Ini cara kreatif untuk menghindari perang harga
Elshinta
Senin, 07 Oktober 2019 - 15:34 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Ini cara kreatif untuk menghindari perang harga
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AN9F5I

Elshinta.com - Perkembangan bisnis yang berlangsung dalam era digital sangat mempengaruhi pada kebijakan harga. Jadi sebelum membahas mengenai perang harga yang perlu dipahami adalah tendensi dunia dalam bisnis cenderung menurunkan biaya.

Dikutip eMajels, berbagai perusahaan berusaha agar pembiayaan dapat ditekan sedemikian rupa, pada saat yang sama beban biaya tersebut juga harus ditanggung oleh berbagai pihak yang pada dasarnya bukan lagi konsumen yang menanggungnya.

Dengan demikian maka perang harga tidak lagi membandingkan harga satu toko dengan toko lain tetapi membandingkan antara:

  1. Biaya satu pihak dengan pihak lain
  2. Siapa yang menanggung biaya tersebut selain konsumen

Di dalam dunia online sudah terjadi kecendurugan biaya itu adalah nol sementara penerimaan dari satu industri berasal dari pihak di luar konsumen antara lain sponsor dan berbagai pihak lainnya yang mendukung dan mengambil manfaat dari bisnis tersebut.

Dengan kata lain, hampir bisa dipastikan bahwa perang harga akan berbentuk modus penekanan biaya dan pembebanan ongkos pada pihak di luar konsumen. Sementara Anda misalnya berjualan gado-gado, Anda tidak dapat menghindari ongkos bahan baku. Bagaimana transformasi dari ongkos tersebut untuk dibebankan kepada pihak lain merupakan kreativitas yang dituntut agar Anda mengendalikan pembebanan biaya kepada konsumen.

Ketika bungkus gado-gado adalah promosi dari produk yang lain maka ongkos produksi gado-gado Anda telah sebagian dibiayai oleh sponsor tersebut. Itulah salah satu bukti pengalihan beban biaya kepada pihak selain konsumen.

Oleh sebab itu perang harga harus ditanggapi secara lebih kreatif dan bukan banding-bandingan. Selama Anda masih menggunakan pola pikir banding-banding harga maka pada suatu ketika industri yang Anda jalani atau pihak kompetitor akan perlahan-lahan mati. Sementara harus dimaklumi juga bahwa ada sejumlah produk dan bisnis yang semakin tinggi harganya semakin bernilai hal itu terjadi karena apa yang diedarkan di pasar dengan sasaran segmen tertentu adalah berorientasi pada kualitas premium.

Dengan kata lain pula segmen pasar yang Anda kejar adalah segmen premium yang sama sekali tidak terganggu oleh soal biaya.

Jadi kesimpulannya apakah Anda sedang bermain dengan era digitalisasi yang cenderung menolkan ongkos dengan mengalihkan beban biaya kepada selain konusumen atau Anda sedang berada pada bidang bisnis kualitas premium yang tidak memiliki patokan harga.

Kedua jalan tersebut merupakan langkah untuk menghindari perang harga yang semakin menekan margin keuntungan Anda.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ikuti pameran di Jerman, 5 UKM produk organik bukukan transaksi hingga Rp11,17 M
Jumat, 21 Februari 2020 - 12:13 WIB
Sebanyak lima UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM sukses membukukan transaksi hingga ...
Tembus pasar Eropa, 8 IKM kerajinan ini tampil di pameran Ambiente 2020
Selasa, 18 Februari 2020 - 17:07 WIB
Kementerian Perindustrian gencar memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam ne...
Kemenkop UKM dorong pelaku usaha menengah masuk pasar ekspor
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:49 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM fokus untuk mendampingi dan mendorong usaha skala menengah untuk naik k...
Omzet bisnis franchise tidak sesuai target, begini cara melejitkannya…
Senin, 10 Februari 2020 - 10:59 WIB
Untuk membuat bisnis Anda lebih ramai pembeli sehingga omzet setiap harinya dapat tercapai sesuai ta...
Siwak cegah penyakit gigi, ini penjelasannya
Sabtu, 01 Februari 2020 - 08:58 WIB
Siwak adalah ranting atau batang dari pohon Salvadora Persica yang juga biasa disebut `pohon sikat g...
Sinergi dengan Bea Cukai, Kemenkop siap genjot ekspor UKM
Rabu, 27 November 2019 - 15:25 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM akan bersinergi dengan Direktorat Bea dan Cukai untuk meningkatkan prod...
Indonesia perluas akses pasar hingga Amerika Latin
Selasa, 12 November 2019 - 16:18 WIB
Indonesia semakin gencar meningkatkan hubungan perdagangan dengan sejumlah negara-negara nontradisio...
Digitalisasi warung, Teten berharap pasar UKM jadi lebih besar
Kamis, 07 November 2019 - 12:19 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah Grab Indonesia membangun GrabKios di se...
Pertumbuhan industri tekstil dan pakaian meroket, ini pemicunya
Kamis, 07 November 2019 - 09:38 WIB
Industri tekstil dan pakaian jadi merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling ti...
Ini cara Kemenkop dan UKM kembangkan jaringan pemasaran produk UKM
Rabu, 06 November 2019 - 12:06 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM tengah menjajaki kerjasama dengan marketplace kondang Bukalapak dalam p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)