Prajurit TNI Konga XXXIX-A kembali dapatkan satu pucuk senjata AK-47
Elshinta
Jumat, 25 Oktober 2019 - 19:32 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Sigit Kurniawan
Prajurit TNI Konga XXXIX-A kembali dapatkan satu pucuk senjata AK-47
Sumber foto: Elshinta.com/Istimewa

Elshinta.com - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Konga XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) kembali mendapatkan satu pucuk senjata jenis AK-47 beserta magasin dalam operasi lanjutan dengan misi “Operasi Wibawa 02”.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO, Kolonel Inf  Dwi Sasongko pada saat menerima satu tim “Operasi Wibawa 02”, di Markas Indo RDB, Soekarno Camp, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Afrika. Demikian siaran pers Puspen TNI yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (25/10).

“Operasi Wibawa 2 menitikberatkan pada kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic) berupa pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan membangun komunikasi aktif di tengah-tengah sarang ex-combatan Apa Na Pale di wilayah Distrik Kagunda, yang berjarak sekitar 32 km dari Standing Combat Deployment (SCD) Muhala,” ujar Kolonel Inf  Dwi Sasongko.

Kolonel Inf  Dwi Sasongko menyampaikan bahwa satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magasin tersebut diperoleh dari Mai-Mai atau kelompok bersenjata Apa Na Pale yang dipimpin oleh Leah Ramazani Satellite di bawah pimpinan pusat Mundus. “Kelompok bersenjata Apa Na Pale ini merupakan kelompok bersenjata yang sudah sangat terkenal di wilayah Propinsi Tanganyika,” ungkapnya.

Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-A menjelaskan, selain kegiatan Cimic dan komunikasi bersama tokoh masyarakat, Operasi Wibawa 02 juga mengajak combatan yang masih berada di hutan untuk turun ke desa dan bergabung bersama masyarakat, guna mengakhiri konflik serta memulai hidup damai dan layak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Penjaga perdamaian PBB tewas akibat serangan di Republik Afrika Tengah
Selasa, 14 Juli 2020 - 09:49 WIB
Milisi menewaskan salah satu penjaga perdamaian PBB asal Rwanda dan melukai dua personel lainnya dal...
Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya
Kamis, 23 April 2020 - 18:15 WIB
Dua dokter, satu perawat dan satu pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik ol...
Gaji presiden dan menteri Malawi dipotong 10 persen karena corona
Minggu, 05 April 2020 - 16:50 WIB
Presiden dan para menteri anggota kabinet Malawi akan mengalami pemotongan gaji sebesar 10 persen da...
Tekan penularan COVID-19, Aljazair perpanjang jam malam
Minggu, 05 April 2020 - 16:16 WIB
Aljazair mulai Minggu akan memperpanjang aturan jam malam demi menekan penularan COVID-19, kata Perd...
Afrika Selatan konfirmasi penularan lokal COVID-19 pertama
Kamis, 12 Maret 2020 - 19:35 WIB
Afrika Selatan mengonfirmasi laporan kasus pertama penularan lokal virus corona (COVID-19), pada Kam...
Pesawat latih militer Aljazair jatuh, 2 pilot tewas
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:10 WIB
Dua pilot militer Aljazair tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Provinsi Oum El Bouaghi, Aljaza...
28 orang tewas akibat serangan kamp militer Tripoli
Minggu, 05 Januari 2020 - 10:40 WIB
Sedikitnya 28 orang tewas akibat serangan terhadap kamp militer di ibu kota Libya pada Sabtu sore, m...
Somalia tuduh negara asing di balik ledakan dahsyat Mogadishu
Selasa, 31 Desember 2019 - 16:36 WIB
Somalia menuduh bahwa ada negara asing yang membantu merencanakan ledakan bom pada Sabtu di Mogadish...
Batu jatuh tewaskan empat pekerja tambang emas di Afsel
Senin, 09 Desember 2019 - 07:26 WIB
Empat pekerja tambang tewas dan satu orang lagi menderita cedera berat, setelah sebuah batu terjatuh...
Kapal tenggelam di Mauritania tewaskan hingga 57 migran
Kamis, 05 Desember 2019 - 10:29 WIB
Sebanyak 57 orang tewas setelah kapal yang membawa sekitar 150 migran dari Gambia tenggelam di lepas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV