Kiri Kanan
Beredar video sederet siswa ditampar, polisi lakukan penyelidikan
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 11:17 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Sigit Kurniawan
Beredar video sederet siswa ditampar, polisi lakukan penyelidikan
Sumber foto: https://bit.ly/33CJIlZ

Elshinta.com - Polisi menyelidiki sebuah video yang berisi adegan kekerasan oleh seseorang kepada lima siswa di sebuah ruangan yang menyerupai kelas sekolah di Kota Malang, Jawa Timur. 

Dalam video pendek berdurasi 17 detik itu, terlihat lima siswa ditampar secara bergantian sebelum dipersilakan kembali duduk ke kursi.

Dalam video itu tertulis jelas dalam sebuah spanduk Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) Muhammadiyah 2 Kota Malang. Serta tulisan tema kegiatan “Seminar Motivasi Berwirausaha”. 

Belakangan diketahui pelaku kekerasan adalah seorang motivator berinisial AS atau AP yang didatangkan oleh sekolah tersebut.

Diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Jumat (18/10), seminar tersebut diikuti oleh puluhan siswa kelas X hingga XII dari Prodi Multimedia Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi. AS diduga emosional saat dalam pemaparan terjadi kesalahan tulisan di mana seharusnya tertulis “Goblok” namun tertulis “Goblog”.

Siswa yang mengikuti kegiatan itu pun tertawa. Diduga tersinggung, AS lantas memanggil beberapa siswa ke depan. Setelah itu, secara bergantian siswa digampar satu persatu oleh AS.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, saat ini timnya tengah melihat kondisi korban dan selanjutnya akan melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) di video tersebut. 

“Kami masih di lapangan untuk cek korban dulu ya. Masih on proses nanti kami info. Masih ngecek TKP,” kata Dony, Jumat pagi. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jaksa tuntut `transporter` sabu hukuman mati
Senin, 18 November 2019 - 21:20 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Hasanuddin alias Hasan alias Cekgu denga...
GrabWheels beri sanksi Rp300.000 untuk pengguna nakal
Senin, 18 November 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - PT GrabWheels akan memberikan sanksi sebesar Rp300.000 untuk pelanggar atur...
Polri sebut RMN dan istri ikut pelatihan militer kelompok JAD
Senin, 18 November 2019 - 17:53 WIB
Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengata...
KPK periksa putra Yasonna Laoly
Senin, 18 November 2019 - 11:56 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin memeriksa Yamitema T Laoly, p...
Terduga teroris di Medan sempat buang rangkaian bom
Senin, 18 November 2019 - 08:27 WIB
Elshinta.com - Polisi menemukan rangkaian bom yang sempat dibuang terduga teroris di Sican...
Cegah tumpahan minyak di laut, KLHK lakukan pengawasan intensif
Minggu, 17 November 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan akan melakukan...
Jaksa Agung sebut putusan First Travel tak sesuai tuntutan
Minggu, 17 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menganggap putusan kasasi Mahkamah Agung (...
Anak Bupati Majalengka jadi tersangka, Polisi: Tersangka kooperatif
Sabtu, 16 November 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Polisi telah menetapkan INA yang merupakan seorang PNS yang juga anak dari Bupati Maj...
Anak Bupati Majalengka terancam 20 tahun penjara
Sabtu, 16 November 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Tersangka IN yang merupakan anak Bupati Majalengka, Jawa Barat Karna Sobahi...
Kasus bom Medan, sembilan orang berpotensi tersangka
Sabtu, 16 November 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan sebanyak sembila...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)