Kiri Kanan
Ganjar sebut kasus guru-pelajar kibarkan bendera HTI masih didalami
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 16:26 WIB |
Ganjar sebut kasus guru-pelajar kibarkan bendera HTI masih didalami
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sumber foto: https://bit.ly/2pvyS2i

Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan kasus guru dan pelajar di SMK Negeri 2 Sragen yang terlibat dalam pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih didalami.

"Kemarin sudah kita cek, anak-anaknya merasa tidak tahu dan coba kita dalami, guru-guru juga kita tanyai, dan sekarang lagi dalam pemeriksaan yang lebih mendalam," kata Gubernur di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (18/10), dikutip Antara.

Menurut dia, guru dan pelajar tersebut saat ditanya rata-rata memberikan jawaban kalau mereka tidak tahu, meminta maaf, dan mengaku khilaf. "Ya rata-rata kalau ditanya, jawabannya kan kita mesti hati-hati kalau mereka mengatakan `kami tidak tahu kok`, `kami maaf`, `kami khilaf`, biasanya begitu kan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ganjar menegaskan pihaknya tidak mau kecolongan sehingga saat sekarang kasus tersebut didalami. "Saya titip, ini ada banyak guru di sini, ada banyak guru, kepala sekolah, maka kita titip kepada kepala sekolah, kita jangan main-main pada soal itu (bendera HTI). Bahkan, ada beberapa kepala sekolah `ngrasani, gubernure njelehi` (membicarakan kalau gubernurnya menyebalkan), gubernurnya menjadi musuh yang akan mencabut jabatannya," tegasnya.

Ganjar mengatakan pemikiran tersebut tidak benar karena dia hanya ingin para kepala sekolah bekerja dengan baik, mendidik pelajar dengan baik, mengajarkan nilai-nilai bangsa, negara, dan agama dengan benar, serta mempunyai nilai toleransi yang tinggi. (Fan)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Jatim telusuri dugaan korupsi pembangunan sekolah ambruk
Selasa, 12 November 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Polda Jawa Timur menelusuri adanya dugaan korupsi dalam pembangunan SDN Gen...
Kodam I/BB bentuk tim investigasi penyebab tewasnya Serda Iman saat latihan
Selasa, 12 November 2019 - 16:07 WIB
Elshinta.com - Kodam I Bukit Barisan telah membentuk Tim Investigasi untuk mengungkap kasu...
Pantau pekerjaan bersifat publikasi, Kadin Kabupaten Bandung gandeng KPK
Selasa, 12 November 2019 - 15:27 WIB
Elshinta.com - Untuk menyelaraskan tuntutan dan kebutuhan di sektor pengadaan barang dan j...
Menhan pelajari kemungkinan kepulangan Rizieq Shihab
Selasa, 12 November 2019 - 13:03 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku sedang mempelajari kemungkinan ...
Cegah perjudian Pilkades, Kapolresta Tangerang lakukan patroli
Selasa, 12 November 2019 - 12:48 WIB
Elshinta.com - Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi melakukan monitoring terhadap seluruh...
PN Jaksel tolak praperadilan dari Imam Nahrawi
Selasa, 12 November 2019 - 11:32 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (12/11) hari ini membacakan put...
KPK jadwal ulang pemeriksaan anak Yasonna Laoly
Selasa, 12 November 2019 - 11:24 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (12/11), mengagendakan peman...
Sat Lantas Polres Cirebon tilang kendaraan gunakan knalpot bising
Senin, 11 November 2019 - 18:52 WIB
Elshinta.com - Sat Lantas Polres Cirebon melaksanakan penindakan pelanggaran dengan `hunti...
Kasus KTP-el, Markus Nari divonis enam tahun penjara
Senin, 11 November 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Golkar 2009-2014, Markus Nari, div...
Kapolda geram ledakan kendaraan di areal SPBU terjadi lagi
Senin, 11 November 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Ledakan kendaraan kembali terjadi di areal SPBU. Sebuah mobil merk Hyundai ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)