Kiri Kanan
Analis: Masuk kabinet, Erick Thohir bisa mewakili kelompok pebisnis 
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:50 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Analis: Masuk kabinet, Erick Thohir bisa mewakili kelompok pebisnis 
Pengusaha Erick Thohir bersama Presiden Jokowi. Foto: https://bit.ly/2VR4R9e/elshinta.com.

Elshinta.com - Analis Geopolitik Hendrajit menuturkan bahwa Erick Thohir adalah satu-satunya kandidat Menteri yang akan membawa kepentingan kelompok pebisnis di tengah hegemoni partai pendukung pemerintah.

 "Keberadaan Erick Thohir ini memang ibarat persaingan politik antara kelompok oligarki (Parpol Pendukung) melawan kelompok di luar Parpol yang membawa kepentingan-kepentingan bisnis," kata Hendrajit.

"Dikhawatirkan, tidak komitmen dengan kekuasaan. Karena bagi mereka, kepentingan bisnis yang utama. Namun, semua tergantung cara pandang mana posisi itu dilihat, apakah akan baik atau sebaliknya,” kata Hendrajit yang juga Direktur Eksekutif Global Future Institute, saat dihubungi, Kamis (17/10) malam.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhamad Faisal juga berpendapat sama. Menurutnya, Erick yang memang diketahui memiliki jaringan bisnis yang luas, memang amat rentan dengan konflik kepentingan bisnis pribadi jika menduduki posisi Menteri apapun, termasuk Menteri BUMN.   

"Jadi sangat rentan (konflik kepentingan) menurut saya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sepanjang dua hari ini Erick Thohir santer disebut sebagai kandidat kuat Menteri BUMN. Posisi itu disebut sejumlah pihak tak sesuai dengan prestasi Erick di dunia pemuda dan keolahragaan.  

Dalam program 'Bantu Jokowi Cari Menteri' yang dilakukan detikcom, kalangan pembaca memasukkan nama Erick ke sejumlah posisi strategis. Namun, patut dicatat pada akhirnya pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden. 

Selain masuk dalam calon Menteri Pertahanan, Menpora, Erick Thohir juga menjadi kandidat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan perolehan 8,27% di bawah Wamen ESDM Arcandra Tahar (57,04%) dan ekonom senior yang juga pendiri INDEF Faisal Basri (22,81%).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Nasrul Abit daftar ke Gerindra sebagai calon gubernur Sumbar
Jumat, 15 November 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menegaskan, lima nama...
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)