Kiri Kanan
Begini kisah seorang perantau selamatkan diri dari kerusuhan Wamena
Elshinta
Rabu, 02 Oktober 2019 - 09:58 WIB |
Begini kisah seorang perantau selamatkan diri dari kerusuhan Wamena
Ismail, perantau asal Jember yang selamat dari kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9/2019). Sumber foto: https://bit.ly/2pceRxH

Elshinta.com - Kerusuhan terjadi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 23 September 2019. Demonstrasi yang berujung kerusuhan itu tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga, perkantoran, dan fasilitas umum, namun juga menyebabkan lebih dari 30 orang meninggal dunia.

Seorang perantau asal Jember, Jawa Timur, Ismail mengungkapkan upayanya bersama para pengungsi yang lain, menyelamatkan diri dari kerusuhan yang terjadi di Wamena itu. 

Di tempat pengungsian di aula Yonif 751 Raider di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/10), Ismail mengungkapkan bahwa semula area tempat dia tinggal di Pikey, Wamena, tidak terkena dampak demonstrasi mahasiswa karena warga setempat menentang aksi mereka.

Namun pembakaran kemudian terjadi dan memaksa warga mengungsi ke gereja di Pikey, bangunan yang tidak menjadi sasaran aksi massa pada 23 September yang berujung kerusuhan di Wamena.

"Para pelaku pembakaran bukan warga Wamena, melainkan dari daerah sekitarnya seperti dari Tiom dan Nduga dan itu diakui warga yang mengamankan para pengungsi," kata Ismail, yang bekerja sebagai tukang pijit, mengutip Antara.

Ismail menuturkan, warga asli Wamena dan pendeta di gereja Pikey membantu mengamankan sekitar 300 warga yang kena dampak kerusuhan di dalam gereja.

"Kami diselamatkan oleh warga asli Wamena dan pendeta di dalam gereja baptis di Pikey, dan saat masuk ke dalam gereja diketahui mahasiswa, maka mereka (mahasiswa) meminta agar handphone dikumpul," kata Ismail.

"Namun HP saya tidak dikumpul, dan itu digunakan untuk menelepon anggota Kodim 1702 Wamena dan melaporkan bila ada 300 orang disandera mahasiswa yang berjaga-jaga di luar gereja," lanjutnya bercerita. 

Pada saat ini, menurut Ismail, para mahasiswa menyatakan akan memulangkan pengungsi dengan selamat kalau lima rekan mereka yang ditangkap aparat keamanan dilepaskan.

"Senin (23/9) malam kami diperbolehkan keluar dari gereja dengan cara berbaris per kelompok dan terus diamati mahasiswa yang berjaga di luar gereja, karena tidak berani dengan warga asli Wamena yang menjaga kami," kata Ismail.

Ismail menambahkan, sebelum diamankan di gereja baptis, dia sempat membawa dua anak pemilik rumah makan Padang di kawasan Pikey lari ke kebun dan bersembunyi di kandang babi.

Akhirnya bersama pengungsi yang lain, Ismail dievakuasi dari Wamena pada Selasa pagi, menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.

Saat ini, dalam keadaan tidak punya harta benda lagi, Ismail berharap bisa mendapat bantuan untuk pulang ke kampung halamannya. (Der) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bawaslu Jateng apresiasi Festival Soreng kampanye gerakan anti politik uang
Senin, 18 November 2019 - 15:57 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi kegiatan Festival ...
Dengarkan curhat bantu cegah orang bunuh diri
Minggu, 17 November 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Psikolog Lily Puspa Palupi mengatakan bahwa mendengarkan curahan hati dapat...
Komnas HAM: Saat ini ada penurunan sikap toleransi
Sabtu, 16 November 2019 - 18:14 WIB
Elshinta.com - Sabtu (16/11) hari ini diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional, namun hal in...
Sempat terprovokasi isu kerusuhan, pelajar Papua kembali ke Semarang
Sabtu, 16 November 2019 - 11:50 WIB
Elshinta.com - Puluhan pelajar asal Papua yang sempat pulang terpancing isu kerusuhan di d...
Kasatgas Nusantara ungkap radikalisme menyebar ke milenial lewat internet
Sabtu, 16 November 2019 - 06:43 WIB
Elshinta.com - Ketua Satgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengungkapkan radi...
BNPT: Sebelum bebas, napiter idealnya masuk dulu ke Pusderad
Jumat, 15 November 2019 - 07:43 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ingin setiap narapidana tero...
PDSN terima bantuan usaha mandiri dari Kemensos
Rabu, 13 November 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial memberi...
Kodim 0726 Sukoharjo ajak mantan napiter outbond
Selasa, 12 November 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Kodim 0726 Sukoharjo terus menyambung silaturahmi secara berkelanjutan deng...
Penguatan Pancasila, BPIP nilai perlunya doktrin dengan cara kekinian
Selasa, 12 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Panc...
Festival Jathilan Bromo, bentuk pelestarian budaya
Senin, 11 November 2019 - 17:50 WIB
Elshinta.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)