PAN, PKS dan Partai Demokrat dinilai bisa efektif jadi oposisi
Elshinta
Jumat, 25 Oktober 2019 - 12:52 WIB |
PAN, PKS dan Partai Demokrat dinilai bisa efektif jadi oposisi
Sumber Foto: https://bit.ly/366EOiY/Elshinta.com

Elshinta.com - Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira di Kupang, Mikhael Bataona, mengatakan, PAN, PKS dan Partai Demokrat bisa efektif menjadi oposisi dalam mengontrol jalannya pemerintahan, jika memiliki kesamaan agenda politik.

"Menurut saya, PAN, Partai Demokrat dan PKS bisa efektif menjadi oposisi, ketika mereka memiliki kesamaan kepentingan dalam agenda-agenda perjuangan ke depan," kata Bataona, di Kupang, Jumat (25/10).

Ia mengemukakan hal itu, menjawab pertanyaan seputar posisi politik PKS dan PAN serta Partai Demokrat, apakah mungkin masih tetap eksis menjadi oposisi dalam mengontrol pemerintahan Jokowi setelah masuknya Gerindra dalam lingkaran kekuasaan.

Bataona mengatakan, jika partai-partai yang berada di luar kekuasaan ini tidak ada kesamaan kepentingan, maka mereka bisa saja hanya menyalak di media, tapi mandul dalam putusan-putusan di parlemen. "Karena kita tahu bersama bahwa, di dalam setiap isu politik, semua partai punya hitungan-hitungan pragmatis dan ideologis tertentu," katanya.

Dia mengatakan, bisa saja ketika ada agenda yang justru sejalan dengan kepentingan mereka, maka mereka juga akan sepakat dan bungkam terhadap pemerintah. "Dalam politik selalu berlaku hukum 'lawan bersama'. Hukum ini selalu menjadi dasar bagi persahabatan," kata pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik Unwira itu.

Artinya, saat PAN, PKS dan Partai Demokrat punya lawan yang sama dalam isu tertentu, maka otomatis mereka akan bersatu. "Tapi ketika tidak ada lawan bersama, maka menurut saya akan sulit, sebab ideologi Demokrat sebagai partai tengah nasionalis dan karakter SBY yang sangat hati-hati tidak akan mudah mengikuti cara beroposisi yang diajukan PKS dan PAN," katanya, dikutip Antara.

Menurut dia, justru PKS yang akan beroposisi secara lunak. Hal ini karena PKS tahu bahwa meskipun mereka sekarang di luar pemerintahan, tapi dulu di Solo mereka pernah mengusung Jokowi di periode pertama wali kota Solo, dan Hidayat Nurwahid bahkan menjadi jurkam Jokowi ketika itu. "Mungkin oposisi yang agak lunak iya tetapi bukan oposisi yang ekstrem," katanya. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
DPRD siap bersinergi dukung pembangunan Kota Medan
Kamis, 12 Desember 2019 - 21:46 WIB
Ketua DRPD Medan Hasyim menutup kegiatan Rapat Kerja  (Raker) DPRD Medan, yang berlangsung di Hote...
163 calon Panwascam ikuti tes socrative
Kamis, 12 Desember 2019 - 21:37 WIB
Sebanyak 163 peserta Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pemilihan Ke...
Jokowi tegaskan pencalonan Gibran murni kompetisi bukan penunjukan  
Kamis, 12 Desember 2019 - 16:15 WIB
Presiden Joko Widodo menegaskan pencalonan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali...
BPIP dorong Kesbangpol daerah tanamkan Pancasila lewat Medsos
Kamis, 12 Desember 2019 - 13:46 WIB
“Peristiwa politik besar dan terencana seperti pilkada serentak mesti dapat dimanfaatkan menanamka...
PPP diprediksi tidak akan pecah karena pemilihan ketum baru
Kamis, 12 Desember 2019 - 07:36 WIB
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi Partai Persatuan Pembangunan tidak aka...
Wali Kota Magelang: LPMK jadi motor penggerak pemda di lapangan
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:56 WIB
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) merupakan motor penggerak jalannya program pemerint...
Budi Arie Setiadi kembali pimpin ormas Projo
Senin, 09 Desember 2019 - 13:57 WIB
Budi Arie Setiadi kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pro Jokowi (Projo). Pemilihan tersebut dilakuk...
Irjen Pol Fakhrizal bantah tudingan deklarasi Pilkada Sumbar
Minggu, 08 Desember 2019 - 15:05 WIB
Irjen Pol Fakhrizal yang dicopot dari jabatan Kapolda Sumatera Barat telah membantah tudingan bahwa ...
Kongres V PAN diselenggarakan selambatnya Maret 2020
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:38 WIB
Ketua Steering Committee Rakernas PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan Kongres V Partai Amanat Nasi...
Jelang kongres PAN, Zulkfili ingatkan kader tak saling hujat
Sabtu, 07 Desember 2019 - 14:56 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkfili Hasan mengingatkan kepada seluruh kader partai agar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 217
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once