Penggunaan gawai berlebih timbulkan gangguan jiwa pada anak
Elshinta
Jumat, 11 Oktober 2019 - 14:33 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Penggunaan gawai berlebih timbulkan gangguan jiwa pada anak
Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat, Elly Marliyani. Foto: M Rijaldi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pengaruh penggunaan gadget (gawai) disinyalir dan perpotensi tinggi membuat seseorang masuk dalam kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal tersebut tidak saja menyerang orang dewasa, anak-anak pun dapat terdampak hal demikian karena kurangnya pengawas penggunaan gadget dari orang tuanya. 

Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat, Elly Marliyani menuturkan, diawali dari orang tua yang memberikan fasilitas berupa smartphone atau ponsel pintar pada anaknya yang bertujuan agar anak itu tidak mengganggu aktivitas orang tuanya. Namun sangat disayangkan, perilaku demikian malah membuat anak menjadi kecanduan.

"Kalau (gadget) dipakai berlebihan dan menjadi ketergantungan bisa mengganggu jiwa anak tersebut," ujar Elly di Gedung Sate Bandung, Kamis (10/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Rijaldi.

Elly mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang semakin global, tidak jarang juga anak-anak yang dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena gadget meskipun awalnya menurut data, remaja diatas 15 tahun yang mendominasi pasien sakit jiwa. 

Anak-anak tersebut menurut Elly, banyak yang dititipkan dengan sengaja oleh orang tua nya ke RSJ Jawa Barat dengan rentan usia lima hingga delapan tahun untuk direhabilitasi dan diberikan penanganan lebih lanjut.

Dirinya juga menambahkan, efek dari zat adiktif pun menjadi salah satu faktor peningkatan gangguan jiwa yang kian melonjak. Selain tidak baik untuk tubuh manusia, zat itu bisa membuat orang memiliki keinginan berlebih untuk memakainya kembali.  "Ada juga remaja yang kecanduan karena zat adiktif, kecanduan alkohol, dan juga merokok yang menjadi gerbang dalam penggunaan napza lainnya," papar Elly.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Jabar, Arief Sutedjo mengatakan, anak-anak juga memiliki potensi tinggi menjadi sakit jiwa karena kondisi sosial yang berkembang di masyarakat. Untuk mengurangi dampak tersebut, orang tua dan guru memiliki peran penting membangun sikap anak.

"Misalnya guru BP (bimbingan sosial) harus bisa mengajarkan anak agar menghindari hal negatif yang bisa ada di sekolah. Mereka juga harus diajarkan bisa bergaul dengan lingkungan yang baik," tutur Arief.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Muffest 2020, langkah nyata menuju pusat fesyen muslim dunia
Jumat, 21 Februari 2020 - 10:20 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah menyambut gembira dan memberikan apresi...
Love Yourself 2020, ajak anak muda untuk jalani hidup lebih baik
Kamis, 13 Februari 2020 - 11:43 WIB
Padahal mencintai diri sendiri itu juga merupakan hal penting agar dapat menikmati hidup yang lebih ...
Benarkah diet ketat bisa membunuh lebih cepat dari obesitas
Minggu, 19 Januari 2020 - 18:12 WIB
Obesitas memang dapat membunuh seseorang seiring meningkatnya dengan risiko terkena penyakit mematik...
Perhatikan tanda anak Anda alami stres
Minggu, 19 Januari 2020 - 15:49 WIB
Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres. Hanya saja, seringkali stres ini tak di...
 Agar mandi jadi menyenangkan untuk anak
Minggu, 12 Januari 2020 - 11:59 WIB
Terkadang, mandi menjadi kegiatan tak disukai sebagian anak, entah karena cuaca agak dingin, malas a...
Malas ganti celana dalam, ini akibatnya
Rabu, 08 Januari 2020 - 16:47 WIB
Waktu luang yang dihabiskan di rumah bisa membuat rasa malas melanda, termasuk malas mandi dan mengg...
PP Pagar Nusa beri penghargaan pemenang lomba foto jurnalistik
Rabu, 08 Januari 2020 - 12:35 WIB
Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengumumkan nama-nama pemenang lomba dan pame...
Jadi tren di Malaysia, minuman boba ini hadir di Indonesia
Minggu, 05 Januari 2020 - 16:01 WIB
Prospek bisnis minuman di Tanah Air terus meroket dan tengah menjadi primadona. Hal ini terlihat den...
I-PLAN Food Design Challenge 2019 untuk bantu tanggulangi stunting dan anemia
Senin, 16 Desember 2019 - 11:57 WIB
I-PLAN Food Design Challenge, kompetisi tingkat nasional dalam bidang inovasi bisnis untuk meningkat...
Ekspedisi Merah Putih akan jajal kejamnya Gunung Hkakabo Razi di Myanmar
Kamis, 12 Desember 2019 - 16:07 WIB
Ekspedisi besar dengan tantangan tingkat tinggi itu berupa pendakian ke Gunung Hkakabo Razi (baca: K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)