Kiri Kanan
Ini sikap politik Gerindra yang disampaikan Prabowo dalam Rapimnas
Elshinta
Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:45 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
Ini sikap politik Gerindra yang disampaikan Prabowo dalam Rapimnas
Prabowo Subianto. Sumber foto: https://bit.ly/2BhCUhB

Elshinta.com - Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Gerindra yang diselenggarakan di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah ditutup pada Rabu (16/10) malam, oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, Prabowo sudah menyampaikan sikap politik Partai Gerindra. Diutarakan Andre, terdapat tiga sikap politik yang disampaikan Prabowo.

"Yang pertama Pak Prabowo sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan-energi, pertahanan, dan keamanan yang kuat, kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah," kata Andre kepada Elshinta, Kamis (17/10).

Selanjutnya, bila Presiden Jokowi ingin menggunakan konsepsi itu, Prabowo dan Gerindra mempersilakan. Namun, bila tidak menggunakan konsepsi tersebut menurut Andre bukan menjadi sebuah masalah karena hal tersebut merupakan hak dari Presiden Jokowi.

"Tapi kami akan tetap bekerja untuk kepentingan NKRI," ujar Andre.

Sikap politik yang ketiga, Prabowo melakukan safari kebangsaan kepada tokoh dan pimpinan partai politik maupun negara untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta silaturahmi dan komunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Terkait posisi Gerindra yang santer dibicarakan akan bergabung dalam koalisi Pemerintah, Andre mengatakan bahwa seluruh kader Gerindra memberikan kepercayaan kepada Prabowo Subianto.

"Karena kami percaya Pak Prabowo akan mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa dan negara, serta persatuan bangsa Indonesia," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nasrul Abit daftar ke Gerindra sebagai calon gubernur Sumbar
Jumat, 15 November 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menegaskan, lima nama...
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)