Polisi tetapkan 249 pelaku individu tersangka karhutla
Elshinta
Sabtu, 21 September 2019 - 11:46 WIB |
Polisi tetapkan 249 pelaku individu tersangka karhutla
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal. Sumber Foto: https://bit.ly/2konW4i

Elshinta.com - Pihak kepolisian sudah menetapkan 249 pelaku individu sebagai tersangka penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, ada enam korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/9).

"Sampai saat ini ada 249 tersangka perorangan dan sedang diproses. Tersangka korporasi ada enam," katanya, seperti dikutip Antara.

Enam korporasi itu ditangani oleh beberapa polda, yakni satu korporasi ditangani Polda Riau, satu korporasi di Polda Sumsel, satu korporasi di Polda Jambi, satu korporasi di Polda Kaltim, dan dua korporasi di Polda Kalbar.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri pun turun ke lokasi kebakaran untuk membantu kepolisian daerah membidik para pelaku penyebab karhutla. "Dipastikan akan bertambah tersangka dari korporasi ini," katanya pula.

Satgas TNI Polri sampai saat ini masih terus berjibaku memadamkan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Iqbal menambahkan pula bahwa kondisi lingkungan di Kota Pekanbaru, Riau kini sudah jauh lebih baik.

Dia mengaku sudah melakukan inspeksi penanganan karhutla di kota tersebut dan menyimpulkan polusi udara akibat karhutla di Pekanbaru berangsur normal. "Situasi di Kota Pekanbaru dan sekitarnya clear, langit biru nampak. Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa, bersekolah, ibadah, kerja," kata Iqbal.

Pihaknya sekaligus membantah pemberitaan di media yang menyebut bahwa Pekanbaru menjadi wilayah terdampak parah akibat karhutla. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Oknum polisi gadungan kerap peras sopir di Lampung akhirnya ditangkap
Minggu, 20 Oktober 2019 - 09:18 WIB
Elshinta.com - Tim Khusus Anti Bandit Polresta Bandar Lampung berhasil meringkus seorang pelaku...
Densus 88 tangkap terduga teroris jelang pelantikan Presiden
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris jelang pelantikan P...
Densus 88 telah tangkap 40 terduga teroris, di antaranya merencanakan ini
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:54 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 terduga teroris telah ditangkap pascapenusukan Menteri Koordina...
Motivator tampar siswa SMK di Malang dipolisikan
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Viralnya kasus penamparan yang dilakukan seorang motivator berinisial AP (3...
Polda Metro amankan Vicky Nitinegoro terkait penyalahgunaan narkoba
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:22 WIB
Elshinta.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan artis Vicky Nitineg...
Sudah 8 terduga jaringan terorisme diamankan di Jawa Tengah
Kamis, 17 Oktober 2019 - 07:11 WIB
Elshinta.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap delapan orang ter...
Densus 88 kembali tangkap terduga teroris di Bekasi
Kamis, 17 Oktober 2019 - 06:50 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap seorang terduga pelaku te...
Densus 88 kembali geledah tiga lokasi di Sukoharjo
Rabu, 16 Oktober 2019 - 15:07 WIB
Elshinta.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror kembali menggeledah dua tempat keja...
Polisi tangkap mantan atlet balap sepeda kasus narkoba
Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Anggota Polres Metro Jakarta Pusat menangkap mantan atlet balap sepeda beri...
OTT Wali Kota Medan, KPK amankan uang ratusan juta
Rabu, 16 Oktober 2019 - 10:03 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV