Kabut asap makin tebal, siswa di Palembang kurangi aktivitas luar ruangan
Elshinta
Rabu, 23 Oktober 2019 - 09:39 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Kabut asap makin tebal, siswa di Palembang kurangi aktivitas luar ruangan
Kabut asap tebal, siswa di Palembang kurangi aktivitas luar ruangan. Foto: Adi Asmara/Radio Elshinta

Elshinta.com - Siswa di Palembang, Sumatera Selatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memfokuskan kegiatan di dalam kelas akibat kabut asap yang semakin tebal dan berbahaya bagi kesehatan.

Kepala SD Negeri 89 Palembang, Rohela menyampaikan, pihaknya tetap memberlakukan jam belajar seperti biasa, meski para siswa dilarang untuk bermain atau beraktivitas di luar ruangan karena berbahaya.

"Semua aktivitas dilakukan di kelas guna menghindari bahaya kabut asap, sambil menunggu petunjuk dari Diknas atau wali kota, apakah siswa dipulangkan atau tetap belajar seperti biasa," jelas Rohela kepada Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Rabu (23/10) pagi.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan kepada para wali murid atau para siswa untuk selalu menggunakan masker pada saat melakukan aktivitas di luar ruangan, guna menghindari menghirup udara yang kurang sehat tersebut.

Diketahui, kabut asap disertai bau menyengat yang terjadi di Palembang telah terjadi selama hampir tiga bulan terakhir, sangat berbahaya bagi pernafasan, dan berlangsung terus-menerus sepanjang hari. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gorontalo usulkan sejumlah kawasan menjadi geopark nasional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 14:48 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan pihaknya akan mengusulkan sejumlah kawasan di daerah ter...
Kemen LHK nyatakan 19 persen hutan mangrove kritis
Senin, 03 Agustus 2020 - 20:25 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat saat ini tiga juta hektare kawasan hutan mangrov...
Menteri Edhy: Pelestarian karang selaras pertumbuhan ekonomi pesisir
Jumat, 31 Juli 2020 - 13:39 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan program pelestarian dan pengelolaan terumbu k...
Kunjungi Langkat, Komisi D DPRD Sumut bahas pengelolaan limbah 
Rabu, 29 Juli 2020 - 22:11 WIB
Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Langkat. Ke...
Antisipasi kebakaran hutan, Wamen LHK kunjungi TNGL
Jumat, 24 Juli 2020 - 20:56 WIB
Antisipasi kebakaran hutan pada musim kemarau di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), wakil Menteri ...
Cegah karhutla, Kapolda Kalsel wajibkan personel gunakan aplikasi Bekantan dan Lancang Kuning 
Senin, 20 Juli 2020 - 19:27 WIB
Di kesempatan ini, Kapolda Kalsel menginstruksikan para personilnya untuk wajib mendownload Aplikasi...
Batan perketat pengelolaan limbah nuklir
Senin, 13 Juli 2020 - 16:47 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperketat pengelolaan limbah nuklir agar limbah tidak menyeba...
Pasca banjir, Polres Tanah Laut lakukan bakti sosial bersihkan tempat ibadah
Minggu, 12 Juli 2020 - 15:39 WIB
Puluhan personil Polri Polres Tanah Laut Polda Kalsel melaksanakan bakti sosial membersihkantempatib...
RW 16 Kelurahan Mekarjaya Depok bangun KRPL
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:13 WIB
Inovasi warga di massa COVID-19 dari Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kementerian Pertani...
Sampah plastik banyak ditemukan di Kalimas Surabaya
Kamis, 09 Juli 2020 - 18:38 WIB
Peneliti Mikroplastik Ecoton Surabaya menyebutkan, hampir semua sungai di Surabaya terdapat micropla...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV