Kiri Kanan
Ekskavasi Balai Arkeologi Papua temukan Obsidian di Situs Yomokho Jayapura
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:06 WIB |
Ekskavasi Balai Arkeologi Papua temukan Obsidian di Situs Yomokho Jayapura
Hari Suroto, salah satu arkeolog senior Papua saat melakukan ekskavasi di Situs Yomokho, Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfBkDc

Elshinta.com - Ekskavasi dari Balai Arkeologi Papua di Situs Yomokho, Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua berhasil menemukan obsidian.

Demikian disampaikan salah satu arkeolog senior dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, Senin (14/10).

"Obsidian yang ditemukan dalam bentuk pecahan. Pecahan obsidian ini dihasilkan lewat pemangkasan dari batu inti dalam proses pembuatan alat serpih," katanya.

Obsidian, kata dia, menjadi komoditas utama yang diperdagangkan oleh warga yang mempunyai budaya Lapita. "Orang-orang Lapita berasal dari Pulau Manus, Britania Baru, sebelah utara Papua Nugini. Mereka melakukan serangkaian perdagangan jarah jauh dengan menggunakan perahu layar bercadik pada 3500 tahun yang lalu," katanya.

Jaringan perdagangan orang Lapita. lanjut dia, termasuk salah satu jaringan dagang yang paling mula-mula sekaligus paling luas jangkauannya pada jaman prasejarah, hingga mencapai Sabah dan Fiji.

Secara geologis, ungkap Hari yang merupakan alumnus Universitas Udayana Bali itu, obsidian tidak didapatkan di Kawasan Danau Sentani dan Pegunungan Cyclops, tapi temuan obsidian di Situs Yomokho, membuktikan bahwa pada masa prasejarah, telah terjadi kontak antara manusia penghuni Danau Sentani dan luar.

"Obsidian yang ditemukan di Situs Yomokho, menunjukkan bahwa kawasan Danau Sentani pada masa prasejarah, menjadi bagian dalam jaringan perdagangan Lapita," ungkapnya.

Hal ini, kata dia, didukung oleh hutan sekitar Danau Sentani dan kawasan Pegunungan Cyclops yang menghasilkan komoditas khas berupa burung cenderawasih, untuk dipertukarkan dengan obsidian-obsidian dari Britania Baru.

Menurutnya, budaya Lapita telah sangat maju sehingga memungkinkan orang Lapita mampu mengadakan perjalanan laut yang sangat jauh sampai bisa mencapai pulau-pulau di Pasifik hingga pesisir utara Papua dan pulau-pulau di lepas pantai Papua.

"Sekitar 2500 tahun yang lalu, jaringan dagang Lapita mengalami kemunduran. Tapi jejaknya ada di sekitar Danau Sentani," katanya, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemendikbud akan keluarkan kebijakan utamakan teknologi digital
Minggu, 17 November 2019 - 19:50 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengeluarkan kebij...
Survei DNKI: 70,3 persen masyarakat pernah gunakan layanan keuangan formal
Kamis, 14 November 2019 - 12:05 WIB
Elshinta.com - Untuk menjaga dan meningkatkan terus kinerja perekonomian dan kesejahteraan...
Menkominfo dorong Indonesia masuk ke TV digital
Rabu, 13 November 2019 - 06:37 WIB
Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate mendorong Indone...
Bambang Brodjonegoro: Inovasi di bidang kesehatan jadi salah satu prioritas Pemerintah
Selasa, 12 November 2019 - 16:50 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menris...
Era revolusi industri 4.0, data ibarat komoditas yang lebih berharga dari emas
Senin, 11 November 2019 - 14:59 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bamb...
LAPAN akan bangun bandar antariksa skala kecil di Pulau Biak
Senin, 11 November 2019 - 11:55 WIB
Elshinta.com - Indonesia mempunyai impian besar untuk memiliki bandar antariksa, mimpi ter...
Untuk jadi 10 besar dunia, ekonomi Indonesia harus transformasi berbasis inovasi
Senin, 11 November 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menris...
Menristek desak virtual reality dikembangkan hadapi era 4.0
Minggu, 10 November 2019 - 19:19 WIB
Elshinta.com - Teknologi masa depan virtual reality seperti yang dilakukan Institut Teknol...
Menristek sebut Indonesia perlu ikuti Korsel imitasi teknologi
Minggu, 10 November 2019 - 16:11 WIB
Elshinta.com - Indonesia perlu melakukan strategi imitasi atau meniru berbagai teknologi d...
Habiskan Rp50 miliar, ini teknologi di Masjid Apung Ancol
Minggu, 10 November 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali mengataka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)