Masjid di Afghanistan dibom saat Salat Jumat, puluhan orang tewas
Elshinta
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 07:17 WIB |
Masjid di Afghanistan dibom saat Salat Jumat, puluhan orang tewas
Dokumen Polisi Afghan membawa jenazah warga sipil yang tewas akibat ledakan bom di provinsi Faryab, Afghanistan. Sumber foto: https://bit.ly/2BlWCsm

Elshinta.com - Ledakan-ledakan terjadi di sebuah masjid di bagian timur Afghanistan pada saat shalat Jumat, membunuh sedikitnya 62 orang yang sedang beribadah, kata pejabat-pejabat setempat.

Attaullah Khogyani, Juru Bicara Gubernur Provinsi Nangarhar mengatakan, telah terjadi ledakan-ledakan dari bahan-bahan peledak yang ditanam di dalam masjid itu di kawasan Jawdara, Distrik Haska Mena.

Atap masjid itu roboh.

Sohrab Qaderi, seorang anggota Dewan Provinsi di Nangarhar, memperkirakan jumlah korban meninggal meningkat dan lebih 100 lainnya luka-luka.

Malik Mohammadi Gul Shinwari, orang tua dari suku di kawasan itu, mengatakan masjid tersebut runtuh. "Saya menyaksikan peristiwa ini sangat mendebarkan," ujar Shinwari. Ia menambahkan sebanyak 32 jasad dan sejumlah orang yang luka-luka dikeluarkan dari tempat ledakan itu.

Dikutip Antara, Tezab Khan, seorang personel polisi yang sedang bertugas di kawasan itu mengatakan, "Saya bisa dengar khatib sedang berkhutbah dan tiba-tiba suaranya tak terdengar akibat ledakan."

"Ketika saya tiba di tempat kejadian, orang-orang sedang berusaha membawa jasad-jasad keluar dan mereka yang luka-luka yang tertindih atap yang runtuh."

Kawasan Jawdara dikuasai oleh pasukan Afghanistan. Hingga sejauh ini belum ada kelompok gerilyawan yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan-ledakan tersebut. Taliban dan petempur ISIS aktif beroperasi di bebarapa bagian Nangarhar yang dekat perbatasan dengan Pakistan di sebelah timur. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Filipina laporkan 162 kematian COVID-19, angka tertinggi harian
Senin, 13 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan Filipina pada Senin (13/7) mengonfirmasi 162 kematian baru akibat penyakit vir...
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB
Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan wa...
IMF revisi proyeksi ekonomi Asia, terkontraksi 1,6 persen tahun ini
Rabu, 01 Juli 2020 - 12:36 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (30/6) merevisi turun proyeksi ekonomi Asia di tengah m...
Jenazah 33 WNI tertahan di Kuala Lumpur segera diterbangkan
Jumat, 19 Juni 2020 - 14:59 WIB
Sebanyak 33 jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Kuala Lumpur karena kendala penerb...
Tiongkok laporkan 11 kasus baru COVID-19, tujuh kasus OTG
Sabtu, 13 Juni 2020 - 12:12 WIB
Tiongkok melaporkan 11 kasus baru COVID-19 dan tujuh kasus orang tanpa gejala (OTG) pada 12 Juni, me...
Korut: AS tak punya kedudukan untuk komentari masalah antar-Korea
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:26 WIB
Korea Utara pada Kamis (11/6) menyebutkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki posisi untuk mengomen...
Indonesia dan menteri ekonomi ASEAN sepakat hadapi pandemi COVID-19
Jumat, 05 Juni 2020 - 20:27 WIB
Indonesia dan menteri ekonomi negara ASEAN sepakat menghadapi pandemi COVID-19 melalui pertemuan The...
Korsel kembali berlakukan karantina, Dubes RI keluarkan imbauan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:39 WIB
Setelah otoritas Korea Selatan mengumumkan pemberlakuan kembali langkah-langkah karantina di area Se...
Bar dan restauran di Jepang kembali dibuka pascapelonggaran pembatasan
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:11 WIB
Ketika restoran dan bar Jepang perlahan-lahan mulai dibuka kembali pascapelonggaran pembatasan akiba...
Sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney kembali buka
Selasa, 28 April 2020 - 21:11 WIB
Otoritas di Australia membuka sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney, Selasa, setelah tutup beberap...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV