Kiri Kanan
Larangan keluar rumah bagi warga Baghdad dicabut
Elshinta
Minggu, 06 Oktober 2019 - 08:16 WIB |
Larangan keluar rumah bagi warga Baghdad dicabut
Pengunjuk rasa terlihat berjalan dekat ban terbakar saat jam malam, dua hari setelah protes anti-pemerintah nasional yang berubah menjadi kekerasan, di Baghdad, Irak, Kamis (3/10). Sumber foto: https://s.id/71IYm

Elshinta.com - Penguasa Irak mencabut larangan keluar rumah yang sudah berlangsung beberapa hari di Baghdad pada Sabtu, yang ditentang oleh pemerotes anti pemerintah, sementara jumlah korban tewas dalam kerusuhan naik menjadi 72 dan ratusan orang menderita luka-luka.

Lalu lintas berlangsung normal melintasi ibu kota Irak dan jalan-jalan dan lapangan-lapangan utama relatif sepi. Rintangan beton menghalangi kawasan-kawasan tempat para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi selama sepekan.

Para pejabat dari kantor Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi bertemu pemimpin protes dari Baghdad dan provinsi-provinsi lain guna membahas tuntutan-tuntutan mereka, televisi negara melaporkan. Abdul Mahdi dan Presiden Barham Salih mengatakan mereka berusaha memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, menurut laporan TV. Tapi tidak ada rincian bagaimana mereka akan menanggapi. Pihak berwenang tidak mengatakan mengapa larangan keluar rumah tersebut dicabut.

Ketua parlemen negara itu mengusulkan pada Jumat perbaikan perumahan bagi orang miskin dan peluang pekerjaan bagi anak muda, dan juga memeriksa mereka yang telah membunuh para pemerotes. Irak mengalami kerusuhan paling mematikan itu sejak ISIS dikalahkan tahun 2017 dan mengguncang pemerintahan Abdul Mahdi, yang baru setahun. Pemerintah telah menanggapi dengan janji-janji perbaikan yang samar.

Komisi Tinggi HAM yang semi resmi mengatakan passukan keamanan telah menahan ratusan orang karena berunjuk rasa tetapi kemudian melepaskan kembali mereka. Dikatakan lebih 3.000 orang luka-luka dalam kerusuhan yang terjadi beberapa hari.

Para penembak jitu dari kepolisian menyerang para pemerotes pada Jumat, wartawan Reuters melaporkan. Pasukan keamanan kemudian melepaskan peluru tajam, gas air mata dan menembakkan air. Pasukan keamanan telah menuding para pria bersenjata yang bersembunyi di antara pengunjuk rasa menembak polisi. Beberapa personel polisi meninggal.

Protes-protes tersebut terjadi akibat distribusi pekerjaan yang tidak jujur, ketiadaan layanan dan korupsi pemerintah pecah pada Selasa di Baghdad dan dengan cepat menjalar ke kota-kota lain di Irak, terutama di bagian selatan, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pria Malaysia dibui 34 bulan karena membunuh kucing di mesin cuci
Rabu, 06 November 2019 - 18:51 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 34 bulan penjara serta denda kepada p...
Presiden hari ini akan hadiri sejumlah KTT di Bangkok
Senin, 04 November 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap untuk melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di ...
Jadi mitra penting, Indonesia ajak India percepat implementasi AOIP
Senin, 04 November 2019 - 07:15 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengajak India untuk mempercepat implementas...
Jaga stabilitas LCS, Presiden tegaskan pentingnya kepercayaan strategis
Senin, 04 November 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menegaskan pentingnya menumbuhkan kepercayaa...
94.000 orang Suriah telah pulang ke rumah mereka, kata PBB
Sabtu, 02 November 2019 - 19:55 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 94.000 warga sipil telah pulang ke daerah yang dibebaskan oleh o...
Helikopter pemadam kebakaran Korsel jatuh di lepas pantai pulau bersengketa
Jumat, 01 November 2019 - 08:43 WIB
Elshinta.com - Sebuah helikopter milik pemadam kebakaran Korea Selatan yang mengangkut tuj...
Pertama kali, Arab Saudi pertandingkan gulat putri
Kamis, 31 Oktober 2019 - 06:47 WIB
Elshinta.com - Kerajaan Arab Saudi untuk pertama kalinya akan menggelar pertandingan gulat...
Gempa Mindanao M 6,6 setara 5-8 bom atom
Rabu, 30 Oktober 2019 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Gempa Mindanao, Filipina, berkekuatan magnitudo (M) 6,6 yang terasa hingga ...
PM Lebanon mundur di tengah protes anti-pemerintah
Rabu, 30 Oktober 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Saad al-Hariri mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon pada Selas...
Terpisah 12 hari, TKI di Arab Saudi kembali bertemu dengan bayinya
Selasa, 29 Oktober 2019 - 10:36 WIB
Elshinta.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sampang, Madura, yang ditangkap p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)