30 perguruan tinggi se-Indonesia ikuti KKCTBN 2019 
Elshinta
Jumat, 11 Oktober 2019 - 19:55 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
30 perguruan tinggi se-Indonesia ikuti KKCTBN 2019 
Foto: El-Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sekitar 63 tim dari 30 perguruan tinggi mengikuti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan tujuh belas ribu lima ratusan lebih pulau yang kita miliki dan disatukan oleh laut yang demikian luas. Maka kemudian, kapal menjadi sesuatu yang memiliki nilai strategis bagi negara kita. Oleh karena itu, tentu KKCTBN 2019 ini juga memiliki posisi yang strategis dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa, baik airnya maupun di permukaan airnya,” ungkap Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) Dr Didin Wahidin MPd pada Kontributor Elshinta El-Aris.

Dikatakan Didin melalui kontes ini, pihaknya mengajak para peserta untuk mengambil makna dari setiap proses perlombaan. Pertama, makna untuk saling belajar tentang ilmu seputar perkapalan. “Dalam kesempatan kali ini kita juga mengembangkan kapal-kapal cepat yang lain, dalam bentuk, teknologi dan ragam teknologi yang kelak akan menyatukan kehebatan kita dalam wujud kapal-kapal yang bisa menjaga kedaulatan bangsa,” ujarnya.

Makna yang kedua adalah pengembangan karakter. Di antaranya adalah karakter untuk siap menang dan siap kalah. Ketiga, bagaimana agar para peserta rasa nasionalismenya terbangun. Keempat, penyelenggaraan KKCTBN ini merupakan upaya bersama mencoba menjadikan Indonesia berada pada jajaran depan pada pengembangan teknologi yang seharusnya dilakukan dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd dalam sambutannya memesankan, diamanahinya gelaran bergengsi ini kepada Kampus Putih UMM ini harus diambil makna bahwa event ini adalah satu titik awal dalam rangka mengembangkan teknologi, khususnya di bidang perkapalan. 

“Khususnya kepada para peserta, jangan dianggap kegiatan ini sekadar mencari nomor satu, nomor dua. Jadikan kontes ini untuk mengembangkan minat,” kata Fauzan.

Daun itu  KKCTBN merupakan satu momen strategis untuk mengembangkan minat dan bakat yang mahasiswa miliki. “Siapa tahu, saat ini saudara menjadi mahasiswa, tujuh atau mungkin sepuluh tahun mendatang saudara juga akan menjadi leader-leader di bidang perkapalan. Apa yang didasari oleh minat dan bakat, Insya Allah, melajunya akan melebihi lajunya kapal yang akan berlomba,” ungkapnya.

Selain itu, Pelaksana KKCTBN 2019, Nur Subeki menyatakan pada event yang diikuti 30 perguruan tinggi ini ada 3 kategori yang diperlombakan. Pertama, Kapal Kendali Otomatis. Di kategori ini, kapal didesain dan dibangun dengan piranti lunak elektronik otomatis atau sensor warna. 

Kedua, Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh. Kapal ini menggunakan baterai sebagai sumber tenaga penggerak dengan bantuan remote control. Terakhir, Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh. 

“Penilaian kontes KKCTBN ini dilakukan terhadap setiap kategori dengan beberapa kriteria. Selain ditentukan berdasarkan waktu tercepat, pertimbangan dalam penilaian juga berupa manuver kapal dalam setiap rintangan pada lintasan. Ada pula penghargaan bagi desain kapal terbaik,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar: Mutasi COVID-19 yang sangat cepat sulitkan pembuatan vaksin
Jumat, 22 Mei 2020 - 08:03 WIB
Guru Besar Biologi Universitas Negeri Malang, Profesor Mohamad Amin menilai mutasi virus corona peny...
Studi capai kemajuan cepat, vaksin corona siap Januari 2021 
Selasa, 19 Mei 2020 - 08:59 WIB
Moderna Inc menyatakan bahwa studi mengenai mRNA-1273, kandidat vaksin untuk melawan novel coronavir...
Cegah kebocoran data, perusahaan harus tingkatkan sistem manajemen keamanan informasi
Jumat, 15 Mei 2020 - 15:55 WIB
Pandemi Covid-19 menyebabkan kerugian di berbagai sektor bisnis. Sektor pariwisata, perhotelan, trav...
PERKATRI hibahkan satu set unit PCR GeneReach Biotechnology dan Reagent pada Gugus Tugas
Jumat, 15 Mei 2020 - 11:50 WIB
Dengan semangat perjuangan melawan COVID-19, Perkumpulan Keluarga Trisakti (PERKATRI) yang bekerjasa...
Sejumlah inovasi produk industri dilakukan untuk tanggulangi COVID-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 10:09 WIB
Kementerian Perindustrian terus mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset dan inov...
Kemristek loloskan 17 ide dan inovasi anak bangsa tangani COVID-19
Jumat, 08 Mei 2020 - 14:49 WIB
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meloloskan 17 id...
Soal ventilator untuk pasien COVID-19 produksi Indonesia? Begini perkembangan
Senin, 04 Mei 2020 - 06:35 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S....
Pelaku ekraf dibekali skill promosi digital dalam `HomeCreativepreneur`
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:25 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membekali pelaku ekonomi kreatif (ekraf) ...
Diteliti lebih lanjut, khasiat daun `Sungkai` obati COVID-19
Senin, 27 April 2020 - 06:46 WIB
Gubernur Jambi Fachrori Umar menginstruksikan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk meneliti khasiat ...
Kemhan larang pegawainya gunakan aplikasi Zoom. Ini alasannya
Kamis, 23 April 2020 - 12:55 WIB
Kementerian Pertahanan menerbitkan surat edaran mengenai larangan bagi pegawainya untuk menggunakan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV