Benarkah bakat diperlukan dalam bisnis? Ini penjelasannya
Elshinta
Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:22 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Benarkah bakat diperlukan dalam bisnis? Ini penjelasannya
Ilustrasi. Sumber: istimewa

Elshinta.com - Pandangan mengenai berbisnis itu bakat sebetulnya berasal dari sejumah minat atau ketajaman terhadap beragam komponen keberhasilan bisnis. Contoh konkret adalah dalam berbisnis Anda harus mengenali pasarnya.

Dikutip eMajels, sejumlah pebisnis yang di kemudian hari berhasil biasanya mempunyai rasa ingin tahu yang cukup luas dan dalam terhadap prospek pasar. Ia akan bertanya kepada sejumlah orang yang dianggap memiliki pengetahuan tentang pasar yang sedang dijelajahinya sehingga gambaran  tentang pasar tersebut menjadi lebih konkret.

Selanjutnya ia akan mengimajinasikan dinamika pasar beradasarkan sejumlah faktor yang ikut berperan antara lain yaitu harga, selera, momentum, waktu dan berbagai hal yang mempengaruhi naik turun pasar tersebut.

Dengan demikian orang tersebut ini dianggap cenderung berbakat memahami pasar.

Sementara beberapa orang lainnya terkesan lebih terpaku pada patokan-patokan pasar yang tidak dinamis. Ia tidak terlalu sensitif terhadap kemungkinan-kemungkinan perubahan selera pasar. Disignifikannya ia membuka toko di jalan yg ramai, padahal tokonya tidak berada pada letak yang pas untuk lalu lintas sekitarnya berhenti dan parkir yang memasuki tokonya. Setelah ia membuka toko dengan modal yang signifikan ternyata apa yang dijual tidak cukup dihampiri pasar.

Orang terakhir ini tidak berarti bahwa ia tidak berbakat, namun jelas ia kurang sensitif terhadap laju dinamika pasar.

Kesimpulannya jika Anda tidak berhasil dalam bisnis, kenalilah hal-hal yang tidak dipertimbangkan atau yang membuat Anda tidak sensitif melihat faktor-faktor yang berperan tersebut, 90% pebisnis pernah merasakan kegagalan, antara lain disebabkan faktor di atas atau lebih dari 50% dari mereka bangkit kembali, mengevaluasi lebih tajam dan hasilnya menemukan jalan solusi terhadap apa yang sebelumnya tidak dipertimbangkan.

Patokan berbisnis yang benar itu juga penuh dinamika yang tidak statistik, berbisnis adalah mengelola peluang untuk dilayani dengan berbagai produk yang memungkinkan ditangkap oleh pasar, diminati dan membuat konsumen mau membeli.

Manajemen ini lebih memiliki banyak komplikasi mulai dari penyediaan bahan baku, produksi apa yang sesuai selera pasar, hingga pada stok barang yang harus dijamin ketersediaannya. Jadi Anda harus mulai dari hulu ke hilir dengan pasaran jenis produk yang sudah Anda perkirakan bisa diterima oleh pasar. Kadang-kadang penerimaan pasar juga berubah dan Anda harus menyiasatinya kembali. Anda berjualan kuliner pada suatu saat sayur asem diminati namun bisa halnya di waktu yang lain dikalahkan oleh soto yang misalnya baru muncul di sebelah Anda.

Dengan demikian hal ini juga merupakan keyakinan yang melampaui keterampilan manajemen, jika Anda percaya sayur asem adalah branding Anda dan layak dipertahankan maka bisa saja. Omzet Anda secara temporer bisa saja merosot namun akan kembali lagi seperti sedia kala setelah beberapa waktu.

Hal diatas bisa saja dipandang intuisi yang Anda harus kaji dengan baik. Tapi inti dari segala hal yang melibatkan bisnis adalah bahwa Anda harus mengkaji ulang setiap umpan balik yang Anda terima dari pergerakan bisnis Anda. Semakin Anda kaji dan semakin menemukan solusinya Anda sudah berjalan di langkah yang benar menuju sukses.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jangan salah kaprah! Ini tafsir `bisnis tanpa modal`
Jumat, 06 Maret 2020 - 09:58 WIB
Pengertian tanpa modal itu maksudnya bisnis awal dijalani dengan biaya yang sangat minim. Demikian m...
Menjalankan bisnis teman, tapi masih ragu? Jangan, ini tips mengatasinya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 10:25 WIB
Berbisnis itu adalah soal kepercayaan baik pada diri Anda maupun pada bisnis tersebut. Jadi Anda mem...
Mau sukses jalankan bisnis franchise? Baca dulu tips ini…
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:46 WIB
Bisnis franchise menjadi salah satu pilihan bagi banyak orang. Untuk bisa sukses di bisnis ini, baga...
Dibanding bisnis sendiri, berapa persen tingkat keberhasilan bisnis franchising?
Rabu, 12 Februari 2020 - 11:30 WIB
Apakah sebuah bisnis yang dipasarkan secara sistem franchise bisa meraih kesuksesan seperti membuka ...
4 tips menjadi franchisor sukses, apa saja?
Selasa, 11 Februari 2020 - 15:33 WIB
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan bila usaha Anda hendak di-franchise-kan sehingga tidak m...
Apa sih pertanda bisnis Anda maju? Ini jawabannya...
Jumat, 31 Januari 2020 - 09:55 WIB
Bisnis yang maju dan besar sebenarnya berasal dari kecepatan mengelola pasar yang memungkinkan baik ...
2020, bagaimana prospek bisnis pakaian?
Rabu, 22 Januari 2020 - 13:48 WIB
Bisnis pakaian memang tak pernah lesu. Para pelaku di industry ini selalu bertumbuh, terlebih di mus...
Jangan waralabakan bisnis, bila Anda belum penuhi syarat ini
Kamis, 16 Januari 2020 - 14:26 WIB
Syarat bila ingin mewaralabakan usaha adalah bisnis Anda telah “sukses.” Artinya Anda telah paha...
Brand franchise yang Anda pilih baik atau buruk? Selidiki tiga hal ini…
Jumat, 10 Januari 2020 - 11:14 WIB
Konsultan franchise Royandi Junus menjelaskan soal ini. Pertama, pastikan bahwa Anda memang memiliki...
Menjual franchise ke pihak ketiga, bisakah? Ini penjelasannya
Senin, 06 Januari 2020 - 11:06 WIB
Umumnya, bila seorang franchisee ingin menjual bisnis yang sudah dimiliki kepada pihak ketiga, tidak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV