Cegah penyakit kaki gajah, Pemkab Biak canangkan minum obat Filariasis
Elshinta
Senin, 07 Oktober 2019 - 09:27 WIB |
Cegah penyakit kaki gajah, Pemkab Biak canangkan minum obat Filariasis
Para ASN Biak Numfor sedang mengambil pembagian obat Filariasis untuk pencegahan penyakit kaki gajah, Senin (7/10).Sumber foto: https://s.id/72nVt

Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Biak Numfor Papua mencanangkan minum obat massal Filariasis dalam upaya pencegahan penyakit kaki gajah di masyarakat wilayah Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pencanangan pencegahan penyakit kaki gajah secara serentak ditandai dengan minum obat Filariasis dilakukan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat eselon dua, tiga dan empat di lingkungan pemerintah kabupaten Biak Numfor.

"Mencegah penyakit kaki gajah sudah menjadi program pemerintah daerah sehingga para ASN, pimpinan OPD serta setiap kepala keluarga harus bersama mengurangi kasus penyakit kaki gajah,"ungkap Bupati Biak Herry Ario Naap, Senin (7/10) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengharapkan, pejabat daerah serta para ASN untuk mengkampanyekan pencegahan penyakit kaki gajah di lingkungan tempat tinggal dengan mengajak masyarakat sekitar untuk minum obat Filariasis sebagai bentuk nyata pencegahan diri atas penyakit itu.

Pemkab Biak Numfor, menurut Bupati Biak Herry, melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan obat Filariasis secara cuma-cuma guna membantu masyarakat dalam pencegahan penyakit kaki gajah. "Dengan minum obat Filariasis secara rutin diharapkan warga Biak Numfor terbebas dari penyakit kaki gajah," imbuh Bupati Biak Numfor Herry Naap.

Pantauan di Biak, Senin pukul 8.46 WIT para ASN pimpinan OPD dan pejabat eselon dua tiga dan empat berebutan mengambil obat Filariasis untuk diminum bersama-sama pada bulan pencanangan bulan pencegahan penyakit kaki gajah. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Relawan Indonesia Bersatu gelar rapid test dan PCR COVID-19 massal
Selasa, 19 Mei 2020 - 18:25 WIB
Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 kembali menggelar `rapid test` dan `PCR test`massal untuk m...
Lima hal agar tak kena COVID-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57 WIB
Disiplin dan konsisten menerapkan perilaku bersih dan sehat antara lain mencuci tangan menjadi salah...
Mengapa pria sebaiknya tidak tidur larut malam?
Senin, 18 Mei 2020 - 23:15 WIB
Pria yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia atau begadang nampaknya harus mulai berhati-hati....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV