WIB |
Ternyata ini yang jadi alasan `vape` berbahaya
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KGqFjR

Elshinta.com - Sifat iritatif dan oksidatif yang dihasilkan oleh kandungan vape disebut menjadi alasan rokok elektrik ini berbahaya.

Hal itu seperti disampaikan Ketua Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P. (K).

"Uap yang dihasilkan oleh rokok elektrik mengandung partikel halus seperti halnya asap yang dibakar oleh rokok konvensional yang dikenal sebagai particulate matter (PM). Partikel halus itu bersifat toksik merusak jaringan atau bersifat iritatif," terang Agus, Kamis (19/9), seperti dikutip dari Antara.

Agus menegaskan, partikel halus tersebut dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan dan dapat masuk ke pembuluh darah hingga menganggu kinerja syaraf.

Dalam laman resmi EPA (Badan Kesehatan Amerika Serikat), PM 2.5 atau partikel yang berukuran kurang dari diameter 2.5 mikrometer merupakan partikel yang paling berbahaya bagi kesehatan, khususnya paru-paru.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, sifat oksidatif juga menjadi alasan vape berbahaya. Adanya pertukaran bahan-bahan cairan vape yang telah berubah menjadi uap dengan oksigen lewat pembakaran tidak dapat disangkal.

Menurutnya, kandungan partikel halus uap vape tersebut ditemukan dalam penelitian CDC (Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit AS) terbukti merusak lapisan epitel dan alveola (bagian ujung paru-paru) saluran napas.

Kerusakan dua bagian tubuh tersebut menyebabkan acute respiratory distress syndrome (ARDS) atau kerusakan akut pada kedua paru-paru.

Dalam jangka pendek, keluhan yang dapat dirasakan oleh penderita ARDS akibat vape adalah sesak napas, nyeri dada, mual, dan diare.

Agus menyebutkan, hingga saat ini, di Amerika telah terjadi 400 kasus kerusakan akut paru-paru akibat pengunaan vape. Hal ini menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Bahaya lainnya yang dapat ditemui oleh pengguna vape adalah kecanduan nikotin dan terpapar bahan karsinogen yang merupakan pemicu sel kanker di dalam tubuh.

"Beberapa kandungan karsinogen dalam vape yang disinyalir seperti formaldehyide, kemudian nitrosamine, yang kalau dikonsumsi secara terus-menerus memicu kanker," kata dokter Agus.

Oleh karena itu, dokter spesialis paru-paru itu mengimbau masyarakat lebih baik tidak menggunakan vape untuk mencegah kejadian serupa di Indonesia.

Sebelumnya, pada pekan lalu laporan The Washington Post menyebutkan 354 kasus penyakit paru-paru di 29 negara bagian Amerika Serikat yang dikaitkan dengan perilaku vaping. Akibat hal itu, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana larangan penggunaan vape berasal buah dan mentol, atau hanya rasa tembakau yang diperbolehkan beredar. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Angka stunting di Indonesia turun jadi 27,67 persen
Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengumumkan angka kasus stunting atau kekerdilan pada ...
Pasien serangan jantung di RS Zainoel Abidin 72 persen akibat perokok
Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com  Ketua Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Aceh, dr...
Terlalu banyak minum air putih dapat memicu hiponatremia
Rabu, 16 Oktober 2019 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Meskipun mengkonsumsi air putih sangat dianjurkan untuk kesehatan, namun ap...
Konsumsi makanan sehat ini bisa atasi depresi
Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:19 WIB
Elshinta.com - Buah-buahan dan sayuran yang dikenal bermanfaat melawan sejumlah masalah ke...
Terpapar sinar ultra violet, 250 ribu orang di Indonesia alami kebutaan
Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:45 WIB
Elshinta.com - Saat ini ada 250 ribu orang yang mengalami kebutaan di Indonesia setiap tah...
Awas! Pekerja kantoran dan supir rentan terkena penyakit inkontinensia
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:41 WIB
Elshinta.com - Pada usia senior ada sejumlah masalah kesehatan yang mungkin akan datang, s...
Pesan cinta terkait keamanan dan kesejahteraan dalam ajang The Color Run Love Tour 2019
Minggu, 13 Oktober 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Tahun 2019 menjadi tahun ketiga PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insuran...
BPOM tarik peredaran Ranitidin dan Albothyl, ini penjelasannya
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 13:24 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk Ranitidin dan Albothyl dari per...
Satgas Yonif 411 Kostrad gelar Posyandu dan pengobatan gratis di perbatasan RI-PNG
Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Sebagai wujud kepedulian kepada pertumbuhan dan gizi balita serta ibu hamil, pra...
Cegah stunting, Kemenkominfo ajak milenial terapkan PHBS
Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:22 WIB
Elshinta.com - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak segenap kaum ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV