Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Elshinta
Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:05 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Ini kisah Bahlil Lahadalia, `anak terminal` yang ditunjuk jadi Kepala BKPM
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sumber foto: https://bit.ly/2ohUgbd

Elshinta.com - Hidup berbalut kemiskinan, itulah masa lalunya. Bahlil, meski terlahir dari keluarga sederhana, tak membuat semangatnya menjadi kendor. Ia sudah terbiasa bekerja keras dari kecil. Di masa itu, ia pernah mencicipi pekerjaan sebagai penjaja kue. Di masa SMP dan SMEA, sejumlah profesi pun dijajalnya, dari mulai kondektur angkot sampai sopir angkot. Begitu pun di masa kuliah, profesi sebagai loper koran pun, pernah ia lakukan.

Pria asal Papua ini bernama lengkap Bahlil Lahadalia. Ayahnya adalah seorang buruh bangunan, sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Dalam hidup serba kesusahan, orangtuanya harus menghidupi 8 anaknya. Bahlil adalah anak kedua di keluarga tersebut.

Bahlil kecil sudah terbiasa kerja keras membantu orang tuanya dalam mencari rupiah. Ia bercerita, di masa SD ia sempat berjualan kue yang dibuat oleh ibunya. Dengan berjalan kaki, kue-kue tersebut dijualnya kepada teman-teman di kampungnya. Kerasnya hidup membuat Bahlil harus bisa mandiri sejak dini.

Ketika anak-anak seusianya menikmati indahnya masa kecil, di masa SMP, ia sudah ‘berkeliaran’ di terminal. Ia menjadi kondektur angkot, yang kemudian ‘naik pangkat’ sebagai sopir angkot saat duduk di bangku SMEA.

Selepas SMEA pada 1995, hanya dengan bermodal uang Rp 700 ribu hasil nyetir angkot, ia nekat pergi ke Jayapura untuk kuliah. Lalu, ia masuk pada Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih. “Saya pertama kali ambil D3. Itu benar-benar modal nekat, karena memang orangtua tidak bisa membiayai kuliah. Untuk hidup sehari-hari, ya saya kerja apa pun. Dari mulai mendorong gerobak sampai menjadi loper koran,” sebutnya.    

Nasib baik bagi Bahlil, lulus D3 ia bekerja di sebuah perusahaan konsultan keuangan sampai akhirnya menjadi direktur wilayah Papua. Membawahi sekitar 60 karyawan, pada 2002 ia digaji sebesar Rp 35 juta.

Dalam posisi yang sudah nyaman, Bahlil malah memutuskan untuk resign setelah 1 tahun bekerja. Kemudian ia mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Modalnya cukup besar, sekitar Rp 700 juta.

Nahas, tidak lebih dari 7 bulan perusahaan tersebut kemudian ambruk. Bahlil kembali ke titik nadir. Ia harus menyulam kembali semuanya dari nol. Tapi Bahlil sukses melewati masa itu dengan cemerlang.

“Pasca peristiwa itu, ya sudah tidak masalah. Berarti saya harus berjuang lagi dari awal. Yang biasanya sehari-hari memakai mobil, tiba-tiba kembali lagi memakai motor. Saya menjalani semua itu, mengalir saja,” sebutnya, seperti dikutip dari eMajels.

Bahlil pun berhasil bangkit dari keterpurukan. “Di dalam bisnis itu, kita harus percaya diri. Kalau diri kita sendiri tidak mampu percaya pada diri kita, bagaimana mungkin orang lain akan percaya pada diri kita? Saya juga tahu jika yang namanya bisnis itu naik dan turun. Seorang pengusaha tangguh itu adalah yang berangkat dari bawah, lalu naik ke atas, jatuh dan naik lagi. Dan keyakinan saya, Allah Swt itu tidak memberikan cobaan lebih dari kemampuan kita. Hukum bisnis itu cuma ada dua: untung dan rugi. Oleh sebab itu, sebagai pengusaha, saya harus siap menghadapi dua kenyataan ini,” tegasnya.   

Bahlil pun menyebut faktor-faktor yang akan membuat seseorang menjadi sukses. Antara lain harus kerja keras, punya komitmen, professional, fokus, dan memiliki kecerdasan. Itu modal utamanya. Selain itu, relasi dan berbagi (sedekah -red) juga penting. Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang berguna bagi sesamanya.

“Pengusaha pun dituntut untuk bermental baja. Pantang menyerah. Pengusaha itu ibarat pemancing di lautan lepas, yang belum tentu dapat ikan tapi dia harus terus lakukan itu. Dan sebagai pemancing ulung, dia pantang pulang sebelum dapat ikan. Begitu juga pengusaha, jangan berhenti sampai tujuan bisa tercapai,” tegasnya.

Sukses sebagai pengusaha, kini Bahlil Lahadalia ditunjuk Presiden Jokowi untuk menggawangi bidang investasi. Ia didaulat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Kabinet Indonesia Maju. Bahlil Lahadalia dilantik menjadi Kepala BKPM ke-19 pada 23 Oktober 2019 lalu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengenal generasi ketiga TAN Group yang gencar lakukan ekspansi bisnis
Senin, 09 Maret 2020 - 12:13 WIB
Ricky, seorang lulusan teknik robotika dengan predikat First Class Honor dari University of New Sout...
Eca Maresha, beautypreneur yang sukses pasarkan produknya hingga luar negeri
Kamis, 05 Maret 2020 - 16:26 WIB
Berkat kegigihan dan semangat kerja kerasnya, Eca berhasil mengembangkan usahanya hingga keluar nege...
Inspirasi Rian dan Astika, anak muda yang sukses kembangkan bisnis milk tea 25 cabang
Rabu, 04 Maret 2020 - 19:41 WIB
Membangun usaha sejak muda dan meraih sukses, itulah yang tampil dari sosok Rian Hidayatullah dan As...
Hotman Paris dukung pengusaha muda ini pelopori batik moderen pertama di Indonesia
Selasa, 18 Februari 2020 - 08:42 WIB
Industri fashion terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Termasuk batik, kini memakai batik...
Inspirasi Rico Huang: Sukses di usia 24 tahun, kini mantap menatap bisnis photobook
Minggu, 02 Februari 2020 - 10:30 WIB
Dengan banyaknya data dan nilai pasar yang tinggi, photobook menjadi salah satu variasi produk print...
Sukses berbisnis batik, Michael Wirawan bangun brand baru yang sasar wanita milenial
Kamis, 23 Januari 2020 - 15:41 WIB
Namanya Michael Wirawan. Usianya masih muda, tercatat baru 24 tahun. Tapi soal bisnis, dia memiliki ...
Brand kecantikan karya anak bangsa ini sukses jelajahi pasar Eropa
Minggu, 19 Januari 2020 - 16:38 WIB
Berkat ekstrak kayu cendana, daun nilam, kemangi, bunga jempiring, bunga mawar, melati, kamboja, kay...
Jadi CEO private equity termuda di Asia Tenggara, Timothy Tandiokusuma kelola AUM Rp1,2 T
Senin, 13 Januari 2020 - 17:04 WIB
Timothy Tandiokusuma, usianya masih muda, 26 tahun, tapi dirinya cukup sukses menggeluti bisnis priv...
Mengenal Dicky Firmansyah, milenial di kancah industri digital Tanah Air
Selasa, 07 Januari 2020 - 15:16 WIB
Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa...
Dari Pekayon ke Cikunir Raya: Hardianto anak muda dibalik sukses Hardy Classic
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:58 WIB
Kiprah Hardy Classic dalam bidang interior mobil sudah tidak diragukan lagi. Dengan pengalaman belas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Radio Elshinta