Krisis air bersih landa 19 kecamatan di Lebak
Elshinta
Sabtu, 21 September 2019 - 09:28 WIB |
Krisis air bersih landa 19 kecamatan di Lebak
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2kXIdOp

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan sebanyak 19 kecamatan di daerah itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Madias di Lebak, Sabtu (21/9).

"Kami terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih ke permukiman penduduk," katanya.

Masyarakat yang dilanda krisis air bersih itu tersebar di 19 kecamatan yakni Kecamatan Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cihara, Wanasalam dan Panggarangan. Kemudian Kecamatan Bayah, Cigemblong, Cijaku, Cilograng, Cimarga, Muncang, Bayah, Cilograng dan Cibadak.

Mereka mendapatkan air untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa memanfaatkan aliran sungai juga membuat lubang di tepi sekitar aliran sungai guna menampung air.

Selain itu, juga mereka mengantre sejak dinihari di lokasi sumber mata air setempat dan juga ada memanfaatkan air kolam dengan kondisi berubah warna hingga hijau.

Selama ini, tambahnya krisis air bersih di Kabupaten Lebak berlangsung sejak tiga bulan lalu. Karena itu, BPBD Lebak menetapkan status siaga bencana kekeringan dengan menyalurkan bantuan pendistribusian air bersih.

"Kami minta masyarakat jika mengajukan permohonan pendistribusian air bersih agar diketahui aparat desa dan kecamatan, karena menggunakan dana pemerintah," lanjutnya.

Dia menambahkan, diperkirakan masyarakat yang dilanda krisis air bersih dipastikan jumlah daerahnya bertambah. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Asrama putra mahasiswa Papua di Tomohon-Sulut terbakar
Minggu, 20 Oktober 2019 - 12:49 WIB
Elshinta.com - Asrama Papua, di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Sulawesi Utara (S...
Hujan lebat guyur Pasaman Barat, warga diminta waspadai banjir dan longsor
Minggu, 20 Oktober 2019 - 10:18 WIB
Elshinta.com - Hujan lebat terus mengguyur Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dalam b...
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi
Minggu, 20 Oktober 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (20/10) pukul 05.41 WIB dan 07.05 WIB...
Penyidik KPK sita sejumlah dokumen dari Kantor Dishub Medan
Minggu, 20 Oktober 2019 - 06:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah berkas dari hasil penggeleda...
Sudah ada hujan, kabut asap masih selimuti Palembang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 06:47 WIB
Elshinta.com - Meski sudah turun hujan namun kondisi tersebut belum terlalu berpengaruh te...
Gempa M 5,6 guncang wilayah Melonguane Sulut
Kamis, 17 Oktober 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gemba...
Lahan perkebunan 10 hektare di Wongsorejo terbakar
Rabu, 16 Oktober 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Lahan perkebunan Randu Mas seluas 10 hektare di kawasan Kecamatan Wongsorejo Ban...
Bencana megathrust ancam 10 kecamatan di Lumajang
Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Ka...
Lahan di Subang terbakar akibat puntung rokok
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Diduga akibat ada yang membuang puntung rokok sembarangan, lahan seluas lim...
Gempa M 5,9 guncang Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, belum ada laporan kerusakan
Selasa, 15 Oktober 2019 - 09:08 WIB
Elshinta.com - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik, mag...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV