Palembang masih diliputi kabut asap pekat
Elshinta
Jumat, 25 Oktober 2019 - 08:55 WIB |
Palembang masih diliputi kabut asap pekat
Ilustrasi. Sumber Foto: https://www.ngopibareng.id/ng0p1/imagecache/l-20190906091351asap-sampit2.jpg

Elshinta.com - Kabut asap pekat masih meliputi Kota Palembang di Sumatera Selatan, membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dalam sepekan terakhir.

"Malah asap sudah masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Saya heran juga, kenapa asap ini tidak hilang-hilang," kata Junaidi, pedagang buah di Pasar Perumnas, di Palembang, Jumat (25/10).

"Pekan lalu anak saya sudah diliburkan satu Minggu full, nah beberapa hari ini belum ada instruksi baru. Jadi anak-anak saya tetap sekolah meski masuknya diubah dari jam 07.00 menjadi 08.00 WIB. Sebenarnya ini sudah sangat parah, harusnya diliburkan lagi," kata Amelia, warga Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

Menurut data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan pada Jumat ada 1.297 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Titik panas tersebar di 15 kabupaten di Sumatera Selatan, paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (867) disusul Musi Banyuasin (122), dan Banyuasin (81). 

Sementara itu, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan baru turun di Sumatera Selatan pada awal November. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dalam dua pekan terakhir, termasuk mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air dan menambah personel pemadaman di darat.

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan agak sulit karena sebagian terjadi di lahan gambut, yang kalau sudah terbakar tidak mudah dipadamkan, dan lokasi kebakaran susah dijangkau, demikian Antara. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Petani kopi tewas diterkam harimau
Jumat, 13 Desember 2019 - 11:45 WIB
Seorang petani kopi tewas asal Kabupaten Lahat diduga diterkam harimau di kawasan hutan lindung di D...
Krisis air bersih masih melanda Sumba Timur 
Kamis, 12 Desember 2019 - 18:56 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur menyebutkan wilayah Kabupaten Sumba T...
Dua bocah ditemukan mengambang di Waduk Serut
Kamis, 12 Desember 2019 - 18:36 WIB
Dua anak dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam saat bermain di Waduk Serut, Kecamamatan Nguter...
Bank Dunia sebut Indonesia rugi 5,2 miliar dolar AS akibat kebakaran hutan 
Rabu, 11 Desember 2019 - 20:32 WIB
Bank Dunia menyebutkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sejak Juni hingga Oktober 201...
 Tersesat di hutan, 2 petugas Telkomsel ditemukan Tim SAR 
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:45 WIB
Dua orang petugas teknisi menara Telkomsel yang yang sempat tersesat di hutan selama satu hari, berh...
Kapal tol laut tenggelam di Pelabuhan Lewoleba
Selasa, 10 Desember 2019 - 20:48 WIB
Sebuah kapal tol laut KM Shippo 16, dilaporkan tenggelam di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, N...
Longsor di Koto Alam putuskan lalu lintas Sumbar-Riau
Selasa, 10 Desember 2019 - 12:32 WIB
Longsor yang terjadi pada Selasa (10/12) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Km 160 Nagari Koto Ala...
BPBD imbau masyarakat Yogyakarta waspadai cuaca ekstrem awal musim hujan
Selasa, 10 Desember 2019 - 10:15 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspad...
Tertimpa pohon saat hujan deras, mahasiwa di Kediri meninggal
Senin, 09 Desember 2019 - 20:57 WIB
Seorang warga meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka setelah tertimpa pohon yang ambruk...
Ditinggal kerja pemiliknya, satu rumah di Cipayung terbakar
Senin, 09 Desember 2019 - 10:10 WIB
Satu unit rumah di Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, terbakar saat ditinggal oleh p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once