MemoRI 03 November
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Wakil Presiden Mohammad Hatta sebagai orang yang mengeluarkan Maklumat 3 November 1945. Foto: https://bit.ly/36lFUHU/elshinta.com.

Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. Ini karena pada tanggal tersebut keluar Maklumat 3 November 1945 yang mendorong pembentukan partai-partai politik sebagai bagian dari demokrasi.

Wakil Presiden Mohammad Hatta sebagai orang yang mengeluarkan Maklumat 3 November 1945 ini. Maklumat ini dikeluarkan untuk persiapan rencana penyelenggaraan pemilu 1946, sekaligus sebagai tanggapan atas usul Badan Pekerja KNIP kepada pemerintah.

Namun upaya menuju Indonesia yang demokratis melalui rencana penyelenggaraan Pemilu 1946 belum bisa diwujudkan. Ini karena bangsa Indonesia saat itu masih fokus pada perjuangan mempertahankan kemerdekaan akibat kedatangan pasukan militer Sekutu. 

Mungkin karena tergesa atau maklumat itu memang dibuat secara terburu-buru, Menteri Sekeretaris Negara pertama republik ini, Prof. Mr. Abdoel Gaffar Pringgodigdo, tidak membawa daftar urutan maklumat wapres. Untuk sementara nomor urut itu tidak diisi, hanya diberi tanda silang (X). Namun hingga Pringgodigdo menjadi Menteri Kehakiman pada 1950, nomor urut tak pernah diterakan. Jadilah maklumat tersebut bernama Maklumat No. X.

Isi Maklumat X tanggal 3 November 1945  tersebut pendek, hanya satu paragraf, tanpa konsiderans dan berisi anjuran pemerintah, yakni:

“1. Pemerintah menjukai timbulnja partij-partij politik karena dengan adanja partij-partij itulah dapat dipimpin ke djalan jang teratur segala aliran paham jang ada dalam masjarakat. 2. Pemerintah berharap supaja partij-partij politik itu telah tersusun, sebelumnja dilangsungkan pemilihan anggauta Badan-Badan Perwakilan Rakjat pada bulan Djanuari 1946.”

Meski pendek, namun maklumat ini membawa dampak terjadinya revolusi sistem politik di Indonesia, di mana terjadi pergantian sistem kabinet presidensiil menjadi kabinet parlementer. Dan yang terkena pertama adalah Presiden Soekarno, yang kewenangannya dilucuti. Soekarno tinggal hanya sebagai Kepala Negara yang praktis tanpa kekuasaan politik.

Pasca keluarnya maklumat, maka partai-partai politik pun lahir. Sebut saja Masyumi yang lahir pada 7 November 1945, Partai Komunis Indonesia yang lahir pada 7 november 1945, Partai Nasional Indonesia lahir pada 29 Januari 1946, Partai Sosialis Indonesia lahir pada 10 November 1945 dan Partai Rakyat Sosialis yang lahir pada 20 November 1945. Juga muncul partai-partai lainnya yang menjadi bagian dari catatan sejarah demokrasi di Indonesia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bamsoet ajak AHY gotong-royong atasi persoalan bangsa
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:35 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono senantias...
 KPU Pandeglang sebut tahapan Pilkada ikuti protokol kesehatan
Kamis, 06 Agustus 2020 - 18:56 WIB
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang menggelar sosialisasi pemilihan ...
Pembentukan Kabinet pasca bubarnya RIS
Kamis, 30 Juli 2020 - 08:47 WIB
Setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) beberapa kabinet telah bekerja untuk menjalan...
Menteri ATR/BPN RI hadiri rakor penyelesaian sengketa tanah di Sumut
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:56 WIB
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri Rapat Koordinasi penanganan dan penyelesaian masalah pe...
 Kader parpol di Subang bantu kabupaten tetangga di Pilkada 2020   
Selasa, 28 Juli 2020 - 15:46 WIB
Dalam proses pemilihan kepala daerah setiap calon akan berusaha untuk memenangkan pemilihan umum ter...
Kabinet Ampera I di masa Orde Baru 
Selasa, 28 Juli 2020 - 08:13 WIB
Pada awal berdirinya, Masa Orde baru menjadi titik kebangkitan bangsa Indonesia, karena memang pada ...
PDIP respon soal Gibran akan melawan kotak kosong di Pilkada Solo
Jumat, 24 Juli 2020 - 21:48 WIB
 Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait tudingan bahwa bakal ca...
 Pelantikan pertama pejabat Subang dilakukan secara virtual
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:56 WIB
Bupati Subang, H. Ruhimat melakukan pelantikan secara virtual kepada 137 orang pejabat dari eselon ...
 KPU berlakukan WFH setelah satu pegawai positif COVID-19
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:27 WIB
Komisi Pemilihan Umum memberlakukan work from homeatau bekerja dari rumah untuk sebagian besar pega...
 Koalisi Nasdem, Demokrat dan PKB usung Dadang dan Sahrul Gunawan
Selasa, 21 Juli 2020 - 20:11 WIB
 Isu calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung pada Pilkada serentak 2020 yang diusung Parpol kian mema...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV