BMKG siapkan peringatan dini yang deteksi tsunami lebih cepat
Elshinta
Kamis, 03 Oktober 2019 - 18:08 WIB |
BMKG siapkan peringatan dini yang deteksi tsunami lebih cepat
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof Dwikorita Karnawati. Sumber foto: https://s.id/6ZErJ

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya sedang menyiapkan peringatan dini untuk tsunami lebih cepat dari sebelumnya.

"Kami sedang menyiapkan sistem peringatan dini yang mampu memberikan peringatan dua menit setelah kejadian. Saat ini, kami masih berupaya," ujar Dwikorita dalam seminar di Universitas Terbuka di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (3/10).

Pihaknya masih berupaya menemukan algoritma baru untuk mendeteksi tsunami lebih cepat setelah gempa ataupun longsor yang ada di dasar laut. Pihaknya melibatkan sejumlah pakar matematika, fisika hingga geofisika.

Saat ini, pihaknya baru bisa mendeteksi peringatan dini untuk tsunami yang disebabkan gempa tektonik dan belum bisa mendeteksi gempa yang disebabkan oleh longsor bawah laut maupun erupsi gunung api.

Peringatan dini yang ada mengantisipasi tsunami akibat gempa tektonik, sama halnya yang terjadi di Aceh pada 2014. "Kita belum mendeteksi dan memberikan peringatan dini untuk tsunami yang tidak disebabkan gempa tektonik," kata Dwikorita.

Dia memberi contoh gempa Palu yang kemudian diikuti dengan tsunami dan likuefaksi, seharusnya tidak terjadi tsunami karena patahan aktif dan hal itu belum pernah terjadi pada tsunami sebelumnya. Namun yang terjadi adalah longsor di bawah laut yang menyebabkan terjadinya tsunami. Begitu juga tsunami Selat Sunda, yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dwikorita menjelaskan biasanya peringatan dini yang ada bekerja maksimal 20 menit setelah gempa tektonik. Paling cepat peringatan dini baru bisa dideteksi lima menit setelah gempa. Padahal tsunami datang dua menit setelah gempa. Dengan kata lain, sistem yang ada saat ini belum bisa memberikan peringatan dini secara tepat. "Kami sedang berupaya agar bisa membuat sistem peringatan dini yang lebih cepat," katanya.

Untuk sementara, pihaknya menyarankan agar masyarakat yang berada di sekitar pantai segera mencari tempat yang lebih tinggi dalam hitungan ke-10 setelah gempa. "Mari kita bersama-sama membangun sistem peringatan dini yang lebih baik dan lebih cepatt," ajak Dwikorita, dikutip Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menteri Erick Thohir bersyukur bisa kembali salat Jumat di masjid
Jumat, 05 Juni 2020 - 21:55 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunaikan ibadah salat Jumat di masjid Muhamad...
Di tengah pandemi COVID-19 di Subang, 140 orang menderita DBD
Jumat, 05 Juni 2020 - 21:26 WIB
Ditengah wabah COVID-19 di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terdata penderita deman berdasar atau DBD y...
KSJ berbagi sedekah di Kota Medan
Jumat, 05 Juni 2020 - 21:12 WIB
Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) yang merupakan lembaga amal sosial dan berpusat di Kota Medan, Sumater...
Kemenparekraf siapkan tatanan normal baru sektor pariwisata NTB
Jumat, 05 Juni 2020 - 21:02 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama stakeholder pariwisata di Nusa Te...
Dua Prajurit TNI AL terima apresiasi dari Ketua MPR RI
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:53 WIB
Dua Prajurit TNI AL yaitu Serka MES Mohammad Sangidun dan Kopda BAH Damianus Luka Hera menerima apr...
Guru dan karyawan sekolah mulai berkantor
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:38 WIB
Kebijakan kembali berkantor bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tenga...
Masjid Raya JIC dibuka kembali
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:13 WIB
Setelah lebih dari dua bulan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre ditutup, pada hari Jumat tanggal 5 J...
Tatanan normal baru, Kemenpan RB jelaskan penyesuaian sistem kerja ASN
Jumat, 05 Juni 2020 - 19:22 WIB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menjelaskan penyesua...
Polda Kepri cek kesiapan normal baru di Batam
Jumat, 05 Juni 2020 - 19:09 WIB
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kota Batam mengecek kesiapan pelaksanaan era tat...
MPR apresiasi Polri gagalkan peredaran 402 kg sabu-sabu
Jumat, 05 Juni 2020 - 18:58 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi Polri khususnya Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Bare...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV