Ini kata Pakar tata kota terkait polemik kebijakan PKL boleh berjualan di trotoar
Elshinta
Senin, 14 Oktober 2019 - 13:24 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
Ini kata Pakar tata kota terkait polemik kebijakan PKL boleh berjualan di trotoar
Salah satu trotoar di Jakarta yang digunakan oleh PKL untuk berdagang. Sumber foto: https://bit.ly/33nTJDk

Elshinta.com - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagi ruang antara pedagang kaki lima (PKL) dengan pejalan kaki dinilai tidak efektif. Mengizinkan PKL di trotoar tertentu juga memberikan kesan diskriminatif.

Kepada Elshinta, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, polemik ini mirip seperti argumen tentang sepeda motor yang dijadikan angkutan umum. "Secara Undang-Undang (UU) motor tidak boleh menjadi angkutan umum, karena persyaratan teknis dan sebagainya," kata Yayat, Senin (14/10).

Tetapi fakta yang terjadi adalah banyaknya sepeda motor yang dijadikan ojek online (ojol) meskipun menurutnya tidak resmi. "Ini kan ada pertimbangan hukum dan sosiologisnya," tambahnya.

Terkait trotoar, ia melihat bahwa Anies Baswedan lebih melihat aspek sosiologis meskipun akan berbenturan dengan beberapa UU yang ada.

Untuk itu, Yayat memberikan solusi terkait PKL yaitu pemberlakuan zonasi. Ia membaginya menjadi tiga zona, yaitu zona merah, kuning, dan hijau.

"Semisal zona merah di Jalan Sudirman-Thamrin itu adalah ruas protokol utama, harus bebas dari PKL," ujarnya.

Selanjutnya zona kuning, PKL diperbolehkan untuk berdagang tapi diatur terkait waktu dan jenis barang dagangnya. Dan yang terakhir adalah zona hijau, dimana dalam lokasi ini PKL resmi dikumpulkan atau lebih sering disebut dengan lokasi binaan (lokbin).

Sementara, beberapa masyarakat memberikan tanggapannya, banyak yang menyetujui terkait kebijakan dari Gubernur ini. Tetapi tidak sedikit pula yang menolak kebijakan ini. 

Seperti Wiwin warga Pamulang yang mengaku selalu kesulitan ketika melewati Tanah Abang, ia menilai kawasan Tanah Abang terlihat kumuh dengan penuhnya PKL di trotoar. "Intinya dimanapun, kalau trotoar sudah ada PKL, pasti kumuh," ujar Wiwin.

Tetepi di sisi lain, Handi yang merupakan pemilik kedai kopi merasa berbeda dengan PKL, yang menurutnya lebih diizinkan menggunakan PKL untuk berjualan bagi kepentingan usahanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 anggota PPSU Jaktim dites kesehatannya
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:49 WIB
Sebanyak 200 anggota Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Jakarta Timur menjalani pem...
BNPT persoalkan komitmen kepala daerah cegah terorisme
Selasa, 18 Februari 2020 - 07:29 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius M.H mempersoal ko...
BMKG: Hujan bakal guyur Jakarta Senin sore
Senin, 17 Februari 2020 - 17:34 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpot...
Cara Belanda selamatkan Jakarta
Senin, 17 Februari 2020 - 08:27 WIB
Bencana banjir tahun 1953 yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besa...
Berikut lokasi layanan SIM keliling di Jakarta hari ini
Senin, 17 Februari 2020 - 08:19 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada Senin (17/2) menyediakan lokasi layanan SIM Keliling ba...
Pemkot Depok siapkan 7,9 hektar untuk Taman Kota di Buffer Zone TPAS Cipayung
Minggu, 16 Februari 2020 - 23:18 WIB
Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan segera membuat taman kota untuk ruang terbuka hijau di are...
Jakpro dan FIA resmi umumkan penyelenggaraan Formula E di Monas
Jumat, 14 Februari 2020 - 19:17 WIB
BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama FIA (Federation internationale de l`automobile) Formula E ...
Ombudsman rapat pleno terkait maladministrasi DPR Andre Rosiade
Jumat, 14 Februari 2020 - 14:38 WIB
Lembaga Ombudsman RI akan membuat rapat pleno terkait permintaan Jaringan Peduli Pemberantasan Tinda...
Potensi hujan di Jakarta hari ini
Jumat, 14 Februari 2020 - 07:00 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lokal akan mengguyur Jakart...
Siap-siap, BPS gelar sensus penduduk pada 15 Februari 2020
Kamis, 13 Februari 2020 - 20:36 WIB
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono menyatakan akan memulai Sensus Penduduk (SP) 2020 pa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)