Kiri Kanan
Polwan terpapar radikalisme telah dipecat dari institusi Polri
Elshinta
Jumat, 11 Oktober 2019 - 21:25 WIB |
Polwan terpapar radikalisme telah dipecat dari institusi Polri
Sumber Foto: https://bit.ly/2nEhisv

Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Bripda Nesti Ode Samili (23) telah dipecat dari institusi Polri, menyusul Nesti yang terdeteksi terpengaruh kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).

Dedi mengatakan Polri tidak pandang bulu dalam menangani kasus terorisme. "Kami tegas, siapapun, baik masyarakat atau polisi yang masuk jaringan teroris, kalau terbukti akan dihukum," katanya, seperti dikutip Antara.

Dari hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror, Nesti diduga terpengaruh paham radikal cukup dalam, meski awalnya Nesti mempelajari paham radikal secara otodidak ​​​​​melalui media sosial.

Polisi menyebut Nesti terkait dengan kelompok JAD Bekasi dengan pimpinan selnya, Abu Zee Ghuroba alias Fazri Pahlawan yang ditangkap Densus di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat pada 23 September 2019.

Bahkan kelompok JAD disebut-sebut tengah mempersiapkan Nesti untuk menjadi 'pengantin'. "Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber," katanya.

Nesti sebelumnya merupakan polwan di Polda Maluku Utara. Ia telah dua kali berurusan dengan Densus 88 Antiteror. Pertama, ia diamankan oleh Polda Jatim di Bandara Juanda, Jawa Timur pada Mei 2019. Terakhir, ia diamankan penyidik Densus 88 di Yogyakarta pada akhir September 2019. (Anj/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sat Lantas Polres Cirebon tilang kendaraan gunakan knalpot bising
Senin, 11 November 2019 - 18:52 WIB
Elshinta.com - Sat Lantas Polres Cirebon melaksanakan penindakan pelanggaran dengan `hunti...
Kasus KTP-el, Markus Nari divonis enam tahun penjara
Senin, 11 November 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Golkar 2009-2014, Markus Nari, div...
Kapolda geram ledakan kendaraan di areal SPBU terjadi lagi
Senin, 11 November 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Ledakan kendaraan kembali terjadi di areal SPBU. Sebuah mobil merk Hyundai ...
KPK panggil putra Yasonna Laoly
Senin, 11 November 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil putra Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laol...
Edhy Prabowo minta komitmen pengusaha perikanan tak main curang
Minggu, 10 November 2019 - 07:15 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta komitmen pengusaha peri...
Wamenag siap ikuti proses hukum peretasan Twitter pribadinya
Sabtu, 09 November 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa`adi siap mengikuti proses hukum terkai...
Kasus desa fiktif tengah diusut, akan dilakukan gelar perkara
Jumat, 08 November 2019 - 12:17 WIB
Elshinta.com - Polda Sulawesi Tenggara bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat ...
Soal desa fiktif, ini kata KPK
Jumat, 08 November 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, temuan d...
Kasus mark up PDAM Deli Serdang jadi `tradisi` Kacab dan Kabag PDAM Deli Serdang
Jumat, 08 November 2019 - 08:08 WIB
Elshinta.com - Kasus dugaan markup pembayaran pengeluaran di PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang,...
KPK panggil Roby Jamal terkait kasus suap <i>baggage handling system</i>
Kamis, 07 November 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (7/11) hari ini memanggil Vice Pres...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)