Mengenal sosok spiderwoman atlet panjat tebing
Elshinta
Selasa, 22 Oktober 2019 - 14:57 WIB | Penulis : Ervina Rias Palupi | Editor : Sigit Kurniawan
Mengenal sosok spiderwoman atlet panjat tebing
Ilustrasi. Sumber foto:https://bit.ly/31xE7Mo

Elshinta.com - Indonesia kembali dibuat bangga oleh salah satu anak bangsa di bidang olahraga. Aries Susanti Puji Rahayu, seorang atlet panjat tebing berhasil meraih emas pada kelas speed women di kejuaraan panjat tebing dunia IFSC World Cup di Xiamen, Tiongkok belum lama ini.

Pada pertandingan tersebut, Aries Susanti bersaing dengan atlet-atlet panjat tebing dunia seperti Yi Ling Song dan Maria Krasavina. Aries Susanti berhasil mencatatkan waktu terbaiknya sekaligus memecahkan rekor dunia. Ia menorehkan waktu 6,995 detik untuk nomor speed women.

Hebatnya lagi, Arie Susanti adalah atlet perempuan pertama yang mencatatkan waktu di bawah 7 detik. Siapa sebenarnya sosok Aries Susanti Puji Rahayu ini? Sejak kapan ia mulai terjun menjadi atlet panjat tebing?
 
Senang manjat pohon sejak kecil
Perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995 ini sejak kecil memang menyukai olahraga. Kemiskinan orang tuanya kerap membuatnya menjadi bahan ejekan. Ia sering mendapat cacian dan makian dari teman-temannya. Ibunya bekerja sebagai tenaga kerja perempuan di Arab Saudi dan ayahnya bekerja serabutan. Aries yang tinggal bersama tantenya ini sejak dulu memang senang memanjat pohon.
 
Saat duduk di bangku sekolah dasar, Aries suka dengan olahraga lari. Ketika duduk di bangku sekolah menengah, Aries adalah atlet atletik di SMP Negeri 1 Grobogan. Sampai suatu ketika, Aries menonton kejuaraan olahraga panjat tebing di layar televisi.
 
Menurut pengakuan Aries, tak butuh waktu lama baginya untuk menyukai olahraga yang dianggap menantang itu. Tak dinyana, guru olahraga Aries di SMP juga mengenalkan dirinya dengan panjat tebing. Lewat sang guru, Aries mengenal istilah-istilah dan merasakan sensasi olahraga panjat tebing untuk kali pertama.
 
Hal itu terjadi pada 2007, ketika usia Aries masih 12 tahun. “Saat itu saya dikenalkan guru saya, Pak Yuli dan saya melihat di televisi ada olahraga panjat tebing yang seru dan menantang. Saat itulah saya tertarik panjat tebing.”
 
Aries terus mengasah kemampuannya di bidang olahraga panjat tebing ini. Dari yang awalnya menggunakan fasilitas seadanya, hingga akhirnya bisa masuk pelatnas. Latihan demi latihan terus Aries jalani, sambil menyelesaikan pendidikan formalnya. Lulus dari SMP Negeri 1 Grobogan, Aries melanjutkan pendidikan ke SMA Kristen Purwodadi.
 
Kerja keras perempuan asal Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, itu memang tak sia-sia. Putri bungsu pasangan Sanjaya dan Maryati itu lalu mulai berjaya di beragam pergelaran kejuaraan panjat tebing. Ketekunannya berlatih membuatnya selalu masuk dalam daftar peringkat teratas, khususnya dalam nomor speed climbing di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.
 
“Didikan para pelatih, baik pelatih yang mengenalkan saya dengan panjat tebing maupun pelatih pelatnas yang membuat saya bisa seperti ini.”
Karena dunia panjat tebing telah menjadi pilihannya, Aries pun harus rela mengorbankan masa-masa kuliahnya. Ia berhenti kuliah pada semester tiga di jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, demi merintis karier sebagai pemanjat tebing andal.
 
Debut pertama level internasional
Komitmen dan ketekunan Aries berbuah kepercayaan dari sang pelatih untuk mengikuti sebuah kejuaraan tingkat nasional pada 2008. Kala itu Aries berhasil naik ke podium dengan meraih perak. Kecepatan, kemampuan, serta teknik Aries dalam memanjat dianggap cukup baik, sehingga Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tertarik untuk memboyong Aries ke pemusatan latihan nasional di Yogyakarta.
 
Sedangkan debut pertama Aries di level internasional terjadi pada kejuaraan Asian Continental Championship di Teheran, Iran 2017. Kala itu, Aries turun pada nomor women speed dan naik ke podium dengan meraih perunggu. Ia kemudian dipercaya turun pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya seperti IFSC Climbing Worldcup 2017 di Wujian dan di Xiamen, China. Pada kejuaraan itu Aries berhasil meraih peringkat keempat di Wujian dan peringkat kedua ketika di Xiamen.
 
Aries telah mengikuti beberapa kali kejuaraan panjat tebing yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC). Pada 2018 lalu, di kejuaraan IFSC Climbing Worldcup 2018 di Chongqing, Tiongkok, Ayu Aries berhasil memperoleh medali emas dengan perolehan waktu 7,51 detik.
Dalam kejuaraan IFSC World Cup 2019 di Xiamen, Tiongkok, Aries berhasil mengalahkan Yi Ling Song atlet yang berasal dari Tiongkok yang sebelumnya menjadi pemecah rekor dengan catatan waktu 7.101 detik. Kali ini Yi Ling Song harus mengakui kemenangan Aries Susanti Puji Rahayu. Yi Ling Song meraih catatan waktu 9,032 detik dan meraih perak.
 
Spiderwoman dan 6,9 Detik
Aries juga berhasil mendapatkan 2 medali emas di Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Catatan waktu 6,9 detik kategori speed climbing performa di dinding setinggi 20 meter itu membuatnya mampu memecahkan rekor dunia panjat dinding.
Kisahnya pun diangkat menjadi sebuah film layar lebar berjudul "6,9 Detik." Film ini mendapat apresisasi dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.
 
Berkat kemampuannya yang luar biasa dalam olahraga memanjat tebing, Aries pun mendapat julukan “Spiderwoman.” Bersama rekannya Alfian M Fajri, ia menduduki peringkat 3 dunia tahun 2019 untuk nomor speed world record putri dan putra. Peringkat ini dinilai berdasarkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan dunia IFSC Climbing Worldcup selama 2019, dan prestasi di setiap pertandingan. Setiap tahunnya ada 8 seri IFSC Worldcup yang digelar di berbagai negara.
 
Federasi Panjat Tebing Indonesia dalam keterangannya dikutip Selasa 22 Oktober 2019, mengumumkan, untuk peringkat 1 speed world record putri diraih oleh atlet asal China, Yi Ling Song dengan jumlah poin 460. Peringkat 2 dipegang oleh atlet Prancis Anouck Jaubert dengan total poin 355. Sedangkan peringkat 3 diduduki oleh Aries dengan jumlah poin 333. Selama 2019, Aries mengikuti 6 dari 8 seri kejuaraan dunia.
 
Hasil itu tentu tak lepas dari usaha dan kerja keras Aries sebagai seorang atlet. Menurut Aries, selain latihan dengan keras, atlet panjat tebing juga harus berlatih dengan benar. Wanita berzodiak Aries ini juga menambahkan, bahwa ia tidak pernah merasa cepat puas karena hal itu hanya akan menghambat potensi dirinya untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di kesempatan berikutnya.
 
Aries mengatakan menggeluti olahraga panjat tebing bukanlah mudah. Selain teknik, dalam menaklukkan papan panjat setinggi 20 meter dibutuhkan kemampuan dan kecepatan tenaga yang semuanya harus dilatih dan diperhitungkan dengan matang.
 
Aries merasa dirinya saat ini dalam titik prestasi terbaiknya, namun torehan itu tidak mau membuatnya jumawa, karena langkahnya untuk berprestasi atas nama bangsa ini masih cukup panjang. “Apa yang saya dapat saa ini tidak menjadikan saya jumawa. Saya selalu ingat nasihat orang tua agar rendah hati dan menjadi pribadi yang terus membumi.” (dari berbagai sumber)
 
 
 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sosok Apriyani Rahayu, anak desa yang mengharumkan nama bangsa
Senin, 20 Januari 2020 - 12:53 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu sukses meraih gelar juara di Indon...
Naila Novaranti, wanita pertama Indonesia yang menaklukan tujuh benua dengan terjun payung
Senin, 30 Desember 2019 - 11:55 WIB
Penerjun payung dunia dari Indonesia, Naila Novaranti berhasil menaklukan benua Antartika pada 5 Des...
Profil Albertina Ho, Srikandi Hukum yang menjadi Dewan Pengawas KPK
Senin, 23 Desember 2019 - 12:18 WIB
Dewan pengawas yang terdiri dari lima orang merupakan struktur baru di KPK. Ketua dan anggota dewan ...
Sosok Lili Pintauli Siregar, Pimpinan KPK yang baru
Jumat, 20 Desember 2019 - 17:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah melantik lima orang Pimpinan KPK baru untuk periode 2019-2023 pada Jumat,...
Hasniah, perempuan difabel rungu yang mahir merias
Jumat, 06 Desember 2019 - 10:37 WIB
Perempuan memang tidak bisa dipisahkan dari dunia kecantikan. Demikian pula dengan Hasniah. Saat mel...
Profil Emma Sri Martini, Direktur Keuangan Pertamina yang baru
Rabu, 27 November 2019 - 11:14 WIB
Emma Sri Martini resmi ditunjuk menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) oleh Menteri BUMN, ...
Sosok Ayu Kartika Dewi, Stafsus Milineal pejuang toleransi
Jumat, 22 November 2019 - 12:41 WIB
Tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial telah dipilih Presiden Joko Widodo di Istana Merd...
Karisma Evi Tiarani, gadis asal Boyolali pemecah rekor dunia Para Atletik
Selasa, 19 November 2019 - 09:47 WIB
Indonesia dibuat bangga dengan keberhasilan Karisma Evi Tiarani yang menyabet medali emas serta meme...
Maria Sinaga juarai kompetisi menyanyi di Swedia
Senin, 18 November 2019 - 10:07 WIB
Belum lama, Indonesia dibuat bangga dengan prestasi Claudia Emmanuela Santoso yang berhasil menjuara...
Sosok gadis asal Cirebon yang mendunia berkat suara emasnya
Selasa, 12 November 2019 - 13:25 WIB
Nama Claudia Emmanuela Santoso menjadi sorotan setelah berhasil mengharumkan nama bangsa lewat The V...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV