KPU dan Pemkab TTU sepakati anggaran Pilkada 2020 Rp29 M
Elshinta
Sabtu, 21 September 2019 - 14:28 WIB |
KPU dan Pemkab TTU sepakati anggaran Pilkada 2020 Rp29 M
Ketua KPU TTU Paulinus Veka. Sumber foto: https://s.id/6K2UU

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, telah menyepakati anggaran untuk membiayai pelaksanaan Pilkada 2020 sebesar Rp29 miliar, kemudian akan mendatangani NPHD.

"Anggaran sudah disepakati dan akan dilanjutkan dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) pada tanggal 28 September 2019," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten TTU, Paulinus Veka, Sabtu (21/9).

Dikutip Antara, ia mengemukakan hal itu terkait dengan perkembangan pembahasan anggaran Pilkada 2020 antara KPU dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). "Soal anggaran untuk Pilkada 2020 sudah kami sepakati bersama pemerintah dan DPRD. Saat ini sedang dalam proses persiapan penandatanganan NPHD yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 28 September nanti," katanya.

Penandatanganan NPHD, menurut dia, bisa dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan, mengingat batas waktu yang ditetapkan KPU RI untuk menandatangani NPHD pada tanggal 1 Oktober 2019. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menggelar pilkada serentak tahap dua pada tahun 2020.

Di NTT ada sembilan kabupaten yang akan menggelar pilkada pada tahun 2020, yakni Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Manggarai, Sabu Raijua, dan Kabupaten Ngada. Dari sembilan kabupaten ini, baru Kabupaten Sabu Raijua yang sudah menandatangani NPHD pada tanggal 16 September 2019, bahkan merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang menandatangani NPHD. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Danrem Tadulako ajak jurnalis berperan jaga keamanan di Pilkada 2020
Jumat, 17 Januari 2020 - 11:15 WIB
Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Infanteri Agus Sasmita mengajak insan pers, khususnya yang ada ...
Pengamat: Jangan kembali ke sistem pemilu yang buruk
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:09 WIB
Pengamat hukum dan administrasi negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Johanes Tuba H...
KPU siapkan E-Rekap pada Pilkada 2020
Jumat, 27 Desember 2019 - 09:49 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan menerapkan sistem rekapitulasi suara elektronik (e-rekap) pada P...
Jelang Pilkada Kota Depok, Bawaslu lantik dan Bintek Panwaslu
Selasa, 24 Desember 2019 - 15:39 WIB
Bawaslu Kota Depok melantik anggota Panwaslu untuk pelaksanaan Pilkada di Kota Depok pada 23 Septemb...
Bawaslu Depok: Awasi tingkah ASN yang diam-diam galang dukungan untuk petahana
Kamis, 19 Desember 2019 - 19:09 WIB
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini mengajak warga Kota Depok dan stakeholder menjadi pengawas be...
Bawaslu: Jangan pilih kandidat pelanggar etis di Pilkada
Kamis, 19 Desember 2019 - 17:55 WIB
Komisioner Bawaslu Kota Depok Bidang Sengketa Pemilu, Sriyono mengingatkan warga untuk memilih kandi...
Puan Maharani siap kawal calon yang punya kans menang Pilkada
Kamis, 19 Desember 2019 - 14:35 WIB
PDI Perjuangan memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan calon yang akan didukung maju pada Pemili...
Pilkada 2020, KPU Oksibil wajibkan calon perseorangan kumpulkan 10.340 dukungan KTP-el
Senin, 16 Desember 2019 - 14:56 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua mengumumkan syarat bakal calon indep...
Masyarakat diminta aktif dari awal tahapan pilkada
Minggu, 15 Desember 2019 - 14:39 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Erwan Bustami mengajak semua masyarakat untuk be...
Kemendagri ingatkan potensi polarisasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2020
Minggu, 15 Desember 2019 - 12:27 WIB
Kementerian Dalam Negeri mengingatkan masih adanya potensi polarisasi masyarakat pada Pemilihan Kepa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV