Indonesia dan Singapura sepakati kerja sama di sejumlah bidang
Elshinta
Rabu, 09 Oktober 2019 - 06:54 WIB |
Indonesia dan Singapura sepakati kerja sama di sejumlah bidang
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Singapura, Selasa (8/10). Sumber Foto: https://bit.ly/311Xxsd

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang seperti keamanan, ekonomi dan pendidikan.

"Pertama, Indonesia menyambut kerangka negosiasi untuk 'flight information region' (FIR atau kendali ruang udara) yang sudah disepakati kedua negara. Indonesia menghormati posisi Singapura untuk mengawasi wilayah udaranya, maka tim teknis kami sudah memulai negosiasi dan saya mendorong agar dipercepat," kata Presiden Jokowi di Istana Singapura, Selasa (8/10).

Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong bertemu dalam Leader's Retreat yang berlangsung setiap tahun sejak 2017. Dalam pertemuan tersebut kedua kepala pemerintahan dan para menterinya membahas hingga persoalan teknis di berbagai bidang.

"Kedua, untuk meningkatkan kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, dalam pengelolaan likuiditas valas (bilateral liquidity management arrangement)," tambah Presiden Jokowi yang berbicara dalam bahasa Inggris, seperti dikutip Antara.

Ketiga, Presiden menyambut meningkatnya perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri Kendal dan Nongsa Digital Park di Batam.

"Kami menyambut baik tindak lanjut leader's retreat tahun lalu termasuk peningkatan 'tenant' di Kawasan Indrustri Kendal, pembangunan Nongsa Digital Park karena Singapura telah mendukung dibukanya perusahaan Pegatron di Batam," tambah Presiden.

Sedangkan keempat, kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama bilateral di bidang investasi dan perdagangan. "Kelima, di bidang infrastruktur, Indonesia menawarkan kerja sama pendanaan infrastruktur termasuk kereta api Makassar-Parepare dan bandara Labuan Bajo," kata Presiden.

Keenam, kedua negara meningkatkan pendidikan vokasi termasuk operasionalisasi politeknik Kendal dan RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

"Terakhir, kami sepakat untuk mendorong ekonomi digital di bidang fintech (financial technology, e-commerce, layanan data, pengembangan 'techno park' dan 'regional innovation hub'," tambah Presiden.

Sementara itu, PM Lee Hsien Long mengatakan bahwa tali ekonomi Indonesia-Singapura semakin menguat dengan Singapura juga adalah investor terbesar Indonesia sejak 2014. Buktinya, kawasan industri Kendal telah bernilai 800 juta dolar AS dengan 60 perusahaan dan diperkirakan menciptakan 7 juta lapangan kerja.

"Kami juga akan meningkatkan kerja sama jangka panjang yaitu di kawasan Batam-Bintan-Karimum yang dapat mendukung para penumpang dari Changi. Selain itu kami juga akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi digital dengan penandatangan 'digital national single window," kata PM Lee.

Sedangkan di bidang keamanan, PM Lee mengharapkan penyelesaian negosiasi FIR. "Dalam bidang managemen kawasan udara khususnya FIR, kita telah menyepakati kerangka diskusi mengenai hal ini," ungkap PM Lee.

Presiden Joko Widodo dan PM Lee dalam pertemuan tersebut juga menyaksikan penandatanganan dua dokumen kerja sama yaitu perjanjian pertukaran data elektronik fasilitasi dan pengamankan perdagangan serta nota kesepahaman mengenai kerja sama kearsipan.

Perjanjian pertukaran data elektronik yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat.

Perjanjian kedua adalah penandatangan nota kesepahaman kerja sama selama tiga tahun ke depan antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Singapura. Perjanjian itu memungkinkan kedua lembaga untuk berbagi pengetahuan arsip mengenai sejarah dan budaya. (Anj/Der)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Istana Negara Malaysia benarkan rencana pertemuan Anwar Ibrahim
Rabu, 23 September 2020 - 19:48 WIB
Istana Negara Malaysia membenarkan agenda pertemuan  Presiden Partai Keadilan Rakyat  Anwar Ibrah...
Hari ke-20 Brunei nihil kasus baru corona
Rabu, 23 September 2020 - 18:47 WIB
Brunei pada Rabu memasuki hari ke-20 nihil kasus baru Covid-19, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1...
Mahathir namakan partainya Partai Pejuang
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:26 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad menamakan partai yang dibentuknya Partai Pej...
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur mulai belajar kembali di sekolah 
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:26 WIB
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) membuka kembali proses belajar mengajar di sekolah, Senin, set...
Thailand perpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli
Selasa, 30 Juni 2020 - 20:58 WIB
Pemerintah Thailand pada Selasa memperpanjang status darurat COVID-19 sampai akhir Juli untuk menceg...
Mulai pulih, Malaysia fokus pulihkan pariwisata domestik
Jumat, 12 Juni 2020 - 20:12 WIB
Setelah mulai pulih dari pandemi COVID-19, Malaysia memasuki masa transisi untuk menerapkan fase nor...
Mahathir dikeluarkan dari Partai Bersatu
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:11 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia  Mahathir Mohamad dikeluarkan dari keanggotaan Partai Pribumi Bersa...
Masuk Malaysia per 1 Juni dikenakan biaya karantina
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:12 WIB
Rapat Majelis Keselamatan Negara (MKN) telah membuat keputusan untuk mengenakan biaya karantina hote...
95 WNI direpatriasi secara mandiri dari Filipina
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:58 WIB
Sebanyak 95 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan  secara mandiri dari Filipina semasa pandemi C...
20 WNI sembuh dari COVID-19 di Singapura
Senin, 20 April 2020 - 20:10 WIB
Kedutaan Besar RI di Singapura mencatat, terdapat 20 warga negara Indonesia yang sembuh dari COVID-1...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV