Tuntas, Rapat Pleno PBNU keluarkan beberapa rekomendasi
Elshinta
Sabtu, 21 September 2019 - 22:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tuntas, Rapat Pleno PBNU keluarkan beberapa rekomendasi
Jumpers hasil Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Foto: Istimewa/Elshinta.com.

Elshinta.com - Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada 20-21 September 2019 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Muhajirin 2 Purwakarta, Jawa Barat telah berhasil dilaksanakan dengan tuntas. Selain agenda utama mendengarkan laporan 13 badan otonom (Banom) dan 18 lembaga-lembaga di bawah naungan PBNU, Rapat Pleno juga membahas beberapa masalah keorganisasian yang menyangkut usulan dan masukan beberapa poin perbaikan atas peraturan yang berlaku di Nahdlatul Ulama.

 
Dalam keterangan pers, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menjelaskan, Rapat Pleno PBNU juga  membahas beberapa isu aktual yang menjadi perhatian khusus. Isu aktual tersebut antara lain adalah tentang urgensi perubahan, modifikasi, dan bahkan migrasi pola dakwah guna merespons tantangan zaman.
 
Terhadap isu tersebut, Rapat Pleno kata Said Aqil merekomendasikan beberapa hal yakni,  menginstruksikan kepada seluruh perangkat organisasi NU untuk menjadikan bidang dakwah di media sosial sebagai kesadaran gerakan organisasi. 
 
"Gerakan dakwah di media sosial tidak boleh hanya berhenti hanya sebatas dilakukan secara sporadis dan bersifat non-organisatoris," kata Said Aqil seperti dalam keterangan yang diterima redaksi elshinta.com.
 
Rekomendasi Rapat Pleno lanjut Kiai Said juga meminta agar Nahdlatul Ulama harus memprioritaskan program untuk mencetak dai muda pesantren dan Kader NU yang bisa dijadikan rujukan bagi media mainstream dan media sosial.
 
"Juga memberikan basis pemahaman dan kompetensi media digital bagi dai-dai muda untuk keperluan dakwah. Dai-dai NU harus dibekali dengan wawasan literasi media sosial sehingga mampu beradaptasi dengan  tantangan zaman," ucap Said Aqil.
 
Selain itu, ungkap Said Rapat Pleno juga merekomendasikan kepada  Lembaga Banom di kalangan pelajar dan Mahasiswa (IPNU, IPPNU dan PMII) untuk melakukan langkah-langkah kongkret dan terukur.
 
"Ini untuk memangkas pertumbuhan gerakan konservatisme yang bersemai di kalangan sekolah dan Perguruan Tinggi," tandasnya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden harus tempatkan orang profesional sebagai menteri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pengamat ekonomi dari Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo berharap Presiden J...
Usai pelantikan, 5 negara kirim utusan khusus temui Jokowi
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:41 WIB
Elshinta.com - Lima negara sahabat mengirimkan utusan khusus untuk menemui Presiden RI Jok...
Ketua MPR: Perlu antisipasi masa depan bangsa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:29 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi ma...
Syaikh Abdullah diharapkan mencerahkan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:50 WIB
Elshinta.com - Majelis Hikmah Alawiyah sangat terhormat mendapatkan kunjungan dari salah s...
Pelantikan Presiden lancar, Jokowi apresiasi TNI dan Polri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasih kepada para personel TN...
Bamsoet: Masyarakat rasakan manfaat dana desa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:40 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan selama lima tahun terakhir anggara...
TNI ajari makna Pancasila kepada siswa SDN Cisaat
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Warga menilai bahwa kebersamaannya dengan TNI pada TMMD 106 adalah pekerjaan berat sa...
Jokowi ingin RI tidak terjebak rutinitas-monoton
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia harus te...
Hutan terbakar, pendakian Gunung Rinjani ditutup
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup jalur pendakian Gunung ...
Presiden bakal pangkas jumlah eselon jadi dua level
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa penyederhanaan birokrasi har...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV