Ini kisah pilu warga Kudus yang lolos dari kerusuhan Wamena
Elshinta
Jumat, 18 Oktober 2019 - 20:27 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ini kisah pilu warga Kudus yang lolos dari kerusuhan Wamena
Zaenal Fitri dan Karni. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Selama empat tahun pasangan suami istri Zaenal Fitri dan Karni merantau di Wamena, Papua dengan profesi berjualan nasi. Warga asli Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus Jawa Tengah ini, memilih pulang karena mengalami trauma yang mendalam terhadap peristiwa kerusuhan di Wamena setelah dijemput Tim BPBD Kabupaten Kudus di Surabaya.

Menurut Karni, sebelum meninggalkan daerah rantauan yang sedang terjadi konflik, mereka sempat mengungsi sekitar tiga pekan. Dia menjelaskan sepekan sempat mengungsi di Kodim Wamena, selanjutnya dua pekan mengungsi di Jayapura. Hingga akhirnya Rabu (9/10) Oktober lalu mereka pulang ke daerah asal bersama warga pendatang lainnya.

”Perjalanan 10 hari naik kapal. Rasanya senang bisa keluar dari daerah yang sedang bergejolak,” kata Karni kepada Kontributor Elshinta Sutini, Jumat (18/10).

Karni menyebut kejadian tersebut benar-benar menakutkan, sebab aksi anarkisme massa membuat mereka merasa was-was dan trauma. Bahkan, untuk melakukan aktivitas sehari-hari pun cukup takut meskipun sudah berada di pengungsian. 

Dikisahkan, saat kejadian pada hari Senin (23/9) mereka tak menyangka jika kerusuhan akan sampai di daerahnya. Ia berjualan nasi di Jalan Bhayangkara dan masih sepi seperti biasa, meskipun merasa sedikit aneh. Warung makannya yang biasa buka pukul 05.30 WIT, mendadak ramai pada pukul 07.00 WIT. Namun, hari itu berbeda, kemudian dia mendapatkan kabar dari tetangganya, seorang sopir, jika di kota yang berjarak dua kilometer dari warungnya sedang ada demo dan rusuh. 

”Benar, masa sampai di tempat kami. Saat itu saya tidak tahu suami kemana. Mungkin ya sudah lari menyelamatkan diri. Saya saat itu langsung nyeret anak kecil tidak tau itu siapa. Lalu sembunyi di selokan,” kata ibu dua anak ini. 
Karni menyebut sekitar tiga jam mereka berada di selokan untuk menyelamatkan diri, hingga ketika dirasa massa sudah pergi, dirinya mengirim pesan kepada suaminya. Merekapun dievakuasi dan dijemput tim dari kodim untuk mengungsi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Sungkem Telompak dalam kesunyian di tengah pandemi Covid-19
Jumat, 29 Mei 2020 - 21:26 WIB
Di tengah pandemi Covid-19, warga Dusun Keditan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang,...
 Kemenag siapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan `New Normal`
Kamis, 28 Mei 2020 - 08:09 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal bar...
Pandemi COVID-19, Imam Besar Masjid Istiqlal: Ada hikmah di balik musibah
Rabu, 27 Mei 2020 - 15:12 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa di balik setiap musibah pa...
Wali Kota Pekanbaru imbau warganya gelar Salat Idul Fitri di rumah
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:24 WIB
 Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengimbau umat muslim di Ibu kota Provinsi Riau itu untuk tidak melaks...
Menag: `Deadline` kepastian ibadah haji ditunda hingga awal Juni
Rabu, 20 Mei 2020 - 07:18 WIB
Untuk menentukan kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M, Pemerintah Indonesia menunggu ke...
Rumah Zakat akan bangun 33 titik lumbung pangan
Selasa, 19 Mei 2020 - 20:25 WIB
Rumah Zakat berupaya memanfaatkan dana Zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) dengan mendirikan l...
Istiqlal pastikan tidak ada takbiran dan Shalat Id
Selasa, 19 Mei 2020 - 17:37 WIB
Masjid Istiqlal memastikan tidak ada takbiran dan shalat Idul Fitri (id) seiring belum ada penurunan...
MUI: Zakat boleh dimanfaatkan untuk penanggulangan COVID-19. Begini ketentuannya
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:42 WIB
Sebagai bentuk antisipasi pelaksanaan serah terima zakat di tengah pandemi COVID-19, Majelis Ulama I...
500 paket sembako Bakti Alumni Akpol bagi penyapu jalanan di Kudus 
Selasa, 19 Mei 2020 - 10:09 WIB
Alumni Akademi Kepolisian angkatan 99 (Endra Dharmalaksana) memberikan bantuan 500 paket sembako kep...
Andre Rosiade sarankan bansos dalam bentuk tunai di tengah COVID-19
Senin, 18 Mei 2020 - 12:03 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyarankan agar mengubah penyaluran bantuan s...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV