Kiri Kanan
KPK belum terima dokumen UU revisi KPK
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:54 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
KPK belum terima dokumen UU revisi KPK
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK belum menerima dokumen Undang-Undang revisi KPK.

"Dokumen UU Nomor 19 Tahun 2019 tersebut belum kami dapatkan sampai saat ini," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (18/10).

Diketahui, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) resmi mencatat revisi UU KPK ke Lembaran Negara sebagai UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK. Revisi atas UU nomor 30 tahun 2002 itu sudah diundangkan dalam Lembaran Negara Nomor 197 dengan nomor Tambahan Lembar Negara (TLN): 6409 tertanggal 17 Oktober 2019.

Menurut Febri, setelah mendapat dokumen UU, KPK akan membahas dan mempelajari setiap pasal untuk memutuskan tindak lanjut berikutnya.

"Nanti akan dilihat apa isi UU tersebut, dan segera kami bahas untuk memutuskan tindak lanjut berikutnya," ungkapnya. 

Sebelumnya, Ketua KPK, Agus Rahardjo memastikan Lembaga Antikorupsi tetap bekerja seperti biasa dalam mencegah dan menindak korupsi, meski UU KPK yang baru mulai berlaku. KPK bakal tetap meningkatkan penanganan perkara di tahap penyelidikan ke tahap penyidikan atau melakukan operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang memiliki bukti permulaan yang cukup. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Persempit ruang kejahatan, Polresta Tangerang cek seluruh pendatang
Kamis, 21 November 2019 - 14:16 WIB
Elshinta.com - Guna mempersempit ruang gerak tindak kejahatan dan aksi terorisme, Kapolres...
Dishub DKI ungkap dua pola penindakan pelanggar jalur sepeda
Kamis, 21 November 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan sedikitny...
Kapolri nyatakan Polri telah bekerja maksimal selidiki kasus Novel Baswedan
Kamis, 21 November 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan bahwa Polri telah bekerja sec...
KPK surati Interpol cari Sjamsul dan Itjih Nursalim lewat `red notice`
Kamis, 21 November 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat kepada National ...
Tak berhak miliki tanah, mahasiswa UGM gugat UU Keistimewaan Yogyakarta ke MK
Rabu, 20 November 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Felix Juanardo Winat...
Ade Armando penuhi panggilan Polda Metro terkait meme Anies Baswedan
Rabu, 20 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi Ade Armando memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa ...
Sudah 71 terduga teroris ditangkap pascabom bunuh diri Medan
Rabu, 20 November 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Densus 88 Antiteror Polri, hingga Selasa (19/11), telah menangkap sebanyak ...
Polisi tetapkan mantan Kades Anjun sebagai tersangka
Selasa, 19 November 2019 - 17:15 WIB
Elshinta.com - Polisi Resort Purwakarta, Jawa Barat, telah menetapkan Kepala Desa Anjun, K...
Anggota Ombudsman dukung Kejagung keluarkan edaran penegak hukum ganggu investasi di daerah
Selasa, 19 November 2019 - 15:57 WIB
Elshinta.com - Anggota Ombudsman  RI Adrianus Eliasta Meliala mengapresiasi tindakan Kejag...
Akademisi: Seharusnya aset First Travel dikembalikan kepada korban
Selasa, 19 November 2019 - 14:35 WIB
Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat memutuskan bahwa aset dari First Travel akan diram...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)