Unjuk rasa di Irak kembali telan korban jiwa
Elshinta
Minggu, 27 Oktober 2019 - 19:38 WIB |
Unjuk rasa di Irak kembali telan korban jiwa
Pengunjuk rasa terlihat di jembatan Al Jumhuriya saat mereka melakukan demonstrasi atas korupsi, kurangnya lapangan pekerjaan, dan layanan buruk di Baghdad, Irak, Sabtu (26/10). Sumber Foto: https://bit.ly/31S5bpw

Elshinta.com - Sedikitnya 67 warga Irak tewas dan ratusan lainnya terluka dalam kurun dua hari aksi protes selama akhir pekan ini.

Pada Sabtu (26/10) malam, Abdul Mahdi berupaya meredakan kekerasan yang meluas dengan mengerahkan para personel Dinas Kontraterorisme, unit elit di negara itu, turun ke jalan di Ibu Kota Irak, Baghdad, dan kota selatan, Nasiriya.

Mereka diperintahkan "menggunakan semua tindakan yang diperlukan" untuk menghentikan aksi-aksi protes, kata sumber-sumber keamanan kepada Reuters yang dikutip Antara.

Di Baghdad dan Nasiriya, ribuan orang turun ke jalan pada hari kedua aksi protes. Kedua kota itu diwarnai kekerasan saat para pemrotes terus melampiaskan kekesalan mereka terhadap para elit politik, yang mereka anggap gagal meningkatkan taraf hidup mereka setelah bertahun-tahun terbelenggu konflik dan kesulitan ekonomi.

Empat orang tewas karena terkena tabung gas air mata yang ditembakkan pasukan keamanan di Baghdad. Dalam peristiwa itu, puluhan orang terluka. Empat orang lagi meninggal di Nasiriya ketika sekelompok pemrotes menyerbu kediaman seorang pejabat keamanan daerah, kata kepolisian. Para penjaga melancarkan tembakan setelah para pemrotes membakar rumah tersebut, kata polisi.

Di Hilla, tujuh orang juga meninggal, sebagian besar ketika para anggota kelompok milisi Badr Organization dukungan Iran memuntahkan peluru ke arah para pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat kantor kelompok itu. Pada Jumat, sedikitnya 52 orang tewas di berbagai daerah di Irak sementara lebih dari 2.000 lainnya cedera.

Bulan lalu, para pengunjuk rasa bentrok dengan pasukan keamanan dan kelompok-kelompok milisi selama gelombang kedua aksi protes untuk menentang pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi. Pertumpahan darah terbaru itu menjadi masalah kekerasan terparah kedua selama Oktober. Sebelumnya pada bulan yang sama, 157 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang mengalami luka-luka selama bentrokan antara para pemrotes dan pasukan keamanan.

Kerusuhan itu muncul setelah Irak hampir dua tahun belakangan ini bisa menikmati keadaan yang relatif stabil. Antara 2003-2017, negara itu dilanda invasi negara asing, perang saudara dan pemberontakan ISIS. (Ank)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Merkel sebut Jerman akan perketat pembatasan COVID-19
Rabu, 30 September 2020 - 14:11 WIB
Jerman akan membatasi jumlah pertemuan dan mendenda orang-orang yang melanggar aturan pelacakan dala...
Tiongkok temukan 25 kasus baru COVID-19
Jumat, 04 September 2020 - 09:15 WIB
Tiongkok menemukan 25 kasus baru COVID-19 pada Kamis (3/9), naik dari 11 kasus dibandingkan satu har...
103 penerbangan di Tiongkok dibatalkan akibat topan, sekolah diliburkan
Jumat, 04 September 2020 - 08:11 WIB
Sebanyak 103 jadwal penerbangan ke Bandar Udara Internasioal Taiping, Harbin, di wilayah Tiongkok ti...
Warga Korsel diimbau kerja dari rumah saat kasus COVID-19 meningkat
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:55 WIB
Korea Selatan pada Kamis (27/8) mendesak para pelaku bisnis untuk membuat karyawan bekerja dari ruma...
Tiongkok kirim pasukan lengkap ke LCS, Selat Taiwan
Jumat, 21 Agustus 2020 - 10:39 WIB
Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) mengirimkan pasukan lengkap ke dua wilayah perairan sekalig...
Satu polisi tewas, 142 orang terluka dalam aksi protes Lebanon
Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:56 WIB
Satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut pada S...
Pesawat repatriasi India kecelakaan, sedikitnya 17 orang tewas
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 13:55 WIB
Sedikitnya 17 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka pada peristiwa kecelakaan pesawat repat...
Pertama kalinya dalam 29 tahun, ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi
Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:56 WIB
Ekonomi Filipina anjlok lebih dalam dari yang diperkirakan pada kuartal kedua, jatuh ke dalam resesi...
Filipina laporkan 162 kematian COVID-19, angka tertinggi harian
Senin, 13 Juli 2020 - 13:27 WIB
Kementerian Kesehatan Filipina pada Senin (13/7) mengonfirmasi 162 kematian baru akibat penyakit vir...
Banjir dan longsor di Nepal tewaskan 23 orang, puluhan orang hilang
Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:14 WIB
Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras menewaskan setidaknya 23 orang, menyebabkan puluhan wa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV